KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
59 SAYA SERIUS DAN SAYA INGIN MELAMARNYA!


__ADS_3

“Ada yang kurang ga ma? Ada yang bisa Dini bantu?” tanya Dini pada mamanya sehabis dia ganti baju dan mandi, dia sekarang bolak balik mandi karena gerah.


“Kamu rehat wae nduk, jangan kecapekan. Ga ada yang kurang, kalau ada yang kurang nanti mama minta Anto atau Steve yang cari,” sahut mama cepat, dia tak ingin Dini ikut ke dapur.


“Juice mu minum dulu ya, ada di kulkas.” ucap mama lagi.


Dini menurut perintah mamanya dia menuju kulkas, saat baru membuka kulkas tubuhnya sudah di peluk dari belakang. Anto meletakkan wajahnya di bahu istri terkasihnya, lagi mau ambil apa cintaku?”


“Maz mau juice mangga ga? Ini mama buatin buatku dan Moya,” kata Dini sambil mengusap kepala suaminya yang berada di pundaknya tanpa berbalik badan. “Apa Maz mau mangga iris aja?” tawarnya pada suami tercintanya.


“Yang anak mama tu siapa sih? Mama tu selalu aja nduluin kamu dari maz,” goda Anto seakan mengeluh.


“Jadi ga rela nih mamanya sayang aku?” tanya Dini sambil berbalik badan dan menyerahkan gelas juice. “Kasih anakmu sana!” perintahnya.


“Lho, jatah daddy mana?” keluh Anto, sekarang dia serius mengeluh karena tidak di beri jatah juice.


“Daddy kupas sendiri lalu iris sendiri, kalau mau juice ya bikin sendiri,” balas Dini


“Kurang satu tu mom. Petik sendiri!”  Anto menjawab sambil merengut.


“Hahahaaaaa, bener banget Maz, petik sendiri” gelak Dini mendengar keluhan suaminya.


***


Tumpengan yang di awali doa untuk kesehatan Dini dan bayi nya serta ucap syukur atas wisuda Sari dan wisuda Dini berjalan happy dan sangat berkesan. Semua terlihat bahagia dengan acara sederhana yang penuh makna. Tak ada pesta pora di dua keluarga ini. Walau keluarga Dini bukan dari keluarga yang kekurangan, namun sejak dulu maminya memang tidak suka hura-hura, dia lebih senang membagi rizky yang dimilikinya pada yang membutuhkan, itu yang menyebabkan dia bercerai dengan almarhum bapaknya Dini dulu, karena pola hidup mereka yang tidak sepaham.


***

__ADS_1


Saat acara syukuran selesai maka Steve langsung menginterupsi percakapan. “Ma Steve mau bicara. Bro sorry numpang waktu,” kata Steve pada Anto yang di jawab anggukan oleh Anto.


“Mumpung semua ngumpul, saya mau minta waktu, saya ingin menegaskan kalau saya serius ke Sari, dan saya ingin melamarnya,” Steve tegas mengatakan hal tersebut tanpa ragu di depan semua. Sari yang tidak menyangka Steve akan senekat ini tertunduk malu. Bagi Steve keluarga Dini memang bukan orang lain, sehingga saat ini dia hanya menganggap sedang menghadapi keluarga Anto di depan keluarganya sendiri.


“Mama manut yang akan menjalani aja. Kalian rembug in aja kapan keluarga Steve datang melamar kesini, karena kemungkinan besar mama akan mulai stay di sini. Nek kowe piye Rin, Ron, Nto, Din?” tanya mama pada ke empat anaknya.


“Aku dan mas Imron manut Mama aja,” jawab mbak Rina.


“Aku manut Maz ku,” jawab Dini.


“Ya benar seperti Mama bilang, di rembug sik kalian berdua mau lamaran kapan, aku yang ketempatan oke aja. Mami dan Papi semoga bisa rawuh pas Steve lamaran ya,” harap Anto, biar dia ada laki-laki sepuh yang mendampingi, karena dia akan bertindak sebagai walinya Sari.


“Papi akan upayakan, masa anak lanang lamaran papi ga ada,” jawab papi. Steve bahagia, biar mami papinya sudah meninggal sejak dia berumur 8 tahun, tapi sejak dia kenal Dini dia merasa punya keluarga baru.Akhirnya malam itu di putuskan bulan depan lamaran Sari dan akan di adakan di rumah Anto. Sehabis kejutan dari Steve, ternyata malam itu ada kejutan yang lebih besar, yaitu Dini melahirkan walau usia kandungannya baru masuk bulan ke 7. Anto tentu saja kalang kabut, karena ini adalah pengalaman pertamanya akan menemani istrinya melahirkan.


***


Steve menjemput oma dan opanya di bandara Adi Sucipto, 3 hari lagi akan di adakan lamaran. Oma dan opa melarang Steve menjemputnya ke Jakarta, mereka di dampingi sepupu-sepupu Steve beserta om dan tante nya. Walau anak opa dan oma hanya 1 yaitu papa Steve, tapi adik dan adik ipar opa semua rukun sehingga mereka bisa berangkat rombongan dengan anak-anak mereka yang juga sebaya dengan Steve bahkan ada beberapa yang sudah mempunyai anak.


Sedang tamu dari keluarga Sari dia atur di home stay daerah Dagen juga namun beda lokasi. Karena walau rumah Anto cukup besar namun tidak akan cukup menampung pakde budenya Sari.


Steve juga menyewa beberapa mobil untuk transportasi seluruh tamu.


“Hallo Stevie, sehat kan?” tanya omanya pada cucu satu-satunya itu. Bagi oma dan opa hanya Steve lah penerus langsung garis keturunan mereka. Maka jangan salahkan bagaimana oma sangat mencintai cucunya ini.


“Sehat oma, oma cape kah?’ tanya Steve sambil memeluk pengganti maminya itu dengan penuh sayang. Setelah itu Steve bergantian mencium dan memeluk semua anggota rombongan.


***

__ADS_1


Di kamar oma dan opa di home stay Steve sedang bermanja dengan omanya. “Ga nyangka akhirnya kamu akan serius dengan seorang perempuan yang benar-benar sreg di hati oma” gumam oma sambil mengusap rambut Steve yang berbaring di pangkuannya.


“Aku hampir kehilangan dia oma, selain kasus Cindy, 2 bulan lalu ada Belinda si keong racun yang akan merusak hubungan kami, hingga Sari minta break. Steve sudah putus asa, untung Dini dan Anto mendukung kami sehingga bisa meminta mama Rahma juga mensupport aku,” cerita Steve.


“Belinda yang mana? Yang oma tau beberapa kali yang cari ngana ke rumah tu Catthy” jawab oma.


“Mereka berdua tu sahabatan oma, Belinda 2 kali ketemu di Jogja, dia bilang ada kerjaan, tapi Steve ga tau kalau dia menghubungi Sari dan bilang ke Sari kalau Steve mencintainya. Itu bikin Sari langsung minta putus.


“Itulah sulitnya LDR, oma dulu merasakannya,” kenang oma.


Flash back on


Sari baru saja selesai wisuda, dengan senyum bahagia dia berlari kearah Steve dan memeluknya seakan tidak ingin kehilangan. Mereka berphoto bersama dengan mama juga sahabat-sahabat Sari.Sehabis dari gedung pertemuan mereka makan siang bertiga dengan sang mama, di kesempatan itu Steve tanpa ragu meminta Sari untuk menjadi istrinya kepada mamanya. Bu Rahma menyerahkan keputusan pada Sari, dan Sari yang sudah berjanji  akan menerima Steve bila memang Steve memintanya hari ini, tentu saja menerima pinangan tak resmi itu.


Sehabis makan Steve mengantarkan Sari pulang untuk ganti baju dan mengantarkan mamanya pulang, karena banyak persoalan yang akan mereka bahas.


“Boleh abang tau alasanmu minta kita break?” tanya Steve sambil terus menggenggam jemari Sari. Mereka duduk di warung kecil di depan lapangan Banteng. Tidak  ada yang istimewa dengan tempat itu. Steve memilihnya karena warung itu sepi sehingga mereka bisa leluasa ngobrol.


Sari memperlihatkan HP nya pada Steve. Steve kaget melihat sms yang berisikan kalau dirinya masih mencintai seseorang entah itu siapa. Steve membuka HP nya dan mencocokan nomor yang ada dalam HP Sari dengan yang ada di HPnya. Akhirnya mereka tahu itu adalah perbuatan Belinda.


--------------


Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini.


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa.


Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya

__ADS_1


Sambil nunggu bab berikut dari kisah ini, bisa baca cerita teman yanktie ini, ga bakal kecewa deh



__ADS_2