
Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini. Abang Steve ga tergoda pelakor lho, dan mbak Sari ga nge respon laporan si Abang pula. Terus si pelakornya di biarin besa atau gimana?
Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa.
Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya
-------------------
Sari membaca dengan tenang, dia memang bukan type yang meledak-ledak bila dapat masalah seperti ini. Dulu saat dengan Belinda maupun Cindy pun dia menanggapi dengan santai. Apalagi sekarang yang membuka fakta adalah suaminya, artinya tidak mungkin Steve akan mendua bila dia melaporkan padanya.
“Trus kenapa?” jawab Sari datar.
“Koq Mamie gitu sih, ga ngamuk atau apa gitu, emang ga cinta ke papie? Ga cemburu?” cecar Steve penasaran.
“Waktu Belinda dan Cindy kasih photo aja aku ga teriak-teriak, aku bilang silahkan ambil kalau Papie mau. Lebih-lebih ini Papie yang buka, ya buat apa mamie buang energi? Itu kan sudah jelas Papie cinta ke mamie,” dengan manis Sari mengecup pipi Steve.
Steve bahagia, ternyata istrinya memang bukan perempuan yang mudah tersulut bila dia yang langsung jujur agar tidak salah paham.
“Papie balas apa ke anak itu? Apa perlu mamie kasih tau bukti cinta kita ini?” tanya Sari sambil mengelus perut buncitnya.
“Siang tadi Papie kirim email ke bu Gita dengan bukti print-print an SMS ini, juga Papie forward ke nomor orang tuanya,” jelas Steve.
“Ya sudah kalau sudah seperti itu. Koq keluarga bu Gita banyak yang hobby bertindak buruk gitu ya,” jawab Sari sambil mengingat Puspita dan Shinta.
Bu Gita yang baru membuka email sangat terkejut membaca 2 email yang dikirim Steve. Email pertama berupa surat pengunduran diri Steve diajukan jam 08.34 pagi tadi dan email ke dua di kirim jam 15.38 berisi SMS yang Lita kirimkan untuk Steve juga raport kinerja Lita juga pengaduan banyak kasus dengan banyak pegawai di kantor Jogja.
Bu Gita tak habis pikir akan generasi di bawahnya, dulu kedua orang tuanya juga tak punya waktu untuk mengurus dan membimbingnya namun dai tak pernah berbuat nakal atau salah jalan. Bahkan ciuman pertama dengan suaminya mereka lakukan setelah mereka resmi bertunangan padahal sejak dia SMP kemanapun dia selalu berdua dengan suaminya.
Dia kembali mengingat Shinta yang hyper dan itupun baru dia ketahui saat tak sengaja mendengar para pegawainya ngerumpi di toilet karyawan. Dia sangat malu terhadap sepak terjang Shinta yang suka mengancam pegawai yang lemah posisi di kantornya sebagai pemuas nafsunya. Dari situ dia bisa menyimpulkan bila dengan teman-teman groupnya Shinta pasti lebih liar karena mereka semua sama-sama tahu.
__ADS_1
Bu Gita lalu mengingat Puspita yang ingin menjebak Anto, dan akhirnya tanpa dia tahu melahirkan di penjara. Rupanya saat akan menjebak Anto Puspita sedang hamil 1 bulan. Bu Gita tak membayangkan betapa malu dirinya bila Puspita bisa memperdaya Anot maka Anto akan kembali menikahi perempuan hamil. Dia ingat menantunya itu laki-laki yang sangat santun dan rajin beribadah serta dari keluarga yang baik dan terhormat.
Dan dari kata-kata yang di tulis Lita jelas perempuan itu juga bukan gadis murni lagi. Saat sedang termenung memikirkan generasi kedua di keluarganya terdengar tanya dari Hendro suaminya, “Bu, sejak tadi dik Isman menghubungi tapi kamu tidak angkat, ada apa?” pak Hendro masuk ruangan istrinya tanpa mengetuk terlebih dulu.
“Maaf Pak, aku ga dengar,” jawab Bu Gita gugup.
“Kamu kenapa? Mukamu pucat sekali,” pak Hendro langsung memegang kening istrinya. Karena posisi mereka dekat bu Gita langsung memeluk suaminya dan terisak sedih.
“Kita salah apa ya Pak?” bu Gita melontarkan pertanyaan yang dia yakin suaminya juga tak akan bisa menjawabnya.
“Ono opo tho Bu?” pak Hendro bingung wanita tegar di hadapannya bisa terpuruk seperti sekarang.
Bu Gita memperlihatkan email yang Steve kirim mengenai kelakuan Lita di kantor Jogja pada suaminya. Tentu saja pak Hendro tercengang.
“Dan kita mesti menyiapkan pimpinan baru di cabang Jogja karena Steve ingin mengundurkan diri,” tukas bu Gita selanjutnya.
“Itulah makanya ibu tanya kita salah apa? Mengapa anak-anak generasi kedua keluarga kita seperti itu sedang anak lain masih pada sopan dan agamis, misal adik kandung Anto yang menjadi istri Steve. Dia tetap berprestasi walau tidak di didik ayahnya sejak kecil. Dan istri barunya Anto, kedua orang tuanya juga bekerja sepanjang hari, namun dia tetap sopan,” tukas bu Gita bingung. Saat itu terdengar ponsel pak Hendro kembali berbunyi. Terlihat caller id adalah Isman ayah Jelita. Pak Hendro menyerahkan ponselnya pada istrinya.
“Assalamu’alaykum de,” sapa si penelpon dengan suara baritonnya.
“Waa’alaykum salam mas,” jawab bu Gita lirih. Dia tahu kakak sepupunya pasti sudah menerima laporan tentang kelakuan Jelita di Jogja.
“Aku terima forward an SMS dari ponsel kepala cabang Jogja tempat genduk magang, itu apa maksudnya ya de?” tanya pak Isman yang tidak mengerti karena yang dia terima hanya SMS dari seseorang pada Steve namun Steve tidak memberitahu siapa si pengirim dan apa maksudnya.
“Itu SMS salah satu pengikut program didik sebagai pemimpim perusahaan mas,” balas bu Gita belum mau masuk ke titik persoalan, dia ingin tahu bagaimana tanggapan kakak sepupunya terhadap persoalan seperti itu. “SMS yang dia kirim pada Steve sebagai penanggung jawab program itu.”
“Jadi anak itu menggoda Steve? Sama sekali ga tahu malu dan ga bermoral!” demikian tanggapan pak Isman.
Lalu dia melanjutkan, “Kan peserta perempuan ada dua, dan aku sudah tanya Ningrum dia tidak menerima laporan seperti itu,” pak Isman yang rupanya sudah cross check pada orang tua peserta didik lainnya.
__ADS_1
“Ya mas, mbak Ningrum ga akan dapat laporan seperti itu karena pelakunya adalah Jelita,” jawab bu Gita pelan.
“Tidak … tidak mungkin, anakku gadis baik-baik yang tidak pernah bertindak kotor seperti itu. Itu pasti rekayasa Steve. Atau bisa jadi itu ulah Dewi agar genduk (Jelita) mendapat nama buruk. Sehingga Dewi yang bisa masik jenjang berikutnya,” pak Isman menyangkal dengan emosi.
“Tapi di raport kegiatan, 90% kelakuan Jelita memang buruk, yang menilai bukan hanya Kusno dan Steve, tapi semua orang di kantor itu. Penilaian kepribadian dan kerja sama team di kerjakan oleh semua pegawai. Saya pegang datanya, Kusno sudah mengirim rekapannya. Dan Jelita juga terlibat banyak keributan dengan semua pegawai di sana. Dan sebelum menggoda Steve dia sudah menggoda Kusno dan di damprat oleh istri Kusno dan banyak saksinya,” bu Gita memaparkan semua data yang dia dapat agar pak Isman tidak menutup mata pada kesalahan Jelita.
Bu Gita ingat dia dulu menutup mata saat Anto mengajukan syarat menikah yang dia pikir bisa selesai bila dia intervensi. Dan dia sekarang sadar mengapa anak-anak pada salah langkah, yaitu karena para orang tuanya selalu membela apapun kesalahan anaknya!
Pak Isman tercekat mendapat fakta bahwa gadis penurutnya ternyata rubah berbulu domba. Dia sangat menyesal. Dia ingat Shinta dan Puspita juga gadis penurut bila di rumah, namun begitu keluar rumah mereka sama sekali tak terkendalikan.
***
Bu Gita membalas email Steve dengan singkat ‘besok temui saya di alamat ini jam 11 tepat’
-------------------------
Cerita baru karya yanktie yang berjudul IMPOSSIBLE LOVE sudah mulai rilis lho
Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya
Mantan guru pasti lebih tua dong!
Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3
Penasaran??? Langsung cari hanya di Noveltoon ya
Ini cover novelnya
__ADS_1