
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
--------------
“Irawan pemilik nomor malah balas mengancam akan menghabisi Dito bila masih menghubunginya karena hasil kerja Dito kurang memuaskan, karena target masih selamat. Dari beberapa kali sms kami berhasil melacak lokasi dan nama pemilik nomor tersebut. Dan sedihnya nomor tersebut di aktivkan petugas counter ponsel dengan data dirinya. Petugas counter mengatakan Irawan tinggal tidak jauh dari counter sehingga 3 hari lalu kami bisa menangkapnya saat dia sedang isi pulsa,” lanjutnya.
“Pak Steve ingin tau siapa dalang utamanya?” goda petugas dengan senyum nakal menggoda Steve.
“Siapa pak, dan mengapa dia menargetkan istri saya?” tanya Steve penasaran.
“Perempuan gelap mata yang cintanya Bapak tolak!” jawab pak Santoso petinggi polisi di kantor tersebut.
“What?” Anto malah terperangah.
“Cinta di tolak?” tanya Steve berbarengan dengan keheranan Anto tadi.
“Saya enggak akan sebut siapa, sebaiknya anda ikuti pak Kunto, saya mohon maaf masih ada agenda kegiatan lagi,” polisi tersebut berdiri lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman “Oh ya pak Steve, kemungkinan akan ada seorang lagi yang sedang kami kejar karena pelaku yang sudah kami tangkap menyebut nama seseorang temannya yang mendukung dia melakukan tindakan kekerasan pada istri anda.”
***
Steve tercekat melihat siapa yang di giring petugas dan memakai baju tahanan menuju ke meja di mana dia dan Anto duduk.
“Astagfirullaaaaaah, kamuuuuu!” pekik Steve tertahan melihat Belinda lah tersangka utama tindakan kekerasan yang di alami Sari istrinya.
“Dia Belinda mas. Yang bikin Sari minta break saat akan wisuda,” kata Steve pada Anto, tanpa sadar menyebut mas saat memanggil Anto. Tatapan tajam Anto menghujam pada perempuan kejam di depannya.
“Lo tu perempuan apa bukan sampe tega mau bunuh istri gue, emang dia salah apa ama elo?” tanya Steve kesal.
“Dia bikin mata lo ke tutup ga bisa liat gue ama Catthy yang jelas-jelas lebih segalanya dari pada anak kecil itu!” sengit Belinda.
“Right, kamu bener banget, kamu dan Catthy jauh lebih cantik, lebih sexy, lebih kaya, lebih glamour dari istriku yang hanya gadis sederhana. Dan ya, gue lupa. Lu berdua punya jam terbang yang sangat banyaaaaaaaaaaaaak dan ga di miliki oleh istri gue, karena buat dia gue satu-satunya laki-laki yang bisa meluk dia, ga kayak lo berdua yang memang penjual apem,” Steve sangat geram akan kenyataan yang dia lihat.
__ADS_1
“Ada lagi yang lebih dari lo? Ada pastinya! Lo berdua gila dan kegilaan itu ga ada di pikiran waras bini gue. Sekarang gue tau siapa perempuan satunya yang akan segera di tangkap polisi. Karena lo pasti kerja sama ama Catthy kan? Inget baik-baik, gue akan bikin kasus ini buat bikin lo berdua membusuk di penjara karena pasal pembunuhan berencana!” geram Steve lalu langsung meninggalkan perempuan sinting itu.
Anto tidak menyangka banyak perempuan yang terlalu terobsesi sehingga menghalalkan segala cara, dia jadi ingat kasus Puspita si arsitek gila yang berupaya menjebaknya dulu. Anto kira hanya laki-laki yang akan mencoba hal-hal kotor untuk mendapatkan pasangannya.
***
“Gimana maz, hasil ke kantor polisi tadi siang?” tanya Dini saat mereka sedang minum teh di gazebo belakang rumah malam ini. Anak-anak sudah tidur.
“Rupanya pesona Steve membuat ambisi perempuan pemujanya mata gelap. Pelakunya teman SMA Steve yang sejak dulu di tolak Steve dan belum pernah jadian. Aneh aja dia sampai segitu bencinya ke Sari dan menargetkan Sari meninggal agar bisa dapat Steve. Dia pikir kalau Steve di tinggal istrinya lalu dia mau sama mereka?” Anto kesal mendengar cerita Steve tadi siang saat menceritakan siapa Belinda dan Catthy.
“Koq mereka?” tanya Dini
“Dalangnya adalah Belinda dan Catthy. Belinda pertama ketemu Steve lagi saat Sari dan Steve sedang belanja baju dan perlengkapan Arya saat Steve menyelesaikan masalah dengan Cindy. Nah setelah itu Belinda datang ke Jogja dan membuat photo sedang makan berdua dengan Steve lalu dia mulai meneror Sari, dia lah yang bikin Sari minta break dengan Steve saat menjelang hari wisudanya.
“Itulah, kalau punya cowoq famous, banyak pemujanya. Dulu ketika aku SMA kan ada teman sekolahku yang datang tiap hari Minggu biar bisa lihat Steve di lapangan. Untung di ga gila seperti Cindy, Belinda dan Catthy,” Dini jadi ingat Risye temannya yang pernah bertemu di salon.
Di rumah Steve pun Sari sedang penasaran, karena tadi siang Steve lapor dia bertemu dengan Anto dan janjian bertemu di kanto polisi untuk mengetahui siapa dalang yang ingin memmbuatnya celaka.
Awalnya Steve tidak ingin menceritakan siapa dan mengapa para dalang itu berkeinginan membunuh Sari. Namun karena Sari merajuk hingga menangis mau tidak mau Steve menceritakan secara rinci.
“Ingatlah, pemujanya Papie ‘kan?” jawab Sari ketus karena masih kesal pada suaminya. Dia yakin bila dia tidak merajuk hingga menangis tentu suaminya tak akan menceritakan siapa dalang yang ber keinginan mencelakainya dan apa tujuan mereka.
“Walau mereka memuja papie, yang penting kan papie ga pernah punya rasa ama mereka. Cinta papie kan hanya milik mamie,” balas Steve meyakinkan istrinya.
“Ya udah cepeeeeet ceritain,” rajuk Sari.
“Tadi papie dan mas Anto ke kantor polisi, ternyata dalang dari kecelakaanmu adalah Belinda dan Catthy!” jelas Steve.
“Apa motiv mereka dan mengapa?” Sari malah bingung, dia kan tidak merebut Steve dari mereka. Dan orang terdekat dengan Steve sebelum Steve dengannya adalah Cindy, mengapa mereka berniat jahat padanya?
“Mereka marah, karena Mamie mengalahkan mereka mendapatkan papie. Jadi mereka berniat membunuh Mamie,” jelas Steve.
“Andai … andai, andai mamie beneran tidak tertolong lalu papie jadi duda, apa mereka bisa memastikan papie mau ama mereka? Apa mereka malah ga perang berdua ngerebutin papie?” Sari malah berandai-andai.
“Itulah gilanya mereka, bertindak enggak mikir dulu. Udah yok sekarang Mamie bobo, kasihan princess kalau mamie begadang,” ajak Steve sambil memeluk erat istrinya.
__ADS_1
***
Bulan ke delapan, kamar baby di rumah Steve sudah ready, beberapa peralatan dasar baby new born sudah tersedia di sana. Sari dan Steve memberi nuansa hijau di kamar itu, tidak pink seperti kamar baby girl pada umumnya.
Dan di butik ruang istirahat baby dan Mamie juga sudah selesai, hanya belum di isi. Yang belum siap malah ruang kantor Steve. Steve berubah pikiran, dia tidak akan membuat ruang kerja untuknya karena dia bilang tidak butuh ruangan khusus bagi.. Yang penting hanya untuk show room dan meja administrasi saja. Bila dia akan beristirahat atau butuh ruangan dia akan menggunakan ruangan Sari. Steve tidak membutuhkan ruang tertutup bagi dirinya.
Karena sudah satu lokasi maka Steve dan Sari sangat semangat untuk bekerja. Mereka berpisah saat jam kerja hanya sebatas ruang saja. Jam makan atau kalau di rasa kangen Steve tinggal melangkah kr butik untuk bertemu dengan istrinya.
Siang ini Steve hendang menuju ruang Sari ketika melihat sosok yang sangat dia kenal.
--------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
__ADS_1
-----------------------