
YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.
Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
“Tambah Ma?” tanya Leo lembut pada istrinya. Bukan istri yang menyiapkan makan suami. Kalau soal makan memang Leo yang lebih perhatian, terlebih sejak Risye hamil.
“Boleh, tapi kalau sambelnya dikasih banyak. Kalau sambel sedikit aku enggak mau nambah,” rajuk Risye. Sejak tadi memang Leo membatasi jumlah sambal yang dimakan istrinya.
“Please nurut ya? Jangan sampai kamu over dosis sambal,” Leo membujuk istrinya dengan lembut. Tentu saja Risye menurut dan dia terus makan tanpa henti walau dengan sambal sedikit. Bumil oh bumil. Lagaknya aja nolak nambah, tapi sejak tadi enggak berhenti ngunyah!
***
“Alhamdulillah Pie, sampai saat ini semua lancar. Semoga begini terus sampai kita tiba kembali ke rumah masing-masing ya?” Sari mengucap syukur, saat ini dia sedang dalam pelukan Steve menjelang tidur malam.
“Dede di dalam enggak rewel ‘kan? Enggak kecapean ‘kan?” tanya Steve sambil mengusap lembut perut Sari.
“Alhamdulillah enggak. Walau dia kangen banget dijenguk Papie,” balas Sari sambil mempererat pelukannya dan segera tidur.
“Papie juga enggak nolak nengok dede, tapi jangan sekarang ya, nanti Mamie kecapean.” bisik Steve lembut. Dia takut Sari tersinggung. Lama tak terdengar jawaban Sari. Ternyata sang nyonya sudah terlelap.
‘Aahhhhhhhhh, dia malah tidur setelah mancing ulilku bangun,’ keluh Steve yang tergoda mendengar dede minta dijenguk papinya. Ditambah Malang sangat dingin, tentu dia ingi berperang! Terpaksa dia harus menidurkan ulil yang sudah mengeras sejak tadi.
***
Hari Sabtu, jadwalnya hari ini full kunjungan tanpa lomba. Dan makan malam juga akan diluar sekalian menikmati pemandangan malam dari kota Batu. Sejak pagi semua dalam suasana bebas dan bahagia. Tak ada sedih, tak ada lelah. Makan siang dan makan malam juga meninggalkan kesan bagi semua anggota rombongan keluarga besar itu.
“Aku ra percoyo nduwe ndoro koq yo apikan men. Ra rumongso ngawulo, koq malah koyo entuk wong tuwo. Koq malah dianggep sedulur karo bu Sari,” asisten terbaru yang ikut keluarga besar itu mengemukakan pendapatnya. Dia adalah pengasuh Dwipa.
“Saya enggak percaya, punya majikan koq sangat baik. Tidak merasa bekerja, malah seperti mendapat orang tua. Saya koq malah dianggap saudara oleh bu Sari,” begitu terjemahannya.
“Simbok melu mbak Dini soko ndekne SMP, bocahe manis lan ra tau neko-neko. Karo sopo wae sopan. Tekan sak prene ra tau nesu karo kawulone. Simbok ra tau pengen pinah nang liyane. Mbok entuk majikan sing ra apik kan malah repot kanggo awake dewe?” timpal simbok.
__ADS_1
Simbok bilang dia ikut Dini sejak Dini SMP. Dini anak yang manis dan tidak tahu berbuat yang tidak-tidak. Dengan siapa saja dia selalu sopan. Sampai sekarang tak pernah Dini marah terhadap para pembantunya. Karena itu sampai sekarang simbok tak pernah ingin pindah cari majikan lain. Takut dapat majikan yang tidak sebaik Dini. Nanti dia malah repot sendiri.
Akhirnya semua asisten memang berpendapat sama. Mereka bekerja pada majikan yang sangat baik dan tidak pernah membedakan strata. Terkecuali bila mereka punya niat buruk. Karena mereka tahu, para majikan paling benci perempuan penggoda. Bagi para majikan, perbuatan menggoda suaminya akan langsung berhubungan dengan hukum dan penjara. Itu semua mereka lihat dari bukti kasus-kasus yang menimpa Dini dan Sari.
***
Minggu pagi, udara dingin kota apel sangat terasa. Napas dan uap dari mulut terlihat jelas. “Coba tiup seperti ini,” Anto memperlihatkan uap dari mulut mereka pada Arya.
“Daddy kayak ngerokok yaaaaaaa!” pekik Arya. Arya, Anto dan Amora memang keluar jalan bertiga saja. Dini masih mengeloni Abbhie si bungsu dengan selimut tebalnya. Sehabis salat dia memilih kembali masuk ke dalam dekapan selimut tebal.
Sementara di villa para ibu negara mulai bangun dan memberi cinta kasih pada anak-anaknya dengan memberi perhatian. Hanya Risye dan Dini yang belum keluar kamar. Dini seperti kita tahu memberi dekapan untuk menghangatkan Abbhie, sebaliknya Risye sedang berperang mencari kehangatan pagi dengan Leo. Bulan madu entah keberapa buat mereka.
“Mommy, wake up,” Arya yang baru kembali dar jalan-jalan membangunkan mommynya karena lapar.
“Lho, kamu dari mana De?” tanya mas Imron. “Mas kira masih di kamar.”
“Jalan-jalan sama Arya dan Amora Mas,” balas Anto sambil menuang kopi yang sudah disiapkan petugas villa. Dia mengambil 2 sachet gula dan 3 sachet creamer.
“Kirain masih ngurung di kamar Mas,” Sari yang tidak mendengar jawaban Anto mengira kakaknya belum keluar kamar. Dia juga akan mengambilkan kopi untuk Steve.
“Sampun Bu,” sahut mereka.
“Mbak, tolong siapkan sarapannya Arya ya, dan untuk Abbhie biar nanti ibu saja yang nyiapin,” Anto meminta pada asistennya. Dia menaruh kopinya untuk memanggil Arya di kamar istrinya.
“Mas Arya, sarapan dengan Daddy aja yok. Nanti Mommy nyusul ya,” tentu Anto tahu istrinya sangat lelah setelah melakukan peperangan 2 ronde semalam. Seharian berwisata, malamnya bertempur, bagaimana enggak lelah coba?
“Yes Dadd,” Arya menyetujui perintah ayahnya sambil tangannya terbentang lebar minta digendong heronya itu. Anto menggendong jagoannya keluar kamar setelah memberi kiss pada Dini yang sudah bangun sejak Arya memintanya menyediakan sarapan, hanya Dini belum loading.
“Daddy bikin Mommy teler nih,” rajuk Dini manja saat dikecup keningnya oleh pujaan hatinya.
“Maaf ya cintaku, sekarang mau ikut sarapan bareng atau mau nerusin nemani Abbhie aja?” tanya Anto yang sudah menggendong Arya.
“Daddy duluan aja, sebentar lagi Mommy keluar,” balas Dini.
__ADS_1
Dini keluar sambil menggendong Abbhie, berbarengan dengan Risye dan Leo yang sudah mandi.
“Daddy belum maem?” selalu Anto dan anak-anak yang jadi fokus utama Dini. Dia melihat Arya sedang disuapi Anto dan Amora baru saja menghabiskan suap terakhirnya.
“Belum. Daddy nunggu Mommy aja,” Anto menjawab tanpa menoleh karena sambil menyuapi Arya.
“Mas Arya, kenapa harus disuapi? Kan sudah bisa maem sendiri?” tentu Dini bingung karena tumben jagoannya menjadi kolokan.
\============================================
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
__ADS_1
----------------------------