KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
88 KALAU BISA, SAYA INGIN ANAK IBU DIHUKUM MATI!


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.


Sari dan Steve mulai merasakan jadi orang tua denga segala keruwetannya saat anak demam imunisasi. Gimana kelanjutan certanya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


---------------


Siang Adisthy masih tenang walau mulai naik suhu tubuhnya. Sesuai petunjuk dokter sejak tadi Sari sudah meneteskan obat penurun panas di mulut bayi perempuan nan menggemaskan. Adhisty mulai rewel bila tangan yang di suntik tadi tersentuh oleh mamie atau papie nya.


Dan rupanya karakter Adhisty sama dengan Amora. Saat demam Adhisty sama sekali tidak mau tidur di kasur. Sepanjang siang hingga sore ini dia hanya bisa tidur dalam gendongan mamie atau papienya.  Mama mengajarkan Adhisty tidur dalam pangkuan orang tuanya namun jangan di gendong agar bila orang tuanya mengantuk, dia tidak terjatuh. Mama menyarankan Steve atau Sari duduk bersandar di kasur, sehingga bila ketiduran bayinya aman tidak jatuh.


***


Saat ini Sari sedang mengamati putri kecilnya yang semakin chubby. Pipinya sebesar bakpao membuatnya semakin gemas dipandang. Sari bersyukur mengingat bagaimana dia hampir kehilangan putrinya saat di kehamilan 6 bulan mendapat serangan dari Dito, anak lelaki tanggung pengguna narkoba yang diperintah oleh Belinda dan Catthy. Karena kesalahan itu, dia maupun Steve bergeming saat orang tua kedua perempuan itu minta keringanan hukuman dari Sari.


Flashback on


Tok …Tok … Tok


Palu hakim ketua memutuskan hukuman 20 tahun bagi Catthy dan Belinda yang terbukti menjadi dalang pembunuhan berencana terhadap Sari. Isak tangis merupakan kelanjutan jerit tak terima dari Belinda dan Catthy saat mendengar vonis itu. Sementara ibu Belinda langsung pingsan dan mami Catthy diam tercekat tanpa bisa berkata apa pun. Ke dua ibu itu tak percaya anaknya akan mengalami nasib buruk karena mengejar cinta seorang lelaki yang tak memandang sebelah mata pun pada kecantikan wajah anak gadis mereka. Kecantikan wajah yang tak di ikuti dengan kecantikan akhlak memang tak ada gunanya. Sesal saat ini tentu tak berguna.


Mami Catthy cepat bertindak, dia segera menghampiri Steve yang datang dengan pengacaranya. Sari istri Steve sebagai korban kejahatan tidak hadir karena sedang hamil besar menanti saat kelahiran. “Selamat siang pak Steve, bisa minta waktu untuk berbicara?” tanya mami Catthy dengan sikap elegannya.


“Selamat siang, Bu. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Steve hati-hati. Steve tahu perempuan terpelajar dengan dandanan berkelas di depannya adalah ibunya Catthy.


“Bagaimana bila kita bicara disana?” ibu tersebut menunjuk sebuah meja di bawah payung kanopi di halaman pengadilan tersebut.


“Bang, ayok temani. Saya tidak ingin bicara sendiri,” Steve mengajak sang pengacara untuk mendampinginya agar ada saksi. Sang pengacara ikut berjalan ke arah meja yang ditunjuk.


“Perkenalkan, saya Shintya, maminya Catthy,” perempuan cantik nan modis mengulurkan tangan untuk berkenalan. Steve dan pengacaranya menyambut uluran tangan tersebut dengan ramah.

__ADS_1


“Saya sebagai maminya Catthy pada kesempatan pertama tentu saja memohon maaf atas kejadian ini sehingga membuat istri anda mengalami kejadian yang tidak mengenakan. Dan pada kesempatan kedua saya mohon agar pak Steve mau memberi keringanan pada anak saya agar anak saya bisa mendapat keringanan hukum bila saya melakukan banding,” demikian permintaan bu Shintya pelan namun jelas.


“Apa Catthy benar anak kandung ibu?” tanya Steve datar.


“Benar pak Steve, dia anak nomor dua. Anak pertama Sandra, menetap di Aussie,” jelas bu Shintya.


“Sebagai seorang ibu, tentu Bu Shintya tahu bagaimana sakit dan sedihnya bila kehilangan anak kan?” Steve masih bertanya dengan datar.


“Sangat tahu pak Steve, itu sebabnya saya mohon keringanan hukuman karena saya sangat mencintai anak saya tersebut,” mohon Bu Shintya, tak sadar sedang digiring dengan opininya sendiri.


“Bisa ibu bayangkan, istri saya bila sampai dia kehilangan bayi kami saat itu? Bisa ibu bayangkan bila karena musibah itu istri saya kehilangan rahimnya dan tak akan pernah bisa punya anak lagi? Dan bisa ibu bayangkan nasib saya, andai saat musibah itu anak serta istri saya meninggal? BISAAAAAA?” Steve panas dan teriak ketika menyebut kata terakhir. Dia sangat marah terhadap ke egoisan Bu Shintya yang hanya berpikir dari sudut pandang dirinya sendiri tanpa memikirkan sudut pandang dirinya dan Sari sebagai korban pembunuhan berencana yang dilakukan anak gadisnya. “Andai saya bisa, saya ingin anak ibu di hukum mati!”


Tanpa pamit, Steve langsung meninggalkan bu Shintya yang terpaku. Ibu itu baru menyadari, dia sangat bodoh dan egois. Dia hanya melihat dari sudut pandang dirinya tanpa memikirkan korban. Dia menyesali permintaan yang dia lakukan pada Steve.


Sebelum meninggalkan bu Shintya, pengacara Steve berkata pelan. “Saya tunggu permohonan bandingnya, dan akan saya pastikan hukuman yang lebih berat menanti putri anda yang tak berakhlak itu!”


Flashback off


“Anak papie sudah kenyang ya?” Steve mengamati Adhisty yang sedang di toel-toel pipinya.


“Enggak mungkin kan anakku ngikutin tingkah tetangga?” balas Steve santai. “Ayok kita makan siang dulu,” Steve mengajak Sari makan siang. Dia selalu mengawasi asupan gizi ibu menyusui apakah memadai. Karena dia tak ingin Sari makan asal kenyang saja.


“Habis ini aku ke show room, ada kerjaan yang harus aku handle?” tanya Steve pada istrinya.


“Tolong lihatin stock minggu ini aja Pie, aku belum terima laporan mbak Esti tentang laju keluar masuk barang minggu ini,” jawab Sari. “Oh sama tanyakan mas Warman soal tawaran dari pengrajin batik serat nanas Kulon Progo ya Pie, belum aku follow up lagi pembahasannya.”


Sari mengantar Steve hingga pagar. Selama Sari tidak berangkat ke butik, Steve juga hanya sesekali ke show room, itu pun tidak lama. Mereka lebih banyak melakukan kegiatan bisnis dari rumah.


***


Steve tekun mengamati data penjualan di show room nya saat seseorang yang tak pernah dia duga datang ke show room nya dan mengusik ketenangan hidupnya. “Pak, ada yang ingin bertemu,” lapor mas Yudo salah satu bagian administrasi. Di show room tak ada ruangan tersendiri yang tertutup bagi Steve, meja kerjanya hanya tidak terlihat dari show room karena tertutup sekat dinding namun bukan berupa ruangan. Dia tidak ingin punya ruang kerja tertutup. Bila ingin ruang kerja tertutup bisa di ruangan Sari di butik. Semua untuk mencegah hal yang tak di inginkan.

__ADS_1


Steve keluar menuju space sofa penerima tamu di show room. Dilihatnya seorang perempuan membelakangi arah ke datangannya dari dalam. “Ada yang bisa saya bantu?” Steve bertanya sopan.


“Mas Steve,” sapa perempuan itu sambil berdiri dan menghampiri Steve dan bergelanyut manja di lengan Steve.


“Ada perlu apa ya?” tanya Steve dengan melontarkan pandangan tak suka pada tamu nya itu, serta mengibaskan pegangan tangan Jelita di lengannya.


“Aku kangen mas Steve, apa enggak boleh aku datang kesini?” tanya Jelita, sambil berupaya mendekatkan wajahnya ke pipi Steve. Tamu perempuan itu memang Jelita, perempuan keponakan bu Gita yang bermasalah di kantornya dulu.


-----------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


*Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)*


*Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis  *TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya

__ADS_1


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


-----------------------


__ADS_2