KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
HEBOH LOMBA HARI PERTAMA


__ADS_3

“Jangan lupa ya, nanti semua pakai kaos seragam. Jadi kita bisa buat foto keluarga,” Anto yang akan masuk ke kamarnya berpesan pada yang dia temui.


“Siyaaaaaaaaap boss,” jawab Steve.


“Saya minta alat bakar ikan dan ayam sudah ready sehabis maghrib ya Pak,” pinta Leo pada pegawai penginapan. Dia tak ingin istrinya terlambat makan. Kalau anak-anak tentu bisa diberi makan dengan lauk lain, tapi Risye yang sudah tahu menu makan malam adalah ikan bakar tentu tak mau bila disuruh makan duluan.


***


Sebelum acara lomba dimulai semua berfoto keluarga karena saat ini mereka pakai kaos seragam. Aneka gaya mereka lakukan. Menggunakan kamera digital dan distel dengan timer mereka semua berpose gembira.


Kali ini lomba bakiak tandem akan dimulai. Bakiak tandem adalah permainan yang menggunakan sebatang papan agak panjang dengan dibuatkan karet bagian atas untuk kaki peserta. Jumlah karet bisa 2 atau 3 bahkan 5 tergantung jumlah peserta tiap group. Kali ini keluarga Anto hanya membuat yang untuk 2 peserta tiap bakiak.


seperti ini ya yang disebut bakiak tandem



Semua wajib ikut termasuk para asisten yang sedang free, sedang tidak momong. Tentu saja ada pengecualian yaitu untuk mama Rahma, dan Risye serta Sari. Sari dan Risye bertugas sebagai panitia.


Anto tentu saja berpasangan dengan kekasih hatinya. Steve berpasangan dengan Ajeng. Leo berpasangan dengan Putri. Mbak Rina berpasangan dengan mas Imron serta dua pasang lagi dari asisten. Semua bersiap di garis start yang dipandu oleh Sari, dan di garis Finish akan diawasi oleh Risye.


Riuh rendah suara teriakan dari semua peserta termasuk penonton. Dan pegawai penginapan yang sedang rehat sore juga ikut menonton sehingga semakin rame. Awalnya pasangan Steve dan Ajeng memimpin, tapi sampai di tengah, pasangan asisten rumah tangga menyusul, di posisi ke tiga ada pasangan mbak Rina dan Anto yang saling mengejar.


Amora sangat senang, dia berteriak dan hampir berlari ke tengah arena lomba bila tak dipegang oleng sang nenek. Akan bahaya bila tertabrak peserta lomba. Akhirnya lomba berakhir dengan pemenang utama dari asisten rumah tangga, pemenang ke dua mbak Rina dan mas Imron dan pemenang ke tiga adalah Steve dan Ajeng.


Lomba ke dua adalah lomba joget balon. Kali ini Sari dan Risye bisa ikut karena permainan kali ini tidak banyak bergerak yang akan menyebabkan kehamilan mereka terganggu. Pasangan peserta akan berjoget dengan balon yang diletakkan di kedua dahi mereka. Kedua tangan mereka ada di belakang atau kalau sedang berjoget boleh bebas hanya tidak boleh sekali pun memegang balon untuk di betulkan. Bila balon jatuh, maka pasangan itu akan kalah. Pasangan yang akan repot adalah Sari dan Steve serta Anto dan Dini. Karena tinggi mereka agak berbeda jauh, sehingga Anto dan Steve tentu harus agak repot menunduk. Pasangan lain yang bukan suami istri adalah Ajeng dan Putri serta para asisten rumah tangga.


Lagu dimulai, semua peserta berjoget dengan santai. Awalnya terlihat mudah, namun lama kelamaan ada yang posisi balon di dagu, ada yang di hidung dan kali ini pasangan asisten rumah tangga sudah kalah semua. 2 pasangan dari para asisten tereliminasi sejak awal. Pasangan kalah berikutnya adalah mas Imron dan mbak Rina.


“Daddy, awas balonnya jatuh!” pekik Amora gemas. Dia melihat posisi balon mommy dan daddynya sudah sangat mengkhawatirkan. Dan akhirnya pasangan Anto dan Dini kembali kalah. Saat ini yang tersisa pasangan Risye dan Leo, pasangan Ajeng dan Putri serta Steve dan Sari. Mereka saling bertahan untuk merebut posisi 1,2 dan 3.

__ADS_1


“Yaaaaaaaaaaaaaahhh,” Sari berteriak karena balonnya jatuh. Dia lelah tapi bahagia bisa berpartisipasi ikut perlombaan yang sangat menghiburnya. Jadilah Sari dan Steve di posisi ke 3. Dua pasangan lainnya terus berjoget.


“Waaaaaaaah, kalah juga aku,” Risye pun mengakui kalah saat balon miliknya dan Leo terjatuh.


“Yeeeeeeeeeaaaayyyyy,” pekik Ajeng dan Putri bahagia saat pasangan Risye kalah. Otomatis mereka adalah pemenang. Hari sudah hampir maghrib. Mereka menyudahi permainan kali ini. Acara keluarga selanjutnya akan makan malam dengan barbeque.


***


Para asisten mulai mempersiapkan bahan yang hendak dibakar. Mereka juga mengatur aneka sambal yang telah mereka buat dan disimpan di kulkas sejak siang tadi. Perapian sudah siap sesuai perintah Leo pada pegawai penginapan, tentu saja Leo membayar mereka karena ini di luar tugas melayani tamu.


“Mommy bakar ikan dan udang dulu ya Dadd,” pamit Dini pada Anto. Maksudnya agar Anto mengawasi anak-anak mereka.


“Abbhie sudah maem belum Mom?” tanya Anto.


“Sore sudah, malam biar ngemil ikan dan udang aja. Bagus buat anak-anak,” jelas Dini. Itu sebabnya dia mendahulukan membakar udang dan ikan. Udang sudah ditusuk lidi sate sehingga 1 tusukan terdiri dari 3 udang ukuran besar. Sedang Sari membakar ayam di panggangan yang lain.


“Bisa lah kalau cuma ngebolak balik ayam doang,” jawab Sari.


Dan dipemanggang yang lain mbak Rina disertai Ajeng dan Putri heboh karena bara mereka tak cukup bagus untuk memanggang sehingga harus dikipasi. Makan malam yang menyenangkan. Semua tentu puas dan bahagia. Moment tak sengaja tercipta karena Leo menjual mobil Risye.


‘Mbak, kalian makan, jangan nunggu kami,” Sari memperingatkan para asisten makan. Di keluarganya tak ada yang memandang asisten rumah tangga lebih rendah dari majikan. Tanpa para asisten, ibu rumah tangga akan kewalahan dan imbasnya juga akan ke para suami.


“Amora, udangnya tambah ya? Sudah Bude kupasi nih,” mbak Rina menyorongkan udang yang kulitnya sudah dikupas pada keponakkannya.


“Ehhmmmmhhhh,” jawaban Amora hanya terdengar desah sambil mengangguk karena mulutnya masih penuh. Amora dan Anto memang penggila udang bakar yang tidak terlalu matang sehingga manisnya udang masih terasa.


“Tambah Ma?” tanya Leo lembut pada istrinya. Bukan istri yang menyiapkan makan suami. Kalau soal makan memang Leo yang lebih perhatian, terlebih sejak Risye hamil.


“Boleh, tapi kalau sambelnya dikasih banyak. Kalau sambel sedikit aku enggak mau nambah,” rajuk Risye. Sejak tadi memang Leo membatasi jumlah sambal yang dimakan istrinya.

__ADS_1


“Please nurut ya? Jangan sampai kamu over dosis sambal,” Leo membujuk istrinya dengan lembut. Tentu saja Risye menurut dan dia terus makan tanpa henti walau dengan sambal sedikit. Bumil oh bumil. Lagaknya aja nolak nambah, tapi sejak tadi enggak berhenti ngunyah!


\=========================================


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


----------------------------

__ADS_1


__ADS_2