
Masih suasana lebaran, bagaimana serunya mudik setelah dua tahun kita tidak bisa mudik?
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.
Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Steve menghampiri istrinya, dia membawa selimut yang baru dia ambil dari lemari. Di selimuti tubuh istrinya, dia tidak mau membopong Sari dan memindahkannya ke kamar. Steve takut Sari tak menyukai perlakuannya itu, jadi dia lebih memilih memberi selimut saja. Di ciumi pipi dan kening istrinya dengan lembut, dia sangat rindu sudah berpisah lebih dari 24 jam tanpa berinteraksi dengan apa pun baik telepon maupun chat. Dia kecup perut istrinya dari balik selimut. ‘Kuat bertahan ya de, papie, mamie dan kakak mencintaimu.’
Sari yang merasakan kecupan di keningnya membuka mata dengan malas karena sangat mengantuk akibat obat pengurang stress yang di minumnya. ”Hhmmm … “ gumam Sari sambil beringsut sedikit.
Steve memeluk istrinya, namun tidak masuk ke dalam selimut. Tanpa sadar Sari membalas pelukannya dan mengguselkan kepalanya ke dada Steve, tempat paling dia sukai dalam dekapan suami tercinta nya.
Setelah cukup lama Sari tidur dalam pelukannya, Steve kembali ke kamar, karena Adhisty berada dalam kasur yang tanpa pagar, tidak seperti ranjang di kamar Adhisty.
***
Sari bangun agak kesiangan, dia merasa tadi malam Steve tidur memeluknya. Saat terbangun dia lihat Steve sedang menggendong Adhisty, padahal masih mengenakan sarung. Mungkin Dhisty bangun saat Steve sedang salat subuh dan dia melakukannya di kamar agar tidak meninggalkan Dhisty sendirian di kamar.
“Nah Mamie sudah bangun ‘tu, good morning Mamie,” sapa Steve mewakili Adhisty sambil mengecup kening Sari. Dia juga menyodorkan wajah Adhisty agar mendapat kecupan dari Sari.
“Good morning sayangnya Mamie,” balas Sari mengecup kedua pipi Adhisty.
“Papie enggak dapat morning kiss?” Steve menyodorkan pipinya. Sari mengecup pipi suaminya dengan hangat. Tentu saja Steve kaget menerima perlakuan yang tak terduga seperti itu.
Mbak Irah mengantarkan sarapan Sari, saat melihat bubur sumsum Steve langsung merasakan mual. Dia menurunkan Adhisty dari gendongannya dan berlari ke toilet di kamarnya.
“Mbak, pegang kakak Dhisty lagi ya, Bapak udah mulai muntah ‘tu,” Sari meminta mbak Irah menjaga Adhisty. “Eh tapi tolong ambilkan diapersku dan satu buah plastik kresek buat bungkus diapers kotornya ya Mbak,” pinta Sari, dia ingin ganti diapers. Memang selama bed rest Sari meminimalisir bergerak. Dia akan ke kamar mandi saat buang air besar saja, biasanya sekalian mandi agar tidak dua kali buang waktu.
Sari memberikan mangkok kotor bekas bubur pada mbak Irah karena dia takut di ambil Adhisty yang sedang aktif mengambil apa saja untuk mainan. Sehabis minum obat maka Sari mengganti diapers sendiri tanpa pertolongan siapa pun. Dia melakukan semua aktivitasnya di balik selimut tanpa perlu berdiri. Tadi mbak Irah juga sudah membawakan tissue basah, sehingga sebelum ganti diapers dia sudah membasuh dengan tissue basah terlebih dahulu.
“Bisa ganti sendiri?” tanya Steve saat Sari sudah selesai dan tinggal memberikan kresek berisi diapers kotor. Sari sengaja melapis kreseknya agar orang yang membuangnya tidak ji_jik memegangnya.
Steve tanpa ragu mengambil kresek yang Sari letakkan di sisi kasur, karena tempat sampah terlalu jauh dari jangkauan Sari. Saat itu terdengar ponsel Sari berdering.
“Assalamu’alaykum Bram,” sapa Sari melihat nama pemanggil adalah kawannya di kampus dulu.
__ADS_1
“Ini aku,” jawab Endah. Rupanya dia menggunakan ponsel suaminya.
“Jawab salam dulu oneng,” Sari pun langsung tertawa.
“Maaf, iya wa’alaykum salam mama Yai,” goda Endah.
“Kamu masih butuh sawo mentega? Bram dapat, tapi kesemeknya enggak,” Endah langsung to the poin karena suaminya sudah hendak berangkat kerja, tentu saja ponselnya ditunggu suaminya.
“Mau … kamu kirim aja pakai herona biar besok sampai,” pinta Sari.
“Bram siang ini ke butik mu,” balas Endah.
“Aku di rumah, bed rest, biar Bram ketemu abang aja ya?” Sari memberi alternatif pada Endah.
“Kamu sms saja alamatmu, biar Bram ke rumahmu aja!” jawab Endah. “Cukup ya, dia mau berangkat ke bandara.”
Sari belum membalas, Endah sudah menutup sambungan telepon. Sari memberi alamatnya via sms ke nomor Bram. Steve mendengar istrinya bicara di telepon, namun dia tidak tahu isi pembicaraannya.
Steve sengaja mengajak Dhisty bermain di karpet dekat kasur Sari, agar Sari tidak merasa sendirian, kadang dia melibatkan Sari untuk berinteraksi.
Sehabis memandikan Adhisty seperti biasa Steve mengontrol show room nya melalui telepon dengan pegawainya di sana. Di sela telepon Steve sempat sekali muntah dan dia sekalian mandi agar tidak bau mengganggu Sari.
Saat Steve keluar kamar dan berjalan ke arah nya Sari mengembangkan kedua tangannya sebagai tanda minta dipeluk. Steve langsung menghampiri dan memeluk lembut istrinya, dia hanya menciumi pipi dan kening serta puncak kepala Sari tanpa berkata-kata. Dia tak ingin salah ucap.
Steve berbaring di sisi Sari sambil memeluknya. “Bobo aja biar otaknya rehat ya, Papie akan selalu di sini menemani Mamie dan Dede,” bisik nya.
Tak lama Sari pun terlelap dalam pelukan damai suaminya. Steve meminta mbak Irah jangan mendekatkan Adhisty agar Sari tak terusik.
Siang hari Sari tidak makan nasi, sejak kemarin dia minta siomay, maka mama membuatkan siomay dengan banyak ikan agar protein hewani yang di konsumsi Sari tercukupi. Mama juga membuat baso ikan dan otak-otak ikan. Dan tentu saja mama membuat dalam jumlah banyak karena sekarang mama sudah punya seorang kurir khusus. Saino tukang ojek di ujung jalan sering mama minta untuk mengantar apa pun ke rumah Dini. Sehingga mama tak perlu menyuruh Steve lagi.
Sari dan Steve makan siomay dan mama terpaksa makan nasi sendirian. Namun seperti kemarin, mereka makan dekat Sari agar Sari tidak kesepian. “Mau nambah?” tanya Steve melihat siomay Sari hampir habis.
“Aku mau yang di piring Papie aja,” jawab Sari. Steve langsung menghentikan makannya agar masih banyak yang tersisa di piring nya untuk Sari.
“Mau dipindah ke piringmu atau pakai piring Papie?” tanya Steve.
Sari menghabiskan siomay di piringnya, lalu dia taruh piring di lantai dekat Steve. Dia diam tidak mengambil piring dari tangan Steve. Tanpa ragu Steve menyuapi Sari. Dan Sari menerimanya dengan senang. “Masih mau nambah?” tanya Steve lagi. Sari hanya menjawab dengan gelengan kepala.
Steve memberikan tissue pada Istrinya juga segelas air putih.
__ADS_1
Sore menjelang maghrib Steve menerima sawo mentega dari Bram dengan mata berkaca-kaca. Karena keinginannya ini istri tercintanya sampai terluka. Dia sungguh tak menyangka ngidamnya kali ini hampir membuat mereka berpisah.
***
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?
__ADS_1