
21 BIDADARI KECIL YANG MENYATAKAN KECEMBURUANNYA
Nada musik tanda ada panggilan masuk berbunyi di HP Steve. “Sorry, gue belum silent HP kata Steve sambil melihat nama yang tertulis di HP nya. Dia tersenyum tatkala membaca nama my sweet angel dilayar HP nya
“Hallo de, udah sampe rumah?” tanya nya lebih dulu
“Iya bang, baru aja sampe. Mas Anto sudah makan belum?” jawab Sari
“Sudah, ada mas Imron juga disini. Kamu istirahat ya” kata Steve lembut pada Sari
“Iya, besok sebelum ke kampus aku kesitu, anter baju dan peralatan mandi mas Anto sekalian sarapan. Abang mau dibawain apa?” tanya Sari
“Bawain cintamu aja” goda Steve. Dia bisa membayangkan wajah Sari merona malu
“Abang, aku serius” rengek Sari
“Abang juga serius de” kata Steve
“Ya sudah, aku tutup nih telpon nya” ancam Sari
“Abang ada baju ganti serta peralatan mandi di mobil, paling bawakan sandal jepit aja buat ke kamar mandi” jawab Steve cepat, dia takut Sari keburu ngambeg lalu beneran mengakhiri percakapan mereka
“Nah gitu dong, kalau ditanya tu jawab yang bener. Ya udah abang istirahat, mas Anto jangan diajak ngobrol terus biar dia juga tidur. Tadi di kresek aku bawain autan, mas Anto paling ga tahan nyamuk” kata Sari ingin menyudahi pembicaraan mereka
“Ok, met bobo” kata Steve
***
Sari datang masih pagi sekali, dilihatnya mas Anto dan Steve masih nyenyak di kursi ruang tunggu ICU. Di pegangnya bahu Steve,lalu dia guncang pelan
“Hmmm” Steve merasa ada yang menggoyang bahunya, lalu membuka matanya. Ups, bidadariku sudah sampai sini, jam berapa sekarang? batin Steve lalu dia melihat jam tangannya, baru 06.17, masih pagi mengapa Sari sudah sampai sini?
“Bang, bantu aku ambil alat-alat di mobil yok” kata Sari sambil meletakkan bekal sarapan di kursi sebelah Anto duduk tertidur. Steve langsung bersiap, dia ga ingin ada citra jelek di mata anak kecil yang tetiba menyita perhatiannya
__ADS_1
Ternyata Sari membawa alas tidur, bantal serta selimut selain ransel berisi baju-baju Anto. karena sudah tiba di parkiran, Steve sekalian mengambil baju ganti di mobilnya.
Setelah menaruh barang-barang di locker penunggu ICU, Steve bergegas mandi agar bisa segera sarapan. Namun sehabis dari toilet dia tidak langsung menuju ketempat Sari berada, dia pergi ke kantin dulu untuk membeli kopi untuk dirinya dan Anto karena dia tidak melihat Sari membawakan minuman wajib baginya dipagi hari.
“Ga bisa tanpa kopi ya bang?” tanya Sari
“Serasa sayur tanpa garam, bila pagi tanpa kopi” jawab Steve sambil menyeruput kopinya pelan-pelan. Anto yang mendengar ada percakapan disebelahnya perlahan membuka matanya. “Wah ngimpi apa lo pagi-pagi udah mandi aja” tanya Anto pada Steve
“Pagi pala lo peyang, biasanya jam segini gue dah sampe kantor tau,” kata Steve sambil melihat jam nya yang menunjukan pk 07.32
“Kamu masuk kuliah jam berapa de?“ tanya Anto
“Jam 10 mas. Nanti jam 9 aku dari sini” jawab Sari sambil mempersiapkan makan untuk kakaknya itu.
“Mas mau mandi dulu aja de” kata Anto sambil mengambil baju gantinya di ranselnya. “Lo makan duluan aja Steve gapapa” kata Anto pada temannya
“Santai aja, nanti kita bareng aja, gue yang penting udah ketemu kopi” jawab Steve. Saat Anto pergi menuju toilet, HP Steve berbunyi
“Hallo sayangku, kenapa?” tanya Steve lembut saat mengangkat telpon dari Dini
Bodohnya tanpa sadar Steve agak menjauh dari Sari sehingga membuat Sari makin yakin Steve tidak mau percakapannya dengan kekasihnya didengar Sari. “Shinta di ICU, belum sadar sejak semalam, luka bakar parah, kamu doain aja biar dia bisa bertahan ya. Siang ini dokter akan kasih tau kondisi bayinya, semalam sih bayi masih ada harapan bila Shintanya bertahan. Iya sayangku nanti aku sampein ke Anto ya, kamu tenang aja.” begitu yang Sari dengar
Saat Anto sedang menyeruput kopinya Steve datang “Nto, kata yayang gue lo suruh sabar dan salam buat lo, lo diminta ama dia suruh kuat dan jangan telat makan biar ga drop” kata Steve pada Anto
Sebegitu attensinya pacarnya Steve pada kakaknya, bener-bener perempuan baik hati dan sangat manis budi pekertinya, pikir Sari. Rasanya dia ga pantas berharap dari percikan-percikan an godaan yang Steve berikan sejak kemarin. Aku harus mundur sebelum basah, pikir Sari
“Aku pamit sekarang ya” kata Sari pada Anto
“Lho de, baru jam 8 lho, ngapain buru-buru, tunggu kami selesai makan dulu aja biar tempat kosongnya kamu bawa pulang, nanti disini malah bau” cegah Anto. tapi Sari sudah menunjukkan muka betenya
“Ya udah makan cepet, aku tungguin” kata Sari sambil menjauh dari ICU
“Lagi PMS kayaknya tu anak” kata Anto ke Steve melihat raut wajah adiknya yang tiba-tiba seperti akan ada badai turun. Dia melihat perubahan saat dia pergi sebelum mandi wajah adiknya masih senyum-senyum, begitu selesai mandi wajahnya sudah murung.
__ADS_1
Sehabis mereka selesai makan, Steve membereskan semua perlengkapan makan dan Anto bersiap menuju ruang perawatan untuk menanyakan perkembangan Shinta. “Ni de alat makannya” kata Steve memberikan tas makan pada Sari. Tanpa bicara Sari mengambil tas tersebut lalu berjalan menuju ke area parkir. Steve yang melihat perubahan sikap Sari mengikutinya dan memegang pergelangan tangan gadis itu lembut, namun Sari berupaya menepis tangan Steve di pergelangan tangannya
“De, kamu kenapa?” tanya Steve bingung
“Ga usah, tanya-tanya lah, nanti ada yang marah lho” jawab Sari santai walau terdengar ada sedikit luka di intonasi suaranya
“Siapa yang marah? Anto? atau pacarmu ya?” cecar Steve
“Yayangnya abang lah” jawab Sari datar
Steve terkekeh saat mendengar Sari mengatakan yayangmu, hahaha ada yang cemburu rupanya, pikirnya senang
“Bahagia ya bang” tanya Sari memastikan
“Pasti bahagialah, karena ada bidadari kecil yang menyatakan kecemburuannya” kata Steve sambil memeluk bahu Sari, namun berupaya dilepas oleh Sari
“Lepas bang, ga pantas bila ada yang lihat lalu sampai ke yayangmu” kilah Sari
Steve ga melepaskannya, dia menarik Sari ke mobilnya, menyuruhnya masuk “Masuk de, kita bicara sebentar” pinta Steve, dia menutup pintu dan memutar lalu masuk di kursi pengemudi
“Kamu kenapa pagi-pagi sudah manis, lalu tiba-tiba bete gitu?” tanya Steve pura-pura ga tau
“Gapapa koq, saya mau ke kampus aja sekarang“ kata Sari sambil memegang pintu ingin keluar
“Abang antar, nanti biar pulang abang jemput lagi, mobil Anto biar disini. Tapi kita harus selesaikan dulu salah paham ini” kata Steve
“Ga ada salah paham, saya hanya ingin segera ke kampus aja” sanggah Sari
“Semalam kamu sudah menggunakan aku, koq barusan pakai saya, ada apa? Abang salah apa?” tanya Steve
“Ga ada yang salah bang, hanya saya ga ingin ada yang terluka atau menduga yang engga-engga” jawab Sari lirih sambil menunduk
Steve memegang dagu Sari, memutarnya sedikit agar mereka bisa bertatapan. “De, siapa yang akan terluka? Siapa yang menduga yang engga-engga?” tanya Steve sambil menatap dalam mata Sari
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya