
Hallo, gimana puasa kalian di hari kedua kemarin? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Paula sudah datang sesuai undangan Sari. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Sari menyiapkan ponselnya di setel di aturan rekam. Dia letakan di meja dengan posisi terbalik agar tak terlihat dia sedang merekam.
“Selamat siang.” Sari menyambut sosok perempuan yang baru masuk ruangannya. Dia dengan ramah mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
“Sari.”
“Paula.”
“Silahkan duduk.” Sari mempersilahkan tamunya untuk duduk. Lalu tanpa basa basi dia langsung bertanya. “Ada maksud apa anada mencari saya? Maaf saya tidak bisa berbasa basi. Waktu saya sangat berharga untuk putri saya.” Jelas Sari to the poin.
“Baik. Karena anda tak mau basa basi. Saya hanya ingin mengatakan. Ingin mengambil suami anda. Karena dia adalah ayah biologis dari putra saya. Steve sudah mempunyai seorang putra yang saat ini sudah berumur 10 tahun.” Paula berkata suatu hal yang mungkin tidak akan di sangka oleh Sari. Namun Sari santai menanggapi pernyataan perempuan itu. Dia sudah mempersiapkan mentalnya menghadapi para pemuja Steve. Dia sadar diri punya suami yang banyak peminatnya.
“Kalau itu benar anak Steve, mengapa orang tua anda menyembunyikan anda di Cimahi saat tahu anda hamil dengan Om anda? Dan kalau itu anak Steve,mengapa baru sebelas tahun kemudian anda mencari dia sebagai ayah anak anda?” tanya Sari santai.
“Saat itu saya masih naif, masih bodoh. Sehingga saat orang tua saya menyembunyikan saya di Cimahi saya terpaksa menurut.” Bantah Paula. Dia tak menyangka Sari mengetahui sejarah kehamilannya.
“Hampir lima tahun lalu, anda bertemu dengan Steve. Saat itu kami belum menikah. Mengapa anda tidak memberitahu fakta tentang anaknya? Dan apa bukti kalau putra anda adalah anak Steve?” Sari tak mau kalah gertak.
__ADS_1
Paula mengeluarkan amplop dengan kop rumah sakit di Singapore. Dia memberikannya pada Sari. “Itu salinan hasil test DNA yang menyebutkan Steve adalah ayah kandung anak saya.” Dengan percaya diri Paula memberikan salinan bukti test DNA kepada Sari. Sari memperhatikan dengan saksama dan tersenyum licik. Dia tak akan percaya begitu saja data yang diberikan perempuan cantik di depannya.
“Saya terima surat ini untuk saya sampaikan pada Steve. Dan ingat ini. Saya berjanji akan akan menyerahkan Steve 100% untuk anda dengan syarat, anda bawa kesini anak anda agar saya bisa langsung mengambil helai rambutnya untuk saya uji ulang dengan Steve. Bila hasilnya akurat dia ayah anak anda. Steve langsung menjadi milik anda. Tapi bila hasil yang saya uji tidak valid, maka saya akan menuntut anda di penjara. Ingat jangan pernah mengusik rumah tangga saya. Test DNA anda tertanggal 2 tahun lalu. Kapan anda ambil sample Steve untuk test itu?” Tegas Sari, menantang Paula membuktikan jebakannya. Dia tak mau masuk permainan Paula.
“Kapan anda bawa putra anda agar saya bisa membuktikan dan menyerahkan Steve pada anda?” tanya Sari tegas. Paula yang di tantang malah bingung karena tak menyangka akan balik di jebak oleh anak kecil ini.
“Anak saya di Singapore, tak bisa membawanya dalam waktu dekat,” kilah Paula.
“Kalau anda memperjuangkan hak anak anda terhadap ayah biologisnya tentu dia bisa anda datangkan dalam minggu ini atau mungkin saja besok. Entah siapa yang mengantarnya ke Jogja. Saya tak akan berbohong. Akan langsung menyerahkan Steve bila saya bisa mendapat langsung helai rambut anak anda. Bukan dikirim rambutmya saja dari Singapore. Maaf saya sibuk. Saya tunggu khabar dari anda datang bersama putra anda disini. Silahkan, pintu ada di belakang anda.” Sari mengusir tamunya. Dia menutup rekaman dan segera mengirimnya untuk Steve, Dini dan Oma. Paula yang malu langsung keluar dengan membanting pintu ruang kerja Dini.
***
Steve kaget mendengar rekaman yang dikirim dari ponsel Sari. Sungguh tak menyangka istri kecilnya sangat besar nyalinya menghadapi kelicikan Paula. Dia jelas mendengar Sari sekarang melakukan perlawanan. Tidak seperti saat menghadapi Cindy. “Kamu dimana honey?” tanya Steve saat Sari mengangkat teleponnya.
“Di butik.” Jawab Sari santai. Dia ngemil kue kara bikang yang tidak di sentuh Paula. Steve langsung menghampiri istrinya yang penuh kejutan.
“Kalau papie bohong dan benar Paula berani membawa anaknya kesini untuk diambil rambutnya sebagai bahan test. Jangan salahkan mamie yang harus menyerahkan papie ke Paula. Biar Dhisty dengan mami tanpa papie. Dari pada punya suami atau ayah tukang bohong!” ancam Sari.
“Enggak Mam, papie enggak pernah melakukannya dengan siapapun sebelum menikah. Dan sesudah menikah papie hanya melakukan dengan mamie aja. Jadi jangan khawatir. Selama kita yang ambil sample dan kita yang melakukan test, tak mungkin ada anak lain selain Dhisty dan adik-adiknya nanti.” Jelas Steve. Dia memang bukan lelaki yang nakal seperti Harry. Jadi dia berani menjaminkan kalau tak ada anaknya selain Dhisty dan adik-adiknya nanti.
Saat mereka sedang asyik berdebat ringan, telepon dari oma masuk. “Ya Oma,” jawab Sari ringan.
“Siapa lagi itu?” tanya oma, dia kemarin baru saja di lapori Steve saat masalah dengan Jelita sudah clear. Oma tentu kaget mendengar dari Steve, Sari sudah melayangkan pengajuan gugatan cerai. Belum hilang kagetnya, sekarang ada kasus baru lagi.
“Hahaha, entah Oma, Abang kebanyakan penggemar,” Sari terkekeh membuat Steve gemas dan mencium pipinya. “Bilang langsung ke Abang aja Oma, orangnya ada di sebelahku,” Sari memancing Oma agar ngomel langsung ke Steve.oma yang mendengar Steve ada disana langsung menegur Steve. “Stevie, ada apa lai?” tanya oma khawatir, dia sangat menyukai dan mencinta Sari. Oma tahu Sari bukan mencinta harta Steve, namun Sari memang tulus mencintai sosok cucunya itu. Dia tahu beberapa kali Steve hampir gagal meminang Sari karena ulah para mantannya.
“Aku juga enggak tahu Oma. Kemarin Paula mencari Sari. Aku enggak tahu kalau Sari baku janji untuk ketemu. Dan Oma dengar sandiri ‘kan, Sari itu tak mudah ditumbangkan. Dia melawan dengan logika bukan dengan emosi. Perempuan lain mungkin akan menangis sedih karena suaminya punya anak dari perempuan lain. Tapi logika Sari lebih bekerja. Kalau itu emang anak aku, kenapa baru sekarang dia cari? Kami pisah 11 tahun lalu Oma, dia itu pacar Steve, saat Steve kelas satu SMA. Kan aneh. Seperti Oma dengar, lima tahun lalu kami bertemu tanpa sengaja. Dia juga enggak bilang tentang anak itu. Mungkin karena sekarang dagangannya enggak laku, dia cari lelaki yang bisa dia sandari sepanjang usianya. Dia sudah tua jadi mungkin konsumennya berkurang.” Steve kesal pada Paula yang akan menjebaknya. Dia tahu sejak lama kalau Paula adalah penjaja diri. Semakin tua mungkin konsumennya berkurang. Sehingga memutuskan untuk menjerat Steve.
__ADS_1
“Pokoknya Oma enggak mau lagi dengar rumah tangga kalian ribut. Cukup kemarin oma kalang kabut membayangkan bila kalian jadi berpisah.” Ancam sang oma pada Sari dan Steve.
“Iya Oma,” jawab Steve dan Sari hampir bersamaan.
***
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
__ADS_1
Terimakasih dan salam manis dari Jogja