
Hallo, gimana puasa kalian di hari kedua kemarin? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Mood mbak Sari di hari pertama kerja menggebu banget. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Steve sedang serius mengamati mobil pesanan kawannya yang baru dia dapatkan. Dia melihat data laporan teknisi tentang barang yang harus diperbaiki dan yang harus diganti. Dia mengutak ngatik angka penambahan modal karena proses perbaikan. Dari situ baru akan di dapat harga jual minimum. Memang semua konsumennya mengakui, harga mobil bekas di show room Steve agak lebih tinggi dari harga mobil bekas pada umumnya. Namun kualitas bicara. Sehingga rekomendasi terus mengalir dengan mutu yang jadi bahan utama.
***
Untuk menunjang usahanya, Steve juga harus rajin melihat iklan mobil dan harga pasaran. Setiap hari dia membuat tabel harga perbandingan. Sehingga dia tidak tertinggal dari seller lain. Steve tak pernah bosan akan pekerjaannya. Dia sangat menikmati kebebasan waktu dari pekerjaannya yang sekarang. Tidak seperti saat bekerja di perusahaan orang lain. Saat ini dia bebas mau jam berapa berangkat kerja. Mau libur hari apa. Dan tak perlu ijin pada boss bila harus berangkat siang. Kebebasan waktu dan finansial saat ini sudah dia dapatkan.
”Ronn, mobil yang elu pesan sudah ada, tapi butuh waktu 4 atau lima hari untuk gue rapihin. Kalau lo mau, lo bisa ke show room buat mastiin lo cocok enggak. Kalau enggak, ini ada yang minta juga. Tapi sesuai prinsip gue, yang pertama inden itu yang gue kasih kesempatan pertama buat nawar.” Steve menghubungi Ronny saat barusan ada calon pembeli yang minat dengan mobil pesanan Ronny.
“Hari ini dan lusa gue masih bikin foto prewedd di Bromo. Sesudah sampai Jogja gue akan langsung bikin janji ama elo ya,” Ronny menjawab sambungan telepon yang dilakukan Steve.
“Lo emang enggak waras Ronn, calon bini lagi hamil lo bawa ke Bromo. Hati-hati keguguran!” Steve tak menyangka Ronny membawa calon istrinya ke lokasi yang lumayan berat untuk calon ibu dengan usia kehamilan masih muda.
“Disini dingin, bikin gue betah di kamar berduan. Kalo enggak mikir waktu kerja para crew foto, malas gue keluar kamar.” Ronny malah makin edan mengatakan kelakuannya.
__ADS_1
“Dasar!”
***
Sudah waktunya pulang, tentu saja pekerjaan Sari mengubah lay out butik belum terlaksana. Karena masih banyak yang harus dipersiapkan. Namun konsepnya sudah matang. Lusa mereka akan eksekusi secara bertahap, setelah perlengkapan tambahan bisa di beli besok. Ternyata seminggu lalu Sari sudah membeli sebuah becak yang dia minta di cat ulang sebagai pelengkap dekorasi. Steve makin kagum terhadap anak bau kencur yang telah berhasil dia jadikan istri. Segala macam kreativitas selalu saja bisa tercetus dari otak istrinya. Sore ini Sari cukup senang dengan kegiatan kerja di hari pertamanya. Dia tetap bisa bekerja namun bisa sambil memberi ASI secara langsung. Juga bisa mendekap putrinya kapan pun dia mau.
***
“Mam, tadi bapak yang punya tanah di belakang show room datang. Dia menawarkan tanah itu ke Papie sebelum dia bikin iklan untuk menjualnya. Mamie setuju enggak kalau tanaah itu Papie beli?” tanya Steve saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.
“Mau buat apa Pie? Apa Papie butuh perluasan lahan untuk bengkel?” Sari menjawab dengan pertanyaan balik.
“Sementara bengkel enggak butuh penambahan lahan. Maksud Papie pengen bikin warung kopi bagi para sopir yang mengantarkan nyonya nya ke butik atau tuannya ke show room. Warung murah tapi gayanya seperti cafe. Disana bisa dijual mie atau bubur kacang ijo dan ketan item.” Jelas Steve, mengapa dia ingin membeli tanah yang tadi ditawarkan oleh pak haji.
“Kalau Papie ada dana, silahkan beli tanah itu, bila harganya memang masuk, namun jangan untuk bikin warung kopi. Kalau warung kopi di bikin di luar pagar, malah bisa untung karena ada orang luar yang beli. Namun bila di bikin di belakang show room ya pembeli hanya yang tahu. Para sopir yaang mengantar tuan atau nyonya nya ke usaha kita.” Sari meneruskan pendapatnya.
‘Dia memang cermat,’ batin Steve.
***
Pagi ini hujan. Steve dan Sari malas untuk keluar kamar. Setelah salat subuh mereka masuk ke kamar untuk kembali berteman dengan selimut. Namun Sari tak dapat segera kembali terlelap. Adhisty minta jatah ASI. Sari melihat suaminya sudah tertidur pulas. Sambil memberi ASI, iseng Sari membuka media sosialnya. Tak dia sangka Endah memposting test pack dengan dua garis. Sahabatnya saat kuliah menikah 4 bulan lalu. Saat itu dia tak bisa hadir karena sudah mendekati HPL nya. Namun dia tetap membantu di belakang layar. Karena paket seserahan pernikahan Endah dipesan Bram pada dirinya. Sari langsung memberi komentar di postingan Endah. Dia sangat bahagia melihat khabar bahagia sahabatnya itu. Seminggu lalu dia juga mendengar Uswah sedang hamil anak ketiga. Putra pertama Uswah sudah berusia 13 bulan.
----------------
__ADS_1
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
__ADS_1