
Steve sangat bahagia, dia bukan pengusaha besar, hanya seorang pemilik usaha jual beli mobil
bekas. Tapi itu sudah membuatnya sangat bahagia karena mempunyai waktu kerja
lebih fleksibel daripada saat menjadi pegawai di suatu perusahaan besar. Dia
mempunyai waktu lebih leluasa bermain dan berkumpul dengan anak istrinya
daripada bila dia menjadi pegawai di perusahaan bu Gita. Semua memang wajib dia
syukuri.
***
Sari kembali
sibuk bekerja, dia kembali membuka laptopnya lalu mengamati data yang tertera
di layar. Hari ini banyak permintaan barang dari promo yang dia lakukan minggu
lalu. Dia juga harus mengantisipasi keterbatasanan stock bila permintaan
meningkat, maka dia segera membuat data barang terkini.
Kesibukan di show room hari ini
meningkat, bukan karena banyak konsumen datang, tapi karena ada reposisi
display. Reposisi di butik saja heboh, lebih-lebih reposisi di show room. Tentu
saja kegaduhan bertambah karena si centil imoet Dhisty tumben tak mau turun
dari gendongan sang papie. “Mbak Dhisty sama mbak Dwi dulu ya, Papie mau atur
mobil dan meja kursi biar ruangan terlihat lebih luas,” Steve meminta Dhisty
turun dengan kata-kata yang belum dimengerti anak seusia putrinya.
“Nda’ au,” balas Dhisty sambil
menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher papienya
tercinta.
“Kita lihat dede Dwipa yok, dia
sedang main bola ataau sedang mimik su5u ya?” Steve mencoba membujuk dan
mengalihkan perhatian putri kecilnya.
“Au ain oya,’ Dhisty membalas
cepat, dia bilang mau bermaain bola.
“Ayok, kita main bola di
belakang,” Steve mengajak Dhisty dan mengambil bola karet yang biasa dimainkan
Dhisty. Bola kecil dari karet lentur dan kenyal berwarna merah itu segera
ditendang pelan oleh Steve. Sedikit demi sedikit Steve bergeser dan menyuruh
pengasuh Dhisty segera mengambil alih posisinya agar dia bisa mengawasi
pekerjaannya di show room.
Sementara itu di butikSari juga
sibuk dengan segala macam pesanan konsumen dan promo jenis terbaru.enaknya
sesibuk apa pun pekerjaan mereka, keduanya masih punya waktu untuk kedua buah
hatinya. “Mbak Dhisty maem dulu ya, main bola nya cukup,” Sari memerintah putri
sulungnya untuk makan siang, dia sedang menggendong Dwipa yang baru saja diberi
ASI. Dhisty yang memang sdah cukup lelah berlarian tak membantah panggilan
mamienya, dia langsung mendekati Sari.
__ADS_1
“Kiss ade dulu,” pinta Sari. Dia selalu membimbing agar kedua
anaknya saling menyayangi sejak dini.
“Uaaah,” Dhisty segera memberi
kecupan pada pipi Dwipa yang sengaja digendong Sari dengan berjongkok.
“Pintarnya anak mamie sayang
dede Dwipa, kiss Mamie dong?” pinta
Sari, yang langsung dikabulkan oleh putri sulungnya yang pandai itu.
“Papie enggak dapat kiss?” tanya Steve yang masuk untuk
makan siang. Dia langsung mengangkat putrinya tinggi-tinggi diatas kepalanya. Lalu
menciumi pipi gembul anak perempuannya itu.
“Biar saya yang suapi,” Steve
mengambil piring makan Dhisty dari pengasuhnya, setelah meletakkan anak
sulungnya di kursi makan khusus batita. Sesudah selesai memberi makan Dhisty
baru Steve bersiap menemani Sari makan.
Siang ini menu yang terhidang
adalah pepes tahu dan sayur bening kelor ditambah sambal. Menu sederhana yang
memang diinginkan Sari. Antisipasi bila Steve tak suka, Sari meminta dibuatkan
balado telur . Namun ternyata Steve juga memilih sayur bening dan pepes tahu
saja. “Ini telur pedasnya Pie,” Sari menawarkan balado telur.
“Cukup. Papie senang ini,
bening kelor dengan labu siam sangat enak,” jawab Steve santai. “Tapi nanti
enggak ada protein hewani yang Mamie konsumsi.”
‘Ah, kirain dia enggak perhatiin, ternyata enggak lolos
dari pengawasan juga,’ Sari membatin,
dia kira Steve tidak fokus pada kandungan gizi yang dia konsumsi siang ini.
“Iya Pie, malam nanti akan makan udang bakar aja, tadi sudah pesan ke simbok di
rumah.”
“Kita sudah lama lho enggak
main ke rumah mas Anto. Mungkin mama juga ingin menginap tapi enggak enak.
Gimana kalau besok pagi kita ajak mama ke rumah mas Anto?” Steve melempar
gagasan pada istrinya yang sedang memotong melon.
“Aku koq malas ya Pie.
Pengennya tiduraaaaaaaaaaaan aja,” jawab Sari memanjangkan kata tiduran.
“Hahaha, dede bayi koq gitu
sih? Pemalas bangeeeeeeet,” sekarang Steve yang memanjangkan kata. Dia tidak
menyangka Sari menjadi malas keluar rumah, bahkan untuk jalan-jalan. Sari hanya
mau keluar rumah bila berangkat kerja dan periksa dokter. Selain dua tempat
itu, istrinya malas keluar rumah.
“Iya ya Pie, dede bayi
senangnya di rumah aja, ups di kasur aja. Pengennya malas-malasan,” Sari
__ADS_1
membenarkan pendapat suaminya.
“Ya sudah, Mamie ikutin aja
maunya dede. Kalau Mamie paksain, percuma. Mamie jadi enggak enjoy,” Steve
memaklumi kemauan bayi dalam perut istrinya. Dia akan mengajak mama keluar
tanpa Sari dan Dwipa. Biar dia bawa mama dan Dhisty saja.
***
“Serius Mamie enggak mau ikut?”
Steve kembali bertanya sebelum dia keluar kamar.
“Iya Pie, sudah sana berangkat,
Mamie mau tidur lagi, tolong Papie pindahkan Dwipa ke box nya yang di luar.”
Sari langsung memejamkan matanya untuk kembali tidur.
“Tanpa banyak protes, Steve
langsung mengangkat Dwipa dan memindahkannya ke box bayi di luar dan meminta
pengasuh Dwipa bersiap bila jagoannya bangun. “Jangan ganggu Ibu ya,” Steve
memberi pesan pada pengasuh Dwipa dan simbok.
----------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa
khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari
semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi
buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan
yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan
rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian
mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan
ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah
maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
----------------------------
Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel
bagus karya teman yanktie ya
Judulnya ZAFRINA MENDADAK NIKAH karya EMMARISMA
__ADS_1