
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Sari sudah membulatkan tekad. Steve bisa melawan dengan cara meredamnya engga ya? Gimana kelanjutan ceritanya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
---------------------
Sementara itu, Sari sedang santai berjalan di gang super market. Dia banyak jajan snack untuk cemilannya selain membeli aneka kebutuhan Adhisty dan juga buah serta sayuran. Sari benar-benar menikmati waktu sendirian setelah dua bulan full hanya di dalam rumah. Dia santai tanpa terbeban harus buru-buru pulang. Sari seakan lupa, ada bayi kecil yang menanti dekap hangatnya. Puas cuci mata, Sari berjalan menuju kasir. Saat sedang mengawasi sopir taksi memasukan barang belanjaannya ke bagasi, tanpa sengaja Sari melihat sosok yang sangat mirip dengan sosok yang berkencan dengan suaminya.
Dia perhatikan dengan seksama tiga orang gadis yang sedang makan di cafe depan super market. ‘Gadis itu ….’ pikir Sari. Namun dia langsung menepisnya. Dia tadi sudah memutuskan menggugat cerai Steve, jadi tak usah lagi memikirkan siapapun yang nanti nya akan jadi kekasih atau istri Steve selanjutnya.
***
Sari melihat mobil Steve sudah berada di rumah saat dia pulang. Dia dibantu sopir taksi menurunkan barang belanjaannya. Sementara asisten rumah tangganya segera membantu membawa semua belanjaan ke dalam rumah dan meletakkan di meja dapur. Tanpa terburu-buru Sari masuk rumahnya. Dia segera menuju kamarnya untuk menyimpan tas serta mandi agar bersih dan akan menggendong buah hatinya. “Hallo princess, tadi pintar ya ditinggal Mamie?” sapa Sari saat mengambil Dhisty dari tangan pengasuhnya. Steve sedang salat Ashar. Sari membawa Dhisty yang baru saja minum ASI melalui botol. Dia ciumi putrinya dengan gemas. Steve yang melihat Sari sudah mandi segera menghampiri anak dan istrinya untuk ikut bercanda seperti biasa.
“Habis dari mana Mam?” tanya Steve pelan agar hanya Sari yang mendengar. Dia sengaja menoel-noel pipi Adhisty.
“Main,” jawab Sari singkat. Dia sudah tak sabar menanti hari esok. Karena pengacaranya akan menghubungi Steve esok pagi. Sari bangkit dan menuju dapur, sambil menggendong Dhisty.
“Mbak, tolong bikinkan bakso dengan bihun dong. Panas dan pedes ya mbak, kalau pangsit rebus masih ada tambahkan juga ya?” Sari tiba-tiba kepengen makan bakso kuah. Dia biasa menyimpan bakso sertu bumbu kuah bakso. Jadi saat kepengen seperti sekarang bisa membuatnya tanpa menunggu tukang bakso keliling lewat.
“Njih Bu,” sahut asisten rumah tangganya.
Sari mengayun Adhisty agar tertidur, bayi seusianya meman belum terlalu lama membuka mata. Habis minum kenyang dia akan tidur lagi. Saat diperkirakan Adhisty sudah lumayan lelap, Sari meletakan bayinya ke kasur dan dia langsung menuju meja makan. Bakso pesanannya sudah menanti disana. Sari meracik bakso, sedikit bihun dan pangsit rebus ke dalam mangkok. Dia memberi banyak saos sambal dan memberi sedikit kuah. Sari menikmati sendiri bakso racikannya. Dia tidak membuatkan untuk suaminya. Steve hanya bisa melihat dan berkata dalam hati agar sabar menghadapi semua polah istrinya itu.
Sehabis puas makan bakso Sari baru memilah-milah belanjaannya. Dia meminta pengasuh Adhisty menyimpan semua barang yang dia beli untuk Adhisty tadi. Dan Sari juga meminta seorang asisten rumah tangganya untuk menyimpan aneka sayur, buah serta cemilan di tempatnya masing-masing.
__ADS_1
Sari membawa sebungkus cemilan keripik kentang ke depan televisi. Mama sedang menonton dan Sari duduk di karpet bersandar sofa yaang mama duduki. Steve sengaja mendekat dan meminta cemilan yang sedang dimakan Sari. “Buka sendiri sana,” Sari menolak memberi, namun Steve sengaja mencomot dari bungkusan ditangan istrinya.
“Jangan pelit gitu lah,” goda Steve, namun Sari segera menyembunyikan bungkusan snack di punggungnya saat Steve akan kembali mengambil. Mama tersenyum saja melihat kelakuan suami istri didepannya itu.
***
Sari tidur seperti biasa, lebih dulu dari Steve. Dia tidur sehabis memberi ASI pada Adhisty dan Steve sedang makan malam bersama mama. Yang beda malam ini Steve tidak terbangun untuk menemani Sari makan sehabis memberi ASI tengah malam. Saat kembali ke kamar, tanpa sengaja Sari melihat amplop di saku celana yang Steve gantung di dinding. Amplop dengan logo kantor bu Gita. Karena penasaran Sari melihat isi amplop itu. Di dalamnya terdapat copy KTP atas nama Jelita dan copy KK dengan nama kepala keluarga Isman dan Jelita sebagai anak pertama. ‘Pantas dia tidak bangun menemaniku makan seperti biasa, rupanya dia terlalu lelah karena hendak mengurus surat nikah dengan perempuan itu,’ pikir Sari dan mengembalikan amplop pada saku celana Steve. Sari kembali meneruskan langkahnya ke toilet untuk sika gigi tengah malam karena habis makan. Sesudah itu dia segera tidur di sisi Adhisty. Dia sudah bertekad tak akan meneteskan air mata betapa pun pedih yang dia hadapi.
***
Hari ini Steve tak ada kegiatan penting yang mengharuskan dia keluar rumah. Niatnya dia ingin di rumah menemani Sari dan Dhisty. Sampai jam 8 pagi Steve masih santai dengan kaos dan celana pendek. Namun dering ponselnya mengganggu kenyamanan hot daddy itu. Steve melihat siapa yang menghubungi. Disana terlihat nomor pemanggil tidak dia kenal karena belum tersimapn di phone book ponselnya. Tanpa ragu Steve menerima panggilan itu. Dia berpikir mungkin calon konsumen yang mendapat rekomendasi dari temannya.
“Selamat pagi,” sapa Steve sopan menjawab salam dari orang yang menghubunginya.
“Benar saya Steve,” lanjutnya.
“Baik, temui saya di show room saya tiga puluh menit lagi,” jawab Steve. Lalu segera mengirim alamat show room miliknya. Steve segera menuju kamarnya untuk segera mengganti baju agar lebih pantas bertemu dengan orang yang baru saja menghubunginya. Tadinya orang tersebut hendak ke rumah, namun Steve tidak enak karena ada mama di rumah. Dari pada ketemu di sembarang tempat, Steve lebih nyaman bila bertemu di show room saja.
“Selamat pagi,” sapa Steve menyambut tamu yang sudah lebih dulu datang darinya di show room.
“Erlangga,” sapa laki-laki ganteng di hadapan Steve sambil mengulurkan tangannya.
“Begini pak Steve, saya mewakili bu Sari meminta Bapak menanda tangani surat yang akan di gunakan oleh bu Sari menggugat cerai anda di pengadilan agama.” tanpa prolog Erlangga dengan kejam menerangkan maksud kedatangannya. Steve yang baru saja duduk tentu kaget tak percaya Sari istrinya sudah melangkah terlalu jauh dengan akan menggunggat cerai dirinya. Padahal kejadian belum seminggu, dan baru lusa dia akan melaporkan Jelita ke kantor polisi. Kalau belum mempunyai surat pengaduan ke polisi, apapun alasan yang akan dia beritahu pada Sari tentu saja mentah tak akan mempan. Steve tentu bingung menghadapi todongan dari pengacara Sari.
“Mas, sekarang juga ke show room. Aku tunggu penting.” Steve langsung menghubungi Anto. Tanpa salam atau basa basi dia meminta Anto langsung meluncur ke tempat usahanya.
“Tunggu sebentar ya, saya akan memberikan apapun yang istri saya mau bila walinya sudah menyetujuinya,” Steve meminta Erlangga bersabar.
__ADS_1
‘Kalau enggak malu, mau rasanya aku menjerit atau menangis saat ini. Sesakit itukah kamu babe?’ tanya Steve. Dia tidak menyangka Sari mampu berbuat frontal dan cepat. Anto datang tergopoh-gopoh. Dia bingung Steve bicara tanpa keterangan apapun langsung menyuruhnya datang. Saat Sari kecelakaan saja Steve tidak seperti tadi.
---------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
__ADS_1
-----------------------