
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Plong ya Sari saat dia bisa menyalurkan ASI nya untuk Adhisty. Badannya tentu tidak jadi demam. Di Bab ini akan kita lihat si ulet bulu malah berniat menggoda bang Steve lho Gimana kelanjutan ceritanya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
--------------------
Steve menjelaskan umumnya hanya berupa snack dan teh atau kopi. Kadang ada yang lebih suka rebusan kacang, pisang, ubi dan makanan tradisional lain. Walau ada juga beberapa yang menyediakan makan. Sari lebih senang dengan aneka rebusan. Dia memilih itu dan beberapa snack tradisional.
***
Di kantor selain mengamati berkas kerjaannya, Pak Isman sibuk mencari iklan rumah yang bisa dia segera beli dan sesuai dengan selera istri dan dirinya. Anak-anaknya sudah tidak perlu dipikirkan masalah harus dekat dengan sekolah, karena kedua anaknya sudah bukan anak kecil. Jelita sudah lulus kuliah dan Akbar sudah SMA, bisa berangkat sekolah naik motor sendiri. Bahkan kadang Akbar sering berangkat sekolah mengendarai mobil miliknya. Pak Isman bebas mencari lokasi mana pun untuk lokasi rumah barunya nanti. Dia juga secara perlahan akan menjual rumah yang sekarang ditinggali dan rumahnya yang berada di Bogor. Dia harus menghilangkan jejak buruk di lingkungan baru nanti.
Namun di rumah bu Neni gemetar saat menerima panggilan dari kantor polisi untuk anaknya. Walau sudah mempersiapkan mental. Walau surat ini bukan kejutan karena dia sudah tahu lebih dahulu. Tetap saja dia merasa sangat sedih dan terluka. Dia menghubungi pak Isman yang sedang bekerja di kantornya. “Assalamu’alaykum Yah.”
“Wa’alaykum salam Bund, ada apa koq tumben telepon?” tanya pak Isman yang sedang memandangi banyak brosur perumahan siap huni.
“Surat panggilan untuk Lita sudah ada. Dia harus datang besok jam 9 pagi,” bisik bu Neni.
“Bunda telepon Lita. Kasih tahu saja ada panggilan itu. Jangan lupa bunda bilang, bila dia tidak hadir maka jaminannya adalah ayah masuk penjara.” Pak Isman sengaja memberi ultimatum Lita lewat istrinya. Dia tak mau Steve tambah berang dan akan membuat usahanya hancur.
“Ayah saja yang telepon Lita. Kalau sama Bunda dia mana mau nurut?” bu Neni malah melempar tugas memberitahu Lita, kepada suaminya.
“Ya sudah, akan ayah telepon agar dia bisa segera pulang dan melihat surat asli panggilan polisi itu.” Pak Isman menerima pelimpahan yang diberikan istrinya. Dia langsung men dial nomor anak sulungnya.
“Iya Yah?” Jelita langsung menerima telepon ayahnya tanpa mengucap salam.
“Kalau menerima telepon ‘tu sopan, salam dulu,” pak Isman mengingatkan putrinya.
“Assalamu’alaykum Yah.” akhirnya Jelita menyampaikan salam.
__ADS_1
“Wa’alaykum salam. Kamu dimana?” pak Isman sejak mendapat info dari Steve bahwa Lita ada di Jogja memang memerintah untuk segera pulang ke Jakarta.
“Di Bekasi, rumah teteh Santi,” kali ini Jelita menjawab jujur karena memang dia sedang berada di rumah sepupunya kerabat bundanya, bukan dari ayahnya yang asli Solo.
“Segera pulang. Namun sebelumnya, kamu telepon Bundamu. Dia baru saja mendapat surat panggilan dari polisi untukmu!” pak ISman bicara tegas.
“Apa ….” Jelita tak percaya menerima info dari ayahnya.
“Ya, kelakuanmu di Jogja kemarin menuai bencana. Steve melaporkan dirimu. Bersiaplah kamu menerima konsekwensi perbuatanmu. Kamu yang menanam sendiri. Kamu tidak kapok setelah diberi maaf oleh Steve dahulu. Saat ini dia sudah bicara dengan ayah tidak akan pernah mencabut laporannya. Jadi kamu harus bersiap apa pun keputusan di kantor polisi nanti.”
“Kapan Ayah bicara dengannya?” Jelita tak menyangka ayahnya sudah mengetahui keisengannya. Ya, Jelita hanya menganggap perbuatannya adalah keisengan belaka.
“Saat ayah bilang kamu ada di Jogja bukan di Bogor dan Bunda menyuruhmu pulang, itu karena ayah dan pakde Hendro sudah bicara dengan Steve. Dan datamu juga sudah dipegang Steve maka dia bisa akurat melaporkanmu ke polisi,” jawab pak Isman. “Sekarang lebih baik kamu patuhi hukum. Karena bila kamu tidak patuh, maka ayah yang akan menjadi penggantimu. Kamu tahu bila ayah yang tersangkut masalah dan dipenjara? Maka akan membuat perusahaan bangkrut. Bila perusahaan bangkrut, maka nasib ribuan orang yang makan dari perusahaan akan terkena imbasnya. Dan itu karena ayah harus menjadi pengganti kamu bila kamu tak taat hukum.”
Jelita diam. Dia tidak menyangka Steve bertindak kejam seperti itu. Dia akan mencoba bargaining dengan Steve. Dia tak ingin dihukum. Dan dia juga tidak ingin ayahnya kena imbas atas kelakuannya. Andai waktu pemanggilan masih lama tentu dia akan mendatangi Steve dan melempar tubuhnya untuk membuat Steve mau membatalkan tuntutannya. Atau setidaknya tidak membuat tuntutan yang sangat keras dan merugikan dirinya. Tapi karena panggilan tinggal esok, maka dia hanya bisa menghubungi Steve via telepon. Saat ini dia masih mendengarkan ayahnya berceramah. Jelita menanti ayahnya menyudahi pembicaraan ini. Karena dia tahu bila dia yang memutuskan sambungan pembicaraan, tentu ayahnya akan semakin marah.
***
Ada panggilan masuk di ponselnya saat Steve baru saja selesai memakaikan diapers Adhisty. Mereka akan membawa Dhisty untuk kontrol bulanan. “Mam, tolong angkat itu telepon masuk,” pinta Steve pada istrinya yang sedang memasukkan baju ganti dan sebotol ASI ke dalam tas baju Dhisty. Sengaja Sari membawa sebotol ASI, sebagai prepare bila lingkungan tidak memungkinkannya memberi ASI secara langsung.
“Ya angkat saja Mam, mungkin dari calon konsumen, kalau pun bukan, ya angkat saja.” Steve membenarkan dress anaknya dan mengangkatnya ke gendongan.
“Assalamu’alaykum.” Sapa Sari.
‘Ah, sial. Yang mengangkat istrinya. Aku enggak mungkin merayu perempuan itu untuk mencabut laporannya.’ Jelita langsung mematikan sambungan telepon yang barusan dia lakukan.
“Mendengar suaraku, dia langsung menutup teleponnya Pie. Dia enggak ingin bicara denganku.” Sari memberikan ponsel itu ke Steve.
“Mungkin dia takut salah sambung Mam, menghubungiku, koq yang angkat perempuan,” Steve masih berpikir positif.
“Bisa jadi begitu. Atau dia maunya bicara denganmu, bukan dengan istrimu,” Sari mulai mencurigai ada seorang yang tak ingin bicara dengannya.
__ADS_1
“Kalaupun itu sesuai dengan dugaanmu, yang pasti dari Papie tak pernah ada niatan menyembunyikan siapapun. Sini biar papie hubungi dia balik dan kita dengar bersama ya?” Steve langsung menerima ponselnya dan menghubungi nomor yang baru saja menelpon dirinya.
“Assalamu’alaykum.” Steve sengaja lebih dulu bicara agar orang yang dia hubungi tahu, dirinya sendiri yang bicara. Namun tentu saja Steve meloud speaker ponselnya agar Sari bisa mendengar isi pembicaraannya.
‘Wah dia menghubungiku kembali,’ Jelita sangat senang saat nomor Steve meneleponnya. Namun dia tak ingin gegabah. Dia menunggu suara si penelepon terlebih dahulu. Karena dia takut yang menghubunginya adalah istri Steve. “Wa’alaykum salam mas Steve, apa khabar?” suara manja sengaja Jelita lontarkan menjawab salam Steve.
“Maaf, ini dengan siapa? Tadi anda menghubungi saya?” tanya Steve sambil mengernyitkan alisnya karena dia tidak mengenal siapa yang menjadi lawan bicaranya. Sari mendengarkan di depan suaminya.
-------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
__ADS_1
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
-----------------------