
34 OM-OM TAPI MINTANYA DIPANGGIL ABANG
“Maaf, maaf sayang. Maksud abang tu bukan abang otoriter. Abang kepepet waktu. Abang ga mau sebelum abang ke Jogja hubungan kita belum ada kejelasan. Walau kita tetap bisa komunikasi by phone, tapi kan beda kalau kita bicara face to face. Please ngertiin abang ya?” rengek Steve
“Yang mau serius ama kamu siapa, koq pede banget mau nerapkan planning mu tadi?” tanya Sari dengan mimik serius. Makanan yang mereka pesan sudah tandas sejak tadi. Bahkan Steve sudah nambah 1 botol air kemasan.
“De, please serius. Kamu nolak aku seperti yang kamu bilang dirumahmu? Kamu ga bisa maafin kesalah pahaman kita walau faktanya Andin sudah ngejelasin ke kamu?” tanya Steve
Sari menarik nafas panjang. Dipegangnya dua telapak tangan Steve. “Serius aku nyaman sama kamu, aku juga mulai berupaya mengikuti ritmemu. Tapi aku takut ga sanggup berdiri tegak disisimu yang sangat berbeda jauh. Akan banyak angin yang berupaya merobohkan aku. Akan banyak serigala yang akan menerkamku. Aku sudah tau kalau banyak yang ingin berdiri di sisimu. Aku ga sekuat Andin untuk tegar menghadapi semua itu” keluh Sari
“Kamu atau aku ga akan kuat menghadapi semua rintangan itu. Tapi bila kita bergandeng tangan dan saling menguatkan, walau sulit kita pasti mampu menghadapinya” Steve berupaya memberikan spirit bagi Sari untuk berjuang bersama. “Mau ya kita berjuang bersama” bujuknya
“Kamu yakin bersedia menggandeng tanganku dan berbagi duka bersama?” Sari berupaya memastikan tekad Steve akan melangkah bersamanya
“Kamu meragukanku?” Steve balik bertanya
“Kamu memang pantas diragukan!” balas Sari cepat
“Why?”
“Many reasons, and I lazy to detail one by one” balas Sari
“Jadi intinya kamu ga mau berjalan disisiku?” desak Steve ga sabaran
“Aku ga bilang ga mau! Garis bawahi itu. Kamu yang ga jawab pertanyaanku tadi. Kamu yakin bersedia menggandeng tanganku dan berbagi duka bersama?” jelas Sari
“Aku jawab dengan pasti. Aku yakin berjalan denganmu. Berbagi duka denganmu dan menggandeng tanganmu” jawab Steve tegas
“Ok, kita jalani, aku harap kamu ga segera jenuh dan bosan menghadapiku” jawab Sari lirih
“Makasih cintaku” Steve langsung mengambil tangan Sari lalu dikecupnya
__ADS_1
***
Sehabis bersepakat hendak menyamakan langkah Steve langsung menghadap bu Rahma memohon restunya akan serius dengan Sari. Dia ga mau menundanya walau Sari sebenarnya belum siap berkomitmen kearah serius, namun Steve berkilah bila dia tidak bicara langsung ke mamanya Sari, pasti Sari akan tetap beranggapan dia hanya sekedar main-main
1 step sudah Steve lalui, dia agak plong, tinggal mengenalkan Sari ke oma dan opanya sebelum dia pindah tugas ke Jogja
2 hari sejak menghadap bu Rahma, niatnya sore ini sepulang Steve dari kantor dia akan menjemput Sari untuk dia bawa ke rumah opanya. “Koq dingin gini tangannya” tanya Steve memegang tangan kanan Sari saat mereka menuju rumah Opa di daerah Duren Sawit
“Kamu tau, aku belum pernah pacaran, sekalinya pacaran koq langsung diajak serius ngadep ke opa dan oma” jelas Sari yang sedang nervous
“Emang kita pacaran?” goda Steve
Sari menarik tangannya dan langsung membuang mukanya ke luar jendela. Dia sedang nervous malah digoda seperti itu oleh Steve. Tentu saja dia malas menanggapinya.
“Jangan marah dong cintaku, kita kan emang ga pacaran karena kita sudah menuju pernikahan. Jadi level kita lebih tinggi dan lebih serius dari pacaran. Anggap aja kita tunangan ya?” Steve berupaya membuat Sari tidak ngambeg
Steve melambatkan laju mobilnya, mumpung di lampu merah dia memegang dagu Sari dan dihadapkan ke arahnya. “Aku serius, dan aku juga tau kamu nervous, tapi jangan takut, karena kita bergandeng tangan dan aku sudah beritahu kamu kalau opa dan omaku ga pernah menghalangi jalanku. Mereka selalu mendukungku selama aku tidak berbuat salah” sebelum melajukan kembali mobilnya dia mengecup sekilas kening Sari
Diperlakukan dengan lembut dan manis seperti itu Sari tentu saja luluh. Digenggapnya erat tangan kiri Steve dan dikecupnya selintas. Steve tersenyum dan mengusap pipi Sari lembut
“Malam Stevie” jawab omanya lembut sambil memeluk cucunya yang paling dia kasihi
“Oma ini Sari, belahan jiwaku” kata Steve memperkenalkan Sari
Sari yang terbiasa dengan adat jawa kuningannya menyalami tangan oma Steve dengan mencium tangannya. Namun dia tidak menyangka ketika si oma langsung menarik tangannya dan memeluknya lalu mencium kedua pipinya. Suatu sambutan yang sangat tak terduga. Dia memandangi Steve yang dibalas dengan senyuman manis oleh perjaka ganteng itu
“Opa ini Sari” Steve lanjut mengenalkan Sari pada opanya
Sari kembali mencium tangan opa Steve yang dibalas tepukan lembut di bahu kirinya
Steve dan Sari datang ketika opa dan omanya baru saja selesai makan malam sehingga mereka langsung duduk di ruang keluarga karena Steve menolak ketika ditawari makan disana
__ADS_1
“Namamu benar Sari?” tanya opa memastikan
“Iya opa, dari Apsari” jawab Sari pelan
“Kamu ga salah mau berhubungan dengan om-om seperti Stevie?” tanya opa
“Opa!” bantah Steve, dia tau opa dan omanya ga melarang karena wajah mereka sangat bahagia melihat Steve membawa seorang gadis ke rumah itu
Oh panggilan sayang di keluarganya Stevie, aku baru tau, karena di luar ga ada yang panggil dia seperti itu, batin Sari “Iya opa, dia memang om-om tapi mintanya dipanggil abang biar lebih muda” balas Sari menggoda. Membuat opa dan oma tertawa renyah
“Sayang koq kamu malah bilang gitu sih?” rajuk Steve. Dia ga nyangka Sari malah bisa mengimbangi opa dan menjawab dengan santai
“Yeeee kan bener, aku juga kalau ga kepaksa ga mau koq ama orang tua seperti kamu” Sari lanjut menggoda Steve
Sehabis berbalas canda Steve sekalian pamit dan minta doa restu karena minggu depan akan berangkat ke Jogja
“Kalian baru jadian lalu pisah jarak?” tanya oma Angeline
“Kuliahnya Sari tanggung oma, dia lagi susun skripsi. Jogja - Jakarta hanya 40 menit oma dan sekarang sudah ada HP. Dulu oma bisa LDR ama opa tanpa surat dan telpon saat opa berlayar” balas Steve
“Hahhahaaa” opa langsung tertawa saat Steve berhasil melakukan skakmat pada omanya. Opa ingat ketika dia sengaja menyatakan cinta pada oma dan meminta oma menunggunya kembali, 2 hari sebelum dia berangkat berlayar. Padahal saat itu telpon masih belum umum dan bisa berkirim kartu pos atau surat hanya bila kapalnya bersandar di pelabuhan. Dan oma dengan setia menantinya 2 tahun lalu dipertemuan berikutnya mereka langsung menikah
***
Hari ini Steve kembali menjemput kekasih hatinya. Namun kali ini pakaian mereka bukan pakaian santai. Steve mengenakan batik biru donker dengan celana kain hitam sedang Sari menggunakan dress selutut dai bahan brokat yang pas dibadannya.
Steve menggandeng mesra dan lembut Sari yang hari ini tumben sedikit memoles wajahnya dengan riasan tipis. Membuat Steve ga ingin berpaling dari wajah manis itu. Mereka memasuki rumah makan yang sudah di booking oleh keluarga Topan untuk melakukan lamaran sekaligus pertunangan dengan Andin
Banyak wanita yang iri pada Sari, mereka baru pertama kali melihat atasan Andin ini bergandeng tangan dengan perempuan. Dan Steve dengan bangganya memperkenalkan Sari sebagai calon istrinya pada teman-teman sejawat serta rekan bisnis yang hadir saat itu
“Kapan akan dilegalkan nih pak Steve?” tanya seorang rekanannya
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya