
41 SAH
Penghulu memulai acara, membaca doa serta menanyakan kebenaran data calon mempelai, terakhir dia menanyakan apakah pengantin laki-laki siap?
“Siap” jawab Anto tegas
Anto membaca ikrar ijab kabul dalam satu helaan nafas tanpa kesalahan. “Bagaimana saksi? Sah?” tanya penghulu pada para saksi yang duduk di sisi meja ijab tersebut. Kedua saksi menjawab
“SAH”
***
Dini sudah rapih dengan busana pengantin Jogja, baju keluarga inti kali ini biru sesuai warna kesukaan suaminya. Para orang tua mengenakan warna biru lebih tua dari warna yang digunakan kakak-kakak serta adik pengantin. Steve juga mengenakan baju keluarga inti mendampingi Sari.
Harry dan Peter datang memberi selamat. Steve memeluk Harry, dia kagum terhadap kebesaran hati teman sejak kecilnya itu. Steve melihat Dini mendekap mantan suaminya, serta melihat Anto pun memeluk Harry erat dan mengucapkan terimakasih atas kehadirannya.
“Oh ternyataaaaaa….” goda Harry melihat Steve selalu menggandeng Sari
“Leo mana?” Steve berupaya mengalihkan perhatian Harry
“Dia jaga Vionne, besok gantian gue yang jaga Vionne, biar Leo bisa datang ke resepsinya” begitu keterangan Harry
***
Pagi ini Sari sedang dandan ketika Steve menghampirinya. “De koq kain pinggangku ga ada?” tanya Steve
“Ada koq, aku lipat barengan kainmu” jawab Sari lembut “Cek ulang deh”
Steve membongkar lagi lipatan kain yang akan dia gunakan, periasnya sudah menyuruhnya segera ganti baju. Akhirnya dia menemukan bahan yang dicarinya dalam koper, rupanya saat dia mengambilnya kain kecil itu terjatuh
__ADS_1
Acara syukuran pernikahan Dini dan Anto sangat meriah walau hanya diadakan di rumah saja. Acara tidak kaku, semua terlihat bahagia
Yang membuat acara pesta agak sedikit memanas yaitu ketika datang Cindy teman SMA Dini yang ternyata mantannya Steve. Awalnya tidak ada yang tau, saat sesi photo, Sari dan Steve berphoto mengapit mempelai, dari bawah panggung pengantin terdengar panggilan lirih namun cukup didengar oleh mereka berempat “Steve”
Selesai Sari dan Steve berphoto naiklah rombongan teman SMA Dini untuk berphoto bersama, Cindy menggamit tangan Steve “Pa khabar honey? Lama ya ga jumpa” kata Cindy pelan, namun Sari yang berdiri tepat disisi Steve tentu saja mendengar dengan jelas.
Saat sesi photo dengan adik kakak kandung mempelai, Sari beberapa kali dipanggil tidak segera datang ke panggung. Dini merasa ada yang beres sampai Sari menghilang. Tak lama Sari naik dan sepertinya habis membenarkan riasan wajahnya
Flash back on
“Pa khabar honey? Lama ya ga jumpa” sapa seorang gadis tepat ditelinga Steve bahkan seperti hendak mencium Steve. Sari yang berdiri tepat disisi Steve tentu saja mendengar dengan jelas, dia langsung mengibaskan tangan Steve yang menggenggamnya erat. Sari langsung turun dari panggung pengantin dan berlari kekamar Amora“Yank” Steve mengejarnya namun sayang Sari sudah lebih dulu menutup pintu kamar. Steve ga mungkin bikin keributan diacara pernikahan calon kakak iparnya. Dia hanya pasrah duduk didepan pintu kamar yang memang tersedia kursi
Sementara itu dalam kamar Sari terisak sendirian saat ponselnya bergetar, panggilan dari Endah. “Ya ndah” jawabnya
“Aku mencarimu koq ga ada, aku kan ga kenal dengan kakakmu, masa mau langsung salaman ama mereka?” cecar Endah yang tidak menemui Sari didepan, dia dan Bram serta Teddy berinisiatif menelpon Sari sebagai tuan rumah. Sari segera membenarkan riasannya lalu keluar kamar
Namun pemandangan yang dilihat saat dia membuka pintu sangat menusuk jantungnya. Didepan kamar dia melihat Steve yang sedang berpelukan dengan perempuan yang tadi menyebutnya dengan panggilan honey
Steve yang mendengar Sari bicara seperti itu dan dia masih dalam pelukan Cindy tentu saja tegang. Dia ingat dulu saat sandiwara dengan Andin saja Sari sudah sangan marah, lebih-lebih ini Sari melihatnya dalam pelukan wanita lain walau dia tidak membalas pelukan itu. Tapi Steve yakin Sari pasti menganggapnya dia membalas pelukan itu
Steve berupaya lepas dari pelukan Cindy sehingga membuat Cindy hampir terjatuh karena dia dorong dengan kasar. Dikejarnya Sari yang bergegas berjalan kedepan. Dia melihat Sari sedang memeluk temannya yang baru saja datang. Dilihatnya juga Sari mengajak teman-temannya menghampiri mamanya serta menyalami pengantin baru. Sari sepertinya sengaja tidak memisahkan diri dari teman-temannya, sekarang mereka menjadi 3 pasang karena Steve melihat temannya datang lagi sepasang. Wait, mereka 3 pasang? Artinya ada seorang pria yang datang sendiri tanpa pasangan. Apakah pria itu salah satu kompetitornya?
Steve tambah galau, akhirnya dengan berat dihampirinya rombongan Sari. Steve berdiri tepat dibelakang Sari, tangan kanannya diletakan dibahu kanan Sari seakan memberi tahu pada rombongan itu kalau dia mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Sari “Teman-temannya sudah diajak makan belum yank?” Steve setengah berbisik dengan lembut pada Sari yang dia yakin semua mendengar karena sejak kehadirannya dibelakang Sari semua obrolan mereka langsung terhenti.
“Koq kita ga dikenalin ama calonmu Sar?” tanya Endah spontan
“Iya nih” balas Uswah ikut menggoda
Sari yang ga mau memperlihatkan kekanakannya langsung menarik tangan Steve dengan lembut agar duduk disebelahnya. ‘Kenalin ini teman-temanku” katanya lembut pada Steve.
__ADS_1
Mereka semua berkenalan tanpa tahu kalau Sari sedang memendam amarah yang dia tahan
“Silahkan makan lho” Steve mempersilahkan teman-teman Sari untuk mencicipi hidangan
“Kamu mau makan?” tanya Sari memberikan attensi. Dia ingat tadi Steve ga sarapan dengan benar
“Boleh yok?” jawab Steve menganggap pertanyaan Sari tadi adalah ajakan untuk dia makan
Di pojok ruangan Cindy yang berkumpul dengan kawan-kawannya selalu memperhatikan Steve
Steve dan Sari berdiri untuk makan, diikuti teman-teman Sari. Namun Steve melihat opa dan omanya masuk ruangan. Dia berbisik pada Sari, memberi tahu kedatangan oma dan opanya. Sari menoleh lalu dia mempersilahkan teman-temannya makan lebih dulu “Kalian makan duluan aja ya, aku ke depan dulu, oma dan opanya Steve baru datang, aku akan menemani mereka” pamitnya
Cindy terkejut melihat kedatangan opa dan oma Steve di acara ini. Dia bisa menyimpulkan kalau posisi Steve di keluarga mempelai pasti erat. Terlebih saat melihat oma dan opa Steve memeluk erat Sari dan mereka berdua menemani opa dan opa untuk bertemu dengan orang tua mempelai laki-laki
Flash back off
Sampai acara selesai Steve masih aman, karena Sari benar-benar ga ingin merusak hari bahagia kakaknya tersayang
“Papaaaaaaaaaaaa” teriakan seorang anak kecil mengagetkan Cindy karena dia melihat anak tersebut berlari menghampiri Steve
Steve dan Sari tersenyum bahagia melihat Amora, Steve langsung menggendong gadis mungil itu dan menciuminya serta mengajaknya menemui omanya. “Oma, kenalin dulu ini cece oma” kata Steve pada omanya
“Iyo kah? Anak sapa Steve?” tanya omanya sambil menciumi Amora
“Papa, ini siapa?” tanya Amora polos
“Ini oma tua, dia oma nya papa” jelas Steve
“Suda, panggil oma saja ya cantik” pinta oma. Lalu Steve menjelaskan gadis kecil itu adalah anak Dini dan Harry. Oma yang sangat mengenal Harry terkejut bila ternyata mempelai wanita adalah mantan istri Harry
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya