KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
WELCOME BABY DEO


__ADS_3

“Ma. Sari harus di rawat, tolong siapkan baju Sari yang mudah dipakai ya Ma. Sama baju dan celanaku. Tadi aku ke rumah sakit masih pakai sarung Ma,” Steve meminta mama untuk membawakan baju ganti Sari dan Steve karena tadi mereka tidak membawa apa pun. Yang akan mengambil baju ganti adalah mas Anto sekalian mereka menengok kondisi Sari di rumah sakit. Jangankan membawa baju ganti, Steve saja masih pakai sarung belum ganti, karena baru masuk dari masjid.


***


Anto yang datang bersama Dini di rumah sakit tertawa melihat penampilan adik iparnya. “Untung masih sopan yo Steve,” celetuk Dini. Mereka langsung bersiap ke rumah sakit membawakan addik-adiknya makan malam saat mendengar info dari mama. Dini juga mengabari Risye di group chat ibu negara.


“Lha baru masuk rumah, Sari teriak sakit je Mbak. Bagus masih ingat ambil dompet dan ponsel di kamar. Kalau kunci mobil kan ada di bufet depan TV.” Steve langsung mengambil tas berisi baju ganti yang diberikan Anto dan dia mengganti sarung dengan celana yang dikirim mertuanya.


“Kalian makan dulu. Ini ada mie goreng sea food. Aku juga bawakan kopi untukmu,” Dini mengeluarkan makanan yang dia bawa. Selain itu Anto membawakan 1 dus air kemasan botol super kecil yang lebih besar sedikit dari kemasan gelas. Juga semua barang yang kemungkinan dibutuhkan seperti tissue kering dan tissue basah. Selain mie goreng seafood Dini juga membawakan martabak telur yang dia beli di depan rumah sakit.


“Koq bisa tertekan ke jalan lahir tu piye tho?” tanya Dini. Steve tak mau menerangkan takut Sari tertekan jiwanya. Dia membiarkan Sari saja yang cerita. Steve lebih memilih makan saja sambil bercerita dengan Anto.


Cukup lama Dini dan Anto menemani kedua adik iparnya. Pukul 22.00 mereka pamit karena besok harus bekerja. “Kabari kalau ada perkembangan baru ya, kamu upayakan tidur Dek, karena harus menyimpan tenaga kalau memang kepaksa melahirkan.” pesan Dini saat pamit. Tadi Steve dan Anto sempat membeli susu cair kemasan untuk Sari. Sekalian beli sikat gigi dan peralatan mandi bagi Sari dan Steve.


***


Jam 03 malam Sari merasakan sakit. Steve langsung memencet bel memanggil perawat. Ternyata Sari mengalami pembukaan. Saat ini sudah pembukaan 5 sehingga Sari segera dipindah ke ruang bersalin. Steve langsung mengirim pesan pada Mama, group chat kepala negara serta opanya. Dini hari seperti ini tak mungkin menghubungi mereka dengan telepon. Pasti akan mengganggu.

__ADS_1


Baru kali ini Steve menunggu Sari melahirkan dengan tidak ada teman yang menemaninya di luar ruang bersalin. Saat kelahiran Dhisty dan Dwipa, walau Steve berada disisi Sari, tapi diluar ruang bersalin ada mama dan Anto. Kali ini dia sendirian. Karena tengah malam seperti ini tak ada yang merapat, walau Anto langsung merespon karena memang kakak iparnya selalu bangun sebelum salat subuh.


***


“Bawakan pakaian kantor aja Mom. Kalau bisa ya Daddy tetap berangkat kerja. Kita lihat situasi. Mommy jadi jemput mama sehabis antar Moya?” Anto berangkat sehabis salat subuh. Dia membawa sarapan untuk Steve. Walau mepet, tapi Dini menyempatkan membuat nasi goreng untuk Steve dan Anto. Nanti Dini berangkat agak siang sekalian mengantar Amora yang biasa berangkat sekolah dengan daddynya. Sekalian Dini menjemput mama dan mengantar ke rumah sakit sebelum dia berangkat ke kampus.


Anto sampai di rumah sakit pukul 04.50. Sari masih belum melahirkan sehingga Steve belum keluar dari ruang bersalin. “ Gue sudah di depan ruang bersalin ya. Bro kuat ya!” Anto mengirim chat di group dengan men tag Steve.


“Gue baru bangun, lo semua enggak ngabarin dari tadi malam,” protes Leo. Leo memang tahu Sari masuk rumah sakit karena terlalu lelah saat Risye cerita semalam. Tapi dia tak menduga kalau akibatnya sampai harus melahirkan prematur. Risye dan Leo bersiap. Mereka berangkat sehabis sarapan.


“Maz sudah makan sarapannya?” tanya Dini saat bertemu suaminya.


“Sudah,” jawab Anto sehabis memberi salim pada bu Rahma. Dia menerima kopi yang diberikan Leo. Mereka ngobrol pelan-pelan karena banyak juga yang menunggu dengan gelisah. Ada beberapa lelaki yang tidak menemani istrinya di ruang bersalin. Tidak semua lelaki berani menemani istrinya bertaruh nyawa saat melahirkan.


Sudah jam 8 saat Steve akhirnya keluar dengan peluh masih di dahinya. “Sari udah melahirkan bayi lelaki dengan berat 2700gram, saat pukul 07. 17 tadi. Tapi karena premature baby masuk incubator untuk memantau perkembangannya. Tapi sejauh ini kondisi bayi sehat.” Dengan plong Steve bercerita dan dia mencium tangan mertuanya dengan takzim.


“Selamat ya Bro,” Anto dan Leo memeluk sahabat sekaligus adik mereka.

__ADS_1


“Oma, bayi kami sudah lahir,” Steve langsung mengabari sang oma yang tidak menduga kalau cicit ketiganya lahir lebih cepat.


“Puji Tuhan Steve. Oma dan opa ke Jogja lusa ya, karena besok jadwal kebaktian keluarga di rumah,” oma memberitahu tak bisa langsung berangkat ke Jogja.


“Iya Oma, tidak perlu dipaksakan. Yang penting Oma dan Opa selalu sehat.”


“Sapa baby pe nama?” tanya oma dengan dialeg kental Manadonya.


“Lodewjk Pratyaksa Lumowa, dipanggilnya DEO” jawab Steve. Rupanya dia tetap dengan aksara D sebagai huruf awal panggilan anaknya.


Dini dan Risye melihat baby Deo dari kaca. Mereka sangat ingin menggendong bayi mungil itu. Sayang belum bisa karena peraturan dari dokter baby Deo harus dipantau 24 jam dulu.


“Welcome to the world baby Deo!” bisik Dini diluar ruang bayi


 ############## T A M A T ##############


YANG RAJIN KASIH LIKE ATAU VOTE DAN GIFT/HADIAH. PERHITUNGAN DITUTUP SEJAK BAB TERAKHIR INI YAAA. ( TANGGAL 26 JUNI 2022  dan diberi waktu hingga 27 juni 2022 )  

__ADS_1


__ADS_2