
Sari bertekad akan mengikuti permainan Nunuk. “Pie, kalau Nunuk telepon dan kita dekatan Papie terima aja dan di load speaker. Kalau sedang enggak dekat Mamie, Papie reject bilang sedang tak bisa terima telepon. Mamie akan mengikuti permainannya.” Sari meminta Steve merespon semua pesan dan telepon dari Nunuk.
“Kan nomornya sudah Papie blokir,” Steve memberitahu tindakkannya tadi.
“Sebentar lagi dia akan menghubungi Papie dengan nomor lain. Tak mungkin dia melepas targetnya begitu saja,” jawab Sari tenang. Dia seakan ahli membaca rekam jejak para ulet bulu. “Sekarang Papie makan dulu, Mamie baru selesai.”
Steve makan sendirian, tapi Sari menemaninya sambil menyusui Dwipa. Saat Steve sedang mencuci tangannya sehabis makan dan ingin menggendong Dwipa, terdengar sambungan telepon masuk. Dari nomor tak terdaftar. “Steve,” suara manja terdengar saat Sari memencet tombol hijau dan langsung menspeakernya.
“Assalamu’alaykum. Maaf dengan siapa?” tanya Steve malas. Dia tahu itu suara Nunuk.
“Kamu mengapa memblokir nomorku?” suara manja itu menjawab serasa tanpa dosa.
“Maaf, serius saya tidak tahu siapa anda. Saya sedang sibuk. Ada yang ingin anda bicarakan?” tanya Steve lagi karena melihat tulisan di ponsel Sari yang memerintahkan dia memancing Nunuk bicara terus.
“Tadi kamu aku telepon minta betulkan mobilku kamu kirim orang lain. Sekarang aku telepon kamu sibuk. Kenapa sih sepertinya kamu menghindariku?” cecar Nunuk.
“Oh, ini ibu Nunuk?” pancing Steve.
“Iya Steve, ini aku!” balas Nunuk.
“Dengar ibu Nunuk yang terhormat. Tadi sudah saya bilang, masa garansi untuk mobil anda sudah habis. Dan saya memandang anda sebagai keponakan Kusno maka saya kirim orang yang kompeten terhadap kesulitan anda. Apa saya salah?” Steve memperjelas semua di depan Sari. Dia ingin Sari tahu yang sebenarnya dari percakapan yang terjadi kalau dia sungguh-sungguh jujur.
“Tapi aku kepengennya ketemu kamu, kerusakan mobil itu hanya alasanku saja biar kita bisa bertemu,” akhirnya Nunuk jujur mengatakan keinginannya.
“Maaf Bu, anda konsumen dan hubungan kita hanya sejauh pembeli dan penjual. Tak ada keperluan lagi untuk bertemu, kalau ingin bertemu anda bisa datang ke show room. Bukan di jalan apalagi mengundang saya ke rumah Ibu hampir tengah malam. Saya seorang suami dan saya punya 3 anak. Apa yang Ibu inginkan? Kalau ibu ingin mencari laki-laki sebagai teman tidur, ibu bisa cari orang lain. Bukan saya!” ketus Steve membalas Nunuk. Steve teramat kapok ribut dengan istri tercintanya karena godaan perempuan diluar sana. Dia tak ingin Sari terluka. Tanpa kompromi dengan Sari, Steve langssung menutup telepon.
“Papie, harusnya jangan emosi. Harusnya Papie menjawab manis dan bikin dia minta ketemuan. Nanti pas ketemuan undang Kusno sebagai saksi,” Sari menerangkan rencananya. Memang tadi dia belum menjabarkan semuanya saat telepon dari Nunuk sudah masuk duluan.
__ADS_1
“Keqi Mam, mana aku tahu rencana Mamie. Njawab obrolan dia aja Papie sebenarnya malas,” protes Steve. Dia lalu keluar membawa Dwipa untuk main dengan jagoannya di kasur lantai anak itu. Sari yakin, perempuan itu tidak akan putus asa dan akan kembali menghubungi suaminya. Sari membuka blokiran atas nama tantenya Kusno. Bahkan suaminya tak menyimpan nama Nunuk di ponselnya.
***
‘Cutiku sudah di ACC, dan mas Anto sudah menatur jadwal meeting serta pelatihan dan penerimaan tamu untuknya di jadwal kepergian kita ke Malang,” chat Dini masuk di ponsel Sari dan Risye. Mereka sejak dulu memang memiliki group chat dengan mana IBU NEGARA.
‘Yess.’
‘Asyiiiiiiiik.’ itu jawaban dari 2 member lain yang Dini baca di group yang baru saja dia kirimkan info tentang ijin cutinya.
‘Gimana kalau kita bikin kaos seragam?’ usul Risye.
‘Boljug,’ jawab Sari.
‘Se 8,’ balas Dini, maksudnya tentu setuju.
‘Kita bikin gambar atau motif sama, beda di warna ya antara lelaki dan perempuan,’ papar Risye lagi memperjelas ide nya.
Dini memberi reply pesan Sari. ‘Setuju banget dek, cari permainan yaang cuma bikin happy aja.’
‘Coba masing-masing kita cari design kaos biar kita lihat mana yang paling kita sukai. Dan kamu Yai, minta ukuran terkini mas Imron, mbak Rina serta Ajeng dan Putri. Biar mereka pakai kaos yang pas, enggak kekecilan atau kebesaran.’ Dini menugaskan semua mulai bergerak.
***
“Sibuk apa Mam?” tanya Steve karena sehabis makan malam Sari sibuk mencari design yang cocok dengan keluarga besarnya di laptop.
“Rencananya kita ingin bikin kaos buat acara famili gathering nanti Pie. Jadi mbak Dini minta kita mengajukan design untuk dipilih.” Sari menerangkan tentang kesibukan yang sedang dia kerjakan. “Sini, Papie bantu cari mana yang bagus,” Sari meminta Steve ikut berpartisipasi.
__ADS_1
“Pasti biaya membengkak dari yang diberikan mas Anto ya,” dengan jelas Steve memberi pandangannya.
“Hahahhaa, pastinya lah,” jawab Sari santai. Para ibu negara sudah memprediksi over budget ini. Dan mereka sudah mempunyai keputusan semua kelebihan biaya akan mereka buat proposal untuk para suami. Tak akan keluar dana dari kantong kas negara. Namun tentang hal ini para ibu negara tidak boleh membocorkan sampai proposal keluar.
\=====================
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
__ADS_1
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
----------------------------