
Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Mikir akan susah membuat Sari melemah, malah tanpa sengaja hati Sari tersentuh dengan peluk hangat saat boksi. ga nyangka banget kan? . Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
“Kita maem buah dulu sebelum mandi ya,” Sari mengambil Dhisty yang masih bercanda dengan Papie nya. Gelak tawa keduanya terhenti mendengar perintah Sari.
“Tadi mas Anto telepon, dia bilang Moya mau pinjam mama, Moya kangen eyangnya,” Steve memberitahu Sari tentang telepon Anto siang tadi. Sari tak menjawabnya, hanya mengangguk. Dia juga kangen nginep di rumah mbak Dini. Walau mereka satu kota, tapi karena sama-sama sibuk, maka mereka jarang ngobrol.
***
“Eyang uti, kapan mau nginep rumah Moya?” suara kecil nan merdu memecah ruang makan rumah Steve. Steve sengaja me load speaker ponselnya agar mama dan Sari mendengar. Mereka baru saja selesai makan dan masih ngobrol di ruang itu.
“Besok eyang ke rumahmu ya, sekarang sudah malam, nanti kalau eyang berangkat malam ini, Moya sudah bobo.” Dengan sabar bu Rahma menjawab permintaan cucunya itu. Gadis kecil yang membuat anaknya bisa semangat hidup. Gadis kecil yang menautkan cinta mommy dan daddynya. Gadis kecil yang mengembalikan anak lelaki pada dirinya. Karena tanpa kehadiran Moya, bu Rahma yakin Anto akan kembali dingin seperti saat ditinggal nikah oleh Dini. Bahkan mungkin akan lebih buruk, karena tertipu oleh Shinta dan di jebak oleh Puspita.
“Beneran ya eyang, besok Moya pulang sekolah, eyang harus sudah di rumah ya. Sekarang aku mau bicara denga papa Steve dulu eyang,” celoteh riang itu membuat Steve dan Sari tersenyum.
“Kenapa cantik?” tanya Steve lembut.
“Papa, besok pagi antar eyang ke rumahku ya, jangan sampai enggak. Aku bakalan marah sama Papa kalau Papa enggak anterin eyangku,” perintah Moya pada Steve.
__ADS_1
“Siap tuan puteri, besok sehabis Papa pulang kerja, akan Papa antar eyang ke rumahmu,” goda Steve.
“Papaaaaaaaaaa … aku mintanya eyang dianterin pagi ke rumahku, bukan sehabis Papa pulang kerja. Pagi itu beda dengan sore Pa!” protes Moya dengan sengit.
“Jangan goda,” bisik Sari.
“Ok, Papa akan antar eyang besok pagi sehabis sarapan ya, jangan ngambeg begitu, bikin enggak cantik,” balas Steve.
“Apie … au,” pinta Dhisty melihat iklan ice cream di televisi. Dia menunjuka apa yang dia inginkan.
“Papie ambilkan itu ya, punya kamu ada koq,” Steve mengambilkan juice alpokat yang diletakan di cup kertas kecil mirip cup ice cream. Memang Sari menyediakan cup itu karena kadang Dhisty harus dibujuk untuk makan juice.
***
“Hari Jumat Dhisty ulang tahun Ma,” Steve membuka percakapan saat dia mengantar mama ke rumah Anto. Tadinya Steve mau Sari berangkat bareng, tapi Sari bilang dia mau ke pasar Beringharjo lihat-lihat bahan batik serta model yang beredar di pasaran, sehingga Sari memilih naik taksi saja, dan hari ini Dhisty mbolos tidak berangkat ke butik. Biasanya dari model dan bahan yang di lihat Sari akan mendapat ide untuk membuat design bagi butiknya. Dia memang tidak jago menggambar sketsa, tapi dia memiliki penjahit yang bisa mewujudkan ide yang Sari ceritakan.
“Itu yang bikin kami tak bicara seminggu Ma,” Steve mengakui keributan antara dia dan Sari kemarin. “Aku mau seperti biasa, bikin pesta, sementara Sari tidak mau. Tapi sekarang aku sadar Ma, aku mau ikutin apa yang Sari mau aja.”
“Sabtu aja kita ngumpul, bikin tumpeng seperti biasa, yang penting doa syukur. Bukan pesta hura-hura. Nanti mama dan mbak Dini aja yang masak di Bumijo, kita makan siang di rumahmu,” usul mama.
“Manut Ma, aku ingin yang terbaik untuk Dhisty dan Sari,” balas Steve, dia lega semua persoalan bisa diatasi dengan pikiran jernih. Dan sejak menikah dengan Sari, Steve merasa mami nya kembali hadir. Karena kelembutan bu Rahma pada semua menantunya membuat seakan kita memiliki sosok ibu kandung. Bu Rahma tak pernah membedakan anak dan menantu.
Mereka sampai di Bumijo, hanya ada Abbhie dan para asisten rumah tangga saja. Arya yang masih TK pun belum pulang sekolah. “Ma, aku langsung ke show room ya, mungkin juga Sari minta di jemput di Beringharjo,” Steve langsung pamit pada mama mertuanya. Dia mencium punggung tangan bu Rahma. Steve tahu, Sari ingin me time, tak mungkin minta jemput apalagi di temani. Namun dia juga bingung kalau terlalu lama di rumah kakak iparnya tanpa ada pemilik rumah.
***
__ADS_1
Sari merasa enjoy atas kesendiriannya di pasar batik terbesar di Jogja, dia berjalan pelan, memuaskan mata dan jemarinya. Mata untuk merekam semua yang terlihat dan jari untuk meraba kualitas kain yang digunakan. Semua langsung dia rekam dalam memori otaknya yang kuat. Sari juga membeli beberapa baju yang dia inginkan untuknya dan Dhisty. Tak terasa sudah siang. Sari tetap tak ingin pulang. Dia makan pecel di depan pasar. Tak lupa juga membeli sate lemak kegemarannya. Tak terasa banyak barang yang Sari beli selain bahan dan baju. Aneka kerajinan dan mobilan kayu serta gasing bambu dia beli untuk Arya dan Abbhie.
‘Sebaiknya aku langsung pulang saja, tak perlu mampir ke butik,’ pikir Sari sambil masuk ke dalam taksi yang banyak parkir di tepi jalan. Dia langsung minta diantar ke rumahnya.
------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
__ADS_1
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja