KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
132 AKU TAK PERNAH TAHU TRAUMAMU


__ADS_3

Hai hai, puasa 2022 tinggal hari ini aja, besok sudah idul fitri,  semangaaaaat yaa


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Emang kamu mau berbagi babe?” tanya Steve sambil memeluk Sari dari belakang.


Sari yang diperlakukan seperti itu tentu jadi tak enak. Memang kalau sedang tak marah Steve biasa memperlihatkan kelakuan bucinnya seperti ini di depan siapa pun. Kalau saat ini dia diam tentu semua akan bereaksi keras. Sari tentu kesal terhadap kelakuan Steve kali ini. “Kalau aku sih enggak mau berbagi, tapi aku yakin mama pasti adil,” Sari menjawab.


“Kayaknya enak tuh,” Steve nyeletuk melihat udang di tangan Sari. Istrinya menjawab dengan tindakan. Sari memegangi pipi suaminya yang berdiri di belakangnya. tanpa berbalik badan. Dia sedang santai makan udang yang di celup ke colo-colo super pedasnya.  Sari mengupas udang mencelup ke sambal lalu berbalik badan dan menyuapi Steve dengan manis. Tentu saja Steve tidak membuang kesempatan itu. Dini yang melihat sandiwara itu tentu tahu semua hanya pura-pura.


Anto sedang mengawasi Arya dan Abbhie. Tadi dia sendiri yang mengusulkan tidak bawa pengasuh. Dia lupa kalau sudah ketemu Sari dan mama, istrinya lebih suka ngerumpi bertiga. Sehingga saat ini dia harus bertanggung jawab menjaga kedua jagoannya, sementara Amora sedang asyik menonton Tom and Jerry.


Anto dan keluarga kecilnya bertamu hingga jam 9 malam. Dini sudah membasuh anak-anaknya dan menggantikan mereka piyama, sehingga nanti di rumah tinggal pindah ke kamar mereka saja karena dia yakin dalam perjalanan mereka akan tertidur.


Selama ada Anto, Sari bersikap manis pada Steve. Namun begitu masuk kamar dia kembali memperlihatkan wajah datarnya. Tak ada senyum apalagi tatapan cinta untuk suaminya.


Steve yang masuk kamar belakangan karena mengunci pagar dan menutup mobil lebih dahulu sudah pasrah ketika dia melihat wajah istrinya saat keluar dari kamar mandi. Steve pun bergegas membersihkan diri sebelum tidur. Dia ingin kembali mencoba bicara dengan istrinya.


“Mam,” bisik Steve di telinga istrinya, dipeluknya tubuh Sari dari belakang karena Sari berbaring miring memunggunginya.


Tak ada reaksi dari istrinya, Steve memancing dengan kecup di pipi dan pelipis, namun tetap tak ada respon. Akhirnya dengan pelan Steve memegang dagu istrinya dan di arahkan ke wajahnya agar mereka bisa bertatapan. Sari tetap bergeming. Steve mencoba mengecup lembut bibir Sari. Perempuan mungil itu tak menolak namun yang menyakitkan dia tetap tak beraksi!


“Open your eyes and look at me,” pinta Steve saat dia merasa Sari tak mau bereaksi terhadap perlakuannya.


Sari patuh, dia membuka matanya dan menatap manik mata Steve lekat. Tak ada cinta di mata Sari, hanya terlihat luka.


“Apa enggak bisa bicara sedikit pun? Apa enggak mau lagi bicara denganku?” tanya Steve. Lama dia menanti jawaban istrinya namun Sari tetap membisu walau tetap menatapnya tanpa berkedip.

__ADS_1


“Please jangan begini, Papie mengaku salah dan maafin Papie ya?” rengek Steve sambil mengambil kedua tangan Sari, digenggamnya dan dikecupi punggung dan telapak tangan istrinya. Tanpa bisa ditahan tetes air mata jatuh ke tangan Sari. Namun sedihnya Sari benar-benar tak tersentuh lagi. Sosoknya yang tak pernah ribut dengan ke dua kakak dan temannya, sosoknya yang tak pernah punya musuh, sekali tersakiti sudah tak bisa memaafkan.


APSARI POV 


Sejak aku menolak dan bilang enggak sanggup nyariin permintaan abang  buah kesemek dan sawo mentega dia langsung ngambeg. Kenapa semua dibebankan ke aku? Apa dia pikir yang bikin ngidam ‘tu aku? Belum lagi dia juga nolak semua yang aku tawarkan buat makan pagi dan siang! Ih emang aku baby sitter yang mau nurutin dia sepanjang hari. Fine sampai sini aja. Mulai malam ini aku enggak mau peduli apa  pun yang dia mau. Aku bukan pengasuhnya.


Aku masih menghormatinya sebagai suami, aku tetap salim saat dia mau berangkat kerja. Namun untuk hal lain aku enggak merasa harus ngikutin maunya dia. Walau tanpa dia tau aku sudah minta teman-teman di Jakarta untuk cari yang dia inginkan.


Di rumah,  di depan mama aku masih menghormatinya, namun bila di kamar aku tak mau peduli. Aku ingat mama pernah terluka ketika tau kelakuan mbak Shinta. Maka aku enggak ingin mama terluka bila tau aku ribut dengan abang.


Ini bukan karena hormon kehamilanku, tapi aku terluka oleh kemarahannya. Sejak aku kecil enggak pernah ada yang marah seperti dia marah kemarin. Dulu sejak kenal abang dan masa pacaran, kami sering bertengkar tapi aku masih mau bicara karena abang enggak pernah marah apalagi membentakku. Namun kemarin dia sudah membentak saat aku bilang enggak akan bisa dapat kedua buah yang diinginkannya.


Masih terlalu dini aku berpikir berpisah dengannya. Aku harus memikirkan kedua anakku dan semua keluarga besarku. Namun untuk baik kembali rasanya sangat sulit. Untuk ke depannya aku hanya akan berjalan di sisinya namun hanya tubuhku. Hatiku sudah aku simpan di freezer. Aku akan tetap menjadi istri dan ibu anak-anaknya secara lahiriyah dan di depan semua orang, namun tidak di hatiku.


Malam ini dia menangis, namun aku sudah tak bisa memaafkannya. Bagiku ini lebih menyakitkan dari melihat foto vulgar yang diperlihatkan Cindy dahulu. Karena ini masalah hati, masalah perasaan, bukan hanya masalah badan.


End APSARI POV  


“Aku baru sampai rumah, sepanjang jalan diskusi ama Dini. Kami mau tanya, apa kemaren kamu secara enggak sadar membentak Sari?” setelah berbalas salam Anto langsung menanyakan Steve masalah kemarin.


“Kemarin aku enggak sadar bicara agak keras. Saat dia bilang enggak  akan bisa dapetin kesemek dan sawo manila, aku jawab belum di cari udah bilang  enggak bisa, bilang aja kamu enggak mau nyariin, aku cuma bilang begitu sih,” jawab Steve.


“Itu kuncinya kemarahan Sari. Karena dia pernah trauma dibentak. Jadi siapa pun yang membentaknya jangan harap bisa dia maafkan. Itu terjadi ketika dia TK. Dan seminggu dia demam karena kejadian itu,” jelas Anto mengingat trauma Sari ketika TK dahulu. Sari yang sedang lewat bertepatan dengan temannya yang terjatuh disalahkan oleh pengasuh temannya dan dibentak. Saat itu banyak saksi yang melihat bukan Sari penyebab anak itu jatuh, namun rupanya pengasuh si teman tidak ingin dia yang disalahkan majikannya, maka dia melempar kesalahan pada Sari.


Papa yang ketika itu masih ada, tentu marah karena Sari terluka batinnya dan persoalan itu berbuntut panjang karena papa tidak menerima permohonan maaf ibu teman Sari serta keluarga sang pengasuh. Alasan Papa trauma tidak bisa dibayar dengan permohonan maaf, itu sebabnya orang tua pengasuh datang dari daerah karena papa mengadukan ke polisi.


Steve makin kalut mendengar kisah pilu Sari ketika kecil dulu. Dia tidak tahu lagi bagaimana kehidupan rumah tangganya kelak.


***


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.

__ADS_1


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.


TELL  LAURA  I  LOVE  HER  berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.


Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.


Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix  95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya.  Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.  


Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.


Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?


__ADS_1


__ADS_2