
24 TWO THUMBS FOR YOU
“Aku ga bisa makan siang bareng kamu say, hari ini mau kasih tau Harry kalau gugatan sudah aku masukin, jadi dia bersiap mental buat sidang akhir, karena aku ma dia sudah diskusiin ber kali-kali, tapi kan dia tetap wajib di kasih tau progressnya” kata Dini
“Jam berapa kamu kesana?” tanya Steve
“Ni udah mau berangkat” jawab Dini
“Ya udah, kalau kerjaanku bisa cepet selesai, ketemu di lapas ya, kalau lama selesainya ya pas makan siang kan bisa ketemu” bujuk Steve
“Ok, see you” jawab Dini sambil masuk ke mobilnya
Steve bertemu Dini di ruang tunggu Lapas, karena belum jam berkunjung. Steve yang menemaninya saat itu benar-benar takjub akan sikap Dini yang sangat menjunjung tinggi adab tata krama.Hari ini Dini dia membawakan makanan untuk Harrry serta photo Amora terbaru. Pertama bertemu Dini langsung mencium tangan Harry membuat Steve makin kagum pada sosok sahabatnya ini
“Pa khabar bro” sapa Steve sambil menyalami kawannya itu
Steve trenyuh melihat Harry ngobrol dengan Amora via telpon, kadang di bantu Dini sebagai translater.
***
“Kita ke café pelangi aja ya?” tanya Steve saat keluar lapas menuju parkiran
“Boleh” jawab Dini ambil menuju mobilnya
“Hati-hati” kata Steve sambil menuju mobilnya juga
Sambil menunggu makanan diantar Steve membuka pembicaraan. “Gue salut ama elo, masih aja hormat ke Harry, masih cium tangan. Bisa ya lo” serunya
“Kamu aku sayangku” Dini memperingatkan Steve. “Sampai ketok palu sidang cerai diputuskan, dia tetap imamku, tetap suamiku, dan aku sudah ikhlasin jalan yang aku pilih, aku ga mau kami gontok-gontokan, karena kami punya Amora. Walau jujur aku masih sakit, tapi kan ga harus bikin aku jadi ga hormat” jawab Dini bijak
“Kalo ga malu, gue nangis liat Harry ngobrol ama Amora tadi” jelas Steve
“Aku, bukan gue” ralat Dini. Steve tersipu, kadang dia masih aja keceplosan
“Tiap ada kesempatan, aku emang kasih mereka ngobrol, aku ga mau menjauhkan keduanya, sampai kapanpun Harry adalah ayahnya Amora
“Two thumbs for you” kata Steve sambil menunjukan dua jempolnya. “Sambil makan yok,” katanya karena makanan yang mereka pesan sudah datang.
“Mau cerita apa?” tanya Dini
“Aku tu dapat promosi jabatan, tapi dipindahin ke cabang Jogja atau Bali, gimana menurut kamu?” tanya Steve
“Menurut kamu, mana yang prospek naiknya lebih cepat?” tanya Dini
“Kantor Jogja lebih kecil, jadi sepertinya disana aku akan lebih mudah naik dan berkembang lebih baik dari pada di Bali yang lebih complex departementnya” terang Steve
“Lha kalau udah tau gitu, kenapa tanya aku? Apa kamu lebih condong ke Bali walau lebih liat potensi di Jogja, itu yang bikin kamu puyeng jadi tanya aku?” terka Dini
“Iya, pengen banget hidup di Bali, kayaknya gimanaaaaa gitu” kata Steve
__ADS_1
“Andai kamu seagama ama aku, kamu bisa sholat istikharah buat nentuin yang terbaik untukmu. Coba deh kamu berdoa dan minta petunjuk untuk mantepin pilihanmu” saran Dini
“Trus, gimana hubunganmu ama Sari? Jangan main-mainlah, kamu bukan anak ABG lagi, usia udah mapan, cari yang serius” lanjut Dini lagi
“Aku serius ke Sari, aku ga ngerti, kenapa bisa naksir anak bau kencur itu” jawab Steve bingung atas perasaannya yang datang tiba-tiba
“Gimana mau serius wong keimanan kalian berbeda, sebelum basah, mending kamu pikir ulang, ini bukan soal ganti baju lho” nasehat Dini bijak
“Serius aku tu ga main-main, aku mau serius ke Sari dan aku akan cari solusinya. Jujur waktu mau dekatin kamu saat kamu SMA aja aku mikir ga mau ngelanjutin karena beda prinsip, maka aku lebih senang kita bersahabat, tapi ke Sari ga bisa. Aku ga pengen mundur apapun alasannya” jelas Steve
“Ga akan ada kompromi, solusinya kalian satu agama atau pisah diawal seperti sekarang. Sari itu seperti adikku sendiri, mungkin karena aku bungsu, jadi sejak SMP waktu awal kenal Anto ya aku senang punya adik.” jelas Dini tegas
“Aku tau hanya 2 pilihan itu, tapi yang pasti pilihan ke dua ga akan aku pilih, aku ga pengen mundur dan pisah ama dia. Namun untuk pilihan pertama aku masih bingung untuk ambil poin itu” jawab Steve
“Kamu ingat kan, aku pernah cerita kalau mamiku asli Klaten, dan papi jadi mualaf saat menikah dengan mami?. Jadi aku dan Angel juga muslim sejak lahir, hanya sejak papi dan mami meninggal aku di rawat opa dan oma, di raport serta KTP aku masih muslim karena ikut data papi. Namun keseharianku sejak usia 10 tahun ikut oma. Ini yang aku bingungin. Aku ni hanya islam KTP” keluh Steve. Steve memang tinggal dengan omanya sejak usia 8 tahun, namun baru 2 tahun kemudian dia mengikuti kegiatan beragama oma nya
“Aku baru tau kalau ktp mu seperti itu Steve. Tapi jujur kalau soal agama aku ga mau ikut campur, karena itu ada dalam lubuk hati setiap orang” Dini ga bisa memberi saran, karena soal keyakinan itu bukan masalah sepele, dia ga akan ikut campur, dia melanjutkan makannya.
HP Steve berbunyi berbarengan dengan HP Dini bergetar.
“Hallo bro, pa khabar” sapa Steve pada orang yang menelponnya. “Gue di café pelangi lagi makan siang, tapi udah mau selesai sih, kalau lo mau dateng mbayarin ya gue ga nolak. Balik kantor tapi siangan lah” begitu percakapan Steve
Sedang Dini mendapat telpon dari pengasuh Amora yang melaporkan susu Amora akan habis.
Lamat-lamat terdengar lagu bermimpi dari Base Jam
Kala aku sedang sendiri kucoba renungi
Sampai kini kusadari aku tetap tak perduli
Hanya aku jalani hidup ini, hoeoo... yee...
'Ku duduk dalam sepi, 'ku melamun sendiri
Mau apa aku ini, tak kupahami
Semua orang pasti ingin dapat raih bahagia
Kalau hanya itu aku pun t'lah mengerti
Kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini 'ku tak tahu pasti
Aku hanya bisa bermimpi
'Ku hanya ingin hidup bahagia oh...
Aku hanya bisa bernyanyi
__ADS_1
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi, hoeoo... yee...
Aku lihat layang-layang dapat terbang tinggi
Namun sesekali goyah dan ia jatuh lagi
Apa mungkin kutemui kunci di hati
Yang 'kan ungkapkan segalanya suatu saat nanti
Kadang-kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini 'ku tak tahu pasti
Aku hanya bisa bermimpi (bermimpi)
'Ku hanya ingin hidup bahagia (sampai akhir nanti)
Aku hanya bisa bernyanyi (dalam hati)
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi
Kadang aku bermimpi, ingin aku miliki
Khayalan yang ada di hati
Bukanlah mimpi, eeyoo...
Bukanlah mimpi, yooo...
Kadang-kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini 'ku tak tahu pasti, yeee... (pusing hatiku saat ini)
Bermimpi (bermimpi)
Ku hanya ingin hidup bahagia (sampai akhir nanti)
Aku hanya bisa bernyanyi (dalam hati)
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi
Hoeyoo... hoeyoo...
Bermimpi... bermimpi...
Saat sedang intro Steve meminta Dini memperhatikan syair lagu itu. “Gue banget nih lagu” kata Steve
“Ga usah bingunglah, mantabkan hati aja” jawab Dini. “Kamu sudah diminta balik kantor ya?” tanya Dini
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya