KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
37 I AM PROUD OF YOU


__ADS_3

37  I AM PROUD OF YOU


“Nasiku dikit aja mom, daddy mau banyakin kwetiau goreng aja nanti” kata Anto saat Dini akan mengambilkan nasi ke piringnya


“Fix, kalian udah jadian, ga usah nutup-nutupin dari gue deh” kata Steve saat mendengar kata-kata Anto pada Dini. Dini makan dalam diam, sepertinya dia jadi malu sendiri. Sementara Anto dan Steve terus saja bercerita tanpa henti


***


Pagi ini Steve absent pagi pada kekasih hatinya di Jakarta, jam 5 pagi dia sudah telpon Sari. Kebiasaan mereka bila hari Sabtu dan Minggu memang telpon sehabis sholat subuh. Mendengar cerita Sari yang sudah menyelesaikan bab akhir skripsinya membuat Steve bahagia. Mereka juga bertukar cerita mengenai hubungan Anto dan Dini yang mereka lihat semakin dekat. Tentu saja Sari dan Steve sangat bahagia mengingat bagaimana menderitanya Anto dan Dini saat masing-masing terpaksa menikah bukan dengan orang yang mereka cintai. Sari dan Steve berharap semoga hubungan Anto dan Dini kali ini berhasil mengantar mereka ke jenjang yang mereka inginkan


Sehabis telpon dengan Sari, Steve bingung mau apa dia pagi ini, karena kemarin dia ga jadi belanja mingguan maka hari ini dia wajib belanja. Tentu aja minggu ini dia kepaksa belanja sendiri karena Dini sedang ada Anto. Dia sebisa mungkin tidak mengganggu proses kedekatan keduanya. Berpikir tentang Anto dan Dini maka dia jadi pengen ngajak pasangan itu ke Sunmor ( Sunday Morning ) yaitu pasar kaget yang hanya diadakan setiap hari Minggu pagi didaerah UGM


“Assalamu’alaykum sayangku” sapa Steve saat telponnya diangkat Dini


“Wa alaykum salam, kenapa Steve? Tumben pagi-pagi calling” tanya Dini


“Ketemuan di Sunmor yok” ajak Steve


“Boleh, ni kami emang baru mau siap-siap karena Amora baru aja bangun, tadinya cuma mau jalan ke stasiun Tugu aja sih. Tapi ya sekarang bolehlah kita janjian disana” kata Dini sambil melihat Anto yang baru selesai memakaikan sepatu Amora


“Maz, Steve ngajak ketemuan di Sunmor” beritahu Dini saat menutup telpon


“Ok, maz ganti baju dulu ya. Moya sama mommy, daddy ganti baju dulu” kata Anto lalu menuju kamarnya. Dia keluar menggunakan kaos biru dongker dengan jeans biru dan sepatu biru sewarna jeans nya


“Maz bawa sneakers?” tanya Dini saat melihat penampilan Anto yang makin membuatnya ganteng dimata Dini


“Kemaren niatnya pagi jogging.” kata Anto, dia melihat pakaian Dini yang senada dengan yang dia kenakan, kaos biru dongker dan celana jeans serta sepatu sneakers biru dongker, mereka beda diwarna sepatu karena warna sepatunya adalah biru muda


Steve melihat kedatangan mobil Dini, dilihatnya pasangan itu menggunakan baju dan sepatu senada, membuat siapapun yang melihatnya pasti iri dengan  kekompakan pasangan ini. “Cie cie cie.. beneran pasangan serasi ya, sengaja kembaran gitu bajunya, mau bikin ngiri gue kan?” goda Steve saat mereka bertemu dan bersalaman dengan Anto


“Kita ga janjian lho Steve, keluar kamar baju kita samaan gini” kilah Dini

__ADS_1


“Janjian juga gapapa kan? Ga ada yang marah koq” kata Steve lagi


“Ada Steve, mbak-mbak yang ngejar dia” goda Dini “Rajin telpon dan datang ke kantornya” lanjutnya


“Cie kamu curhat mom? Cemburu ya?” goda Anto sambil mencium pipi Dini


“Yeee, siapa yang cemburu” jawab Dini sambil menjauh agar ga jadi sasaran cium Anto lagi


“Hahhahahaa, siapa Din yang rajin nyosor manusia es batu ini?” tanya Steve penasaran


“Itu Steve, yang dijodohin ama mantan mertua” kata Dini semakin menjauh dari Anto


“Hahahahaaa, masih nyosor aja dia bro?” tanya Steve pada Anto


“Barusan aja dia telpon, Dini tu yang njawab” kata Anto


“Kita cari makan dulu yok, lapar nih” kata Dini


Saat menunggu pesanan datang Anto meminta Steve mengawasi Amora karena dia ingin telpon bu Gita


***


Mamanya sangat senang melihat rona bahagia di wajah kakaknya itu. Sari tahu mama  selalu mendoakan yang terbaik bagi semua anaknya. Sari juga tau dikamar mas Anto banyak pigura baru terpasang, ada photo dengan pose mas Anto mengecup kening Dini ambil Dini memeluknya, ada pose cium pipi dengan posisi Anto atau Dini atau Amora ditengah, Sari ikut bahagia memandang moment bahagia itu diphoto itu. Melihat mas Anto meletakan photo di ruang keluarga sudah membuktikan bahwa saat ini hubungan mas Anto dan mbak Dini sudah setengah resmi, tinggal nunggu ijab kabul saja. Sari yakin pasti mbak Dini menunda hingga dia wisuda S2 nya


***


Sore ini Steve datang ke Bumijo, kebetulan tadi dia ada urusan di jalan Mangkubumi, sangat dekat dengan rumah Dini, maka dia mampir. Dari mobil dilihatnya Dini sedang memperhatikan Amora berkeliling dengan sepeda roda tiganya didorong mbak Inah pengasuhnya


“Hallo sayangnya papa, balapan yok” goda Steve saat akan memarkir mobilnya.


“Papaaaa..” pekik Amora sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Steve menghampiri Amora dan mengecup kedua pipinya. Sesudah itu dia menghampiri Dini yang duduk di kursi taman “Hallo sayangku”, katanya sambil cipika cipiki pada Dini


“Tumben, dari mana hari gini koq sudah sampai sini?” tanya Dini


“Aku dari jalan Mangkubumi, jadi sekalian aja kesini” kata Steve


“Mau duduk sini atau kedalam?” tanya Dini


“Sini aja dulu deh, gerah aku” kata Steve sambil menyalakan rokoknya


“Aku ambilkan kamu minum dulu ya sebentar” kata Dini sambil berjalan ke dalam. Lalu dia keluar membawa segelas es lemon tea dan cake. “Minum deh biar ga gerah” kata Dini


Mereka bercerita aneka topik, dan masuk ke rumah saat adzan maghrib berkumandang. “Masuk yok, sambil aku siapin makan malam” ajak Dini


“Ok, aku sekalian mandi deh” kata Steve menuju mobilnya untuk mengambil baju gantinya. Steve kaget ketika memasuki ruang tamu terpampang photo besar penghuni rumah. “Wow wow wow, luaaaaaar biasa ibu kita ini, selalu mengelak, ternyata sudah memproklamirkan diri secara resmi seperti ini” kata Steve kagum akan tindakan Dini..


“Serius I’m proud of you dear, kamu sudah berani menentukan langkah” katanya tulus. Saat Dini sedang menuju ruang sholat, Steve menelpon Anto, dia tau di Jakarta belum masuk waktu maghrib, masih ada jeda untuk menghubunginya.


“Hallo bro, gue hampir pingsan nih” cerocos Steve langsung menggoda Anto


“Kesambet apa lo maghrib-maghrib?” tanya Anto


“Gue di Bumijo nih” tegas Steve


“Apa hubungannya ama lo mau pingsan?” tanya Anto ga ngerti arah pembicaraan Steve


“Gimana gue ga mau pingsan, begitu masuk ruang tamu ada pigura besar menampilkan photo keluarga bahagia” cerita Steve pada Anto


“Serius dia pajang photo kami di ruang tamu?” tanya Anto ga percaya, dia pikir Dini akan meletakkan photo mereka di kamarnya, paling tidak di ruang keluarga, bukan di ruang tamu seperti sekarang. Kalau di ruang keluarga kan ga semua tamu bisa melihatnya, hanya yang masuk sampai kedalam yang akan tau. Dia sangat bahagia Dini berani memproklamirkan diri seperti itu, karena siapapun yang datang pasti akan langsung melihat photo itu


***

__ADS_1


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2