KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
154 DEDE BAYINYA PEMALAS


__ADS_3

Steve sangat bahagia, dia bukan pengusaha besar, hanya seorang pemilik usaha jual beli mobil


bekas. Tapi itu sudah membuatnya sangat bahagia karena mempunyai waktu kerja


lebih fleksibel daripada saat menjadi pegawai di suatu perusahaan besar. Dia


mempunyai waktu lebih leluasa bermain dan berkumpul dengan anak istrinya


daripada bila dia menjadi pegawai di perusahaan bu Gita. Semua memang wajib dia


syukuri.


***


Sari kembali


sibuk bekerja, dia kembali membuka laptopnya lalu mengamati data yang tertera


di layar. Hari ini banyak permintaan barang dari promo yang dia lakukan minggu


lalu. Dia juga harus mengantisipasi keterbatasanan stock bila permintaan


meningkat, maka dia segera membuat data barang terkini.


Kesibukan di show room hari ini


meningkat, bukan karena banyak konsumen datang, tapi karena ada reposisi


display. Reposisi di butik saja heboh, lebih-lebih reposisi di show room. Tentu


saja kegaduhan bertambah karena si centil imoet Dhisty tumben tak mau turun


dari gendongan sang papie. “Mbak Dhisty sama mbak Dwi dulu ya, Papie mau atur


mobil dan meja kursi biar ruangan terlihat lebih luas,” Steve meminta Dhisty


turun dengan kata-kata yang belum dimengerti anak seusia putrinya.


“Nda’ au,” balas Dhisty sambil


menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher papienya


tercinta.


“Kita lihat dede Dwipa yok, dia


sedang main bola ataau sedang mimik su5u ya?” Steve mencoba membujuk dan


mengalihkan perhatian putri kecilnya.


“Au ain oya,’ Dhisty membalas


cepat, dia bilang mau bermaain bola.


“Ayok, kita main bola di


belakang,” Steve mengajak Dhisty dan mengambil bola karet yang biasa dimainkan


Dhisty. Bola kecil dari karet lentur dan kenyal berwarna merah itu segera


ditendang pelan oleh Steve. Sedikit demi sedikit Steve bergeser dan menyuruh


pengasuh Dhisty segera mengambil alih posisinya agar dia bisa mengawasi


pekerjaannya di show room.


Sementara itu di butikSari juga


sibuk dengan segala macam pesanan konsumen dan promo jenis terbaru.enaknya


sesibuk apa pun pekerjaan mereka, keduanya masih punya waktu untuk kedua buah


hatinya. “Mbak Dhisty maem dulu ya, main bola nya cukup,” Sari memerintah putri


sulungnya untuk makan siang, dia sedang menggendong Dwipa yang baru saja diberi


ASI. Dhisty yang memang sdah cukup lelah berlarian tak membantah panggilan


mamienya, dia langsung mendekati Sari.

__ADS_1


“Kiss ade dulu,” pinta Sari. Dia selalu membimbing agar kedua


anaknya saling menyayangi sejak dini.


“Uaaah,” Dhisty segera memberi


kecupan pada pipi Dwipa yang sengaja digendong Sari dengan berjongkok.


“Pintarnya anak mamie sayang


dede Dwipa, kiss Mamie dong?” pinta


Sari, yang langsung dikabulkan oleh putri sulungnya yang pandai itu.


“Papie enggak dapat kiss?” tanya Steve yang masuk untuk


makan siang. Dia langsung mengangkat putrinya tinggi-tinggi diatas kepalanya. Lalu


menciumi pipi gembul anak perempuannya itu.


“Biar saya yang suapi,” Steve


mengambil piring makan Dhisty dari pengasuhnya, setelah meletakkan anak


sulungnya di kursi makan khusus batita. Sesudah selesai memberi makan Dhisty


baru Steve bersiap menemani Sari makan.


Siang ini menu yang terhidang


adalah pepes tahu dan sayur bening kelor ditambah sambal. Menu sederhana yang


memang diinginkan Sari. Antisipasi bila Steve tak suka, Sari meminta dibuatkan


balado telur . Namun ternyata Steve juga memilih sayur bening dan pepes tahu


saja. “Ini telur pedasnya Pie,” Sari menawarkan balado telur.


“Cukup. Papie senang ini,


bening kelor dengan labu siam sangat enak,” jawab Steve santai. “Tapi nanti


enggak ada protein hewani yang Mamie konsumsi.”


‘Ah, kirain dia enggak perhatiin, ternyata enggak lolos


dari pengawasan juga,’ Sari membatin,


dia kira Steve tidak fokus pada kandungan gizi yang dia konsumsi siang ini.


“Iya Pie, malam nanti akan makan udang bakar aja, tadi sudah pesan ke simbok di


rumah.”


“Kita sudah lama lho enggak


main ke rumah mas Anto. Mungkin mama juga ingin menginap tapi enggak enak.


Gimana kalau besok pagi kita ajak mama ke rumah mas Anto?” Steve melempar


gagasan pada istrinya yang sedang memotong melon.


“Aku koq malas ya Pie.


Pengennya tiduraaaaaaaaaaaan aja,” jawab Sari memanjangkan kata tiduran.


“Hahaha, dede bayi koq gitu


sih? Pemalas bangeeeeeeet,” sekarang Steve yang memanjangkan kata. Dia tidak


menyangka Sari menjadi malas keluar rumah, bahkan untuk jalan-jalan. Sari hanya


mau keluar rumah bila berangkat kerja dan periksa dokter. Selain dua tempat


itu, istrinya malas keluar rumah.


“Iya ya Pie, dede bayi


senangnya di rumah aja, ups di kasur aja. Pengennya malas-malasan,” Sari

__ADS_1


membenarkan pendapat suaminya.


“Ya sudah, Mamie ikutin aja


maunya dede. Kalau Mamie paksain, percuma. Mamie jadi enggak enjoy,” Steve


memaklumi kemauan bayi dalam perut istrinya. Dia akan mengajak mama keluar


tanpa Sari dan Dwipa. Biar dia bawa mama dan Dhisty saja.


***


“Serius Mamie enggak mau ikut?”


Steve kembali bertanya sebelum dia keluar kamar.


“Iya Pie, sudah sana berangkat,


Mamie mau tidur lagi, tolong Papie pindahkan Dwipa ke box nya yang di luar.”


Sari langsung memejamkan matanya untuk kembali tidur.


“Tanpa banyak protes, Steve


langsung mengangkat Dwipa dan memindahkannya ke box bayi di luar dan meminta


pengasuh Dwipa bersiap bila jagoannya bangun. “Jangan ganggu Ibu ya,” Steve


memberi pesan pada pengasuh Dwipa dan simbok.


----------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa


khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari


semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi


buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan


yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan


rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian


mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan


ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah


maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


----------------------------


Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel


bagus karya teman yanktie ya


Judulnya  ZAFRINA MENDADAK NIKAH  karya  EMMARISMA

__ADS_1



__ADS_2