KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
47 PAKET KEJUTAN


__ADS_3

Saat itu Cindy dan temannya yang photografer sedang mencari gaun yang sesuai dengan tema project mereka. Saat baru masuk butik Cindy melihat sosok Steve. Dia berbisik pada temannya, lalu menghampiri Steve dengan anggun.


“Steve, ga nyangka ketemu disini, lagi ngapain?” tanya Cindy ramah.


“Nemani tante lagi cari gaun” jawab Steve asal, dia ga mau Cindy tau butik ini miliknya.


Cindy makin maju untuk mendekati Steve namun dia terjatuh karena kakinya sedikit tertekuk. “Maaf’ katanya sambil berupaya bangkit dari badan Steve yang tertindih karena dia terjatuh tadi.


Steve berdiri agar Cindy tidak terus berada diatas tubuhnya, semua di ruangan itu melihat mereka. “Kenapa Steve?” tanya tante Woro.


“Gapapa tante, ayok kita pulang aja” ajak Steve.


***


“Kita sudah sepakat ga akan ketemuan lagi apapun yang terjadi kan. Anda berhasil mengambil Steve ataupun tidak, kita ga perlu ada pembicaraan lagi” keluh Sari yang terpaksa mengikuti kemauan Cindy untuk duduk sebentar di food court ini, karena tadi secara tidak sengaja mereka bertemu.


“Benar kita sudah sepakat ga ada pembicaraan lagi, tapi saya cuma mau kasih tau bukti aja bahwa saya selangkah didepanmu. Kamu lihat tanggal di photo, karena kemaren saya sengaja menggunakan kamera bertanggal. Ditempat umumpun Steve selalu mencoba mencumbu saya, bisa kamu bayangkan bagaimana kami bila di kamar?” senyum culas Cindy tersungging penuh kemenangan.


Sesungguhnya Cindy sedang mencari mangsa baru, karena sudah sejak natalan tahun lalu dia mencari jejak Steve di Jakarta ga pernah ketemu. Dia ga tau kalau sejak bulan Agustus tahun lalu Steve sudah pindah kerja ke Jogja. Minggu lalu ga sengaja dia ada jadwal pemotretan di Jogja dan melihat Steve maka dai mencari kesempatan untuk membuat sandiwara ini.


Lebih mudah mencari Sari, karena dia selalu memantau Sari untuk menemukan Steve. Itulah mengapa dia bisa tau kalau hari ini Sari keluar kursus dan pulangnya ke mall.


Sari melihat seksama photo yang diberikan Cindy, dia melihat tangan Steve menarik lengan Cindy dan bibir mereka hampir bersentuhan. Photo yang lain adalah wajah Cindy ada didada Steve “Ambil saja kalau anda suka. Saya ga pernah mempertahankan dia koq” Sari berupaya tenang.


***


Steve melihat paket berupa amplop dari ekspedisi kilat tergeletak dimeja kerjanya sehabis dia keluar makan siang. Paket dengan alamat tujuan diketik dan tanpa nama pengirim itu dibukanya. Dia terperangah melihat photo dirinya dan Cindy yang seakan-akan sedang bercumbu hingga selesai bercumbu itu. Dia sebagai pelaku utama di photo itu sangat yakin itu adalah bukan dirinya. Steve langsung menghubungi nomor telpon Sari, namun tak bisa terhubung.

__ADS_1


Tanpa buang waktu Steve langsung keluar dan meninggalkan pesan pada sekretarisnya kalau dia ingin keluar kantor.


“Ngapain masih siang gini udah nyangkut kesini?” tanya Dini yang baru saja sampai rumah sehabis ngajar.


“Bantu aku Din, aku serius, bantuin aku” pinta Steve yang langsung meminum lemon tea yang baru saja diantar simbok, belum sampai diletakan di meja dia ambil langsung dari nampan.


“Ada apa sih kamu, kesambet?” tanya Dini heran.


“Liat” Steve memberikan amplop yang dipegangnya.


“Astagfirullaaaah Steve. Kenapa bisa ada photo seperti ini? Aku tau lah kamu dulu bajingan, tapi ga harus dibikin photo juga kan? Kalau udah gini gimana? Siapa yang kirim ke kamu?” Dini mencecar Steve dengan makian dan pertanyaan.


“Dengar ya Din, aku perjelas, aku bukan bajingan, aku bukan peminum apalagi pemakai narkoba dan belum pernah 1 perempuanpun yang aku ajak tidur. Kalau hanya sekedar kiss aku memang sudah melakukannya dengan semua pacarku” jelas Steve menolak anggapan Dini kalau dia adalah player.


“Aku ga tau siapa yang merekayasa photo ini, aku juga ga tau siapa yang kirim ini ke aku, aku ga tau apa motiv dari hal ini, namun aku menduga Sari sudah tau photo ini karena sejak aku terima photo ini, nomor Sari sama sekali ga bisa aku hubungi” jelas Steve putus asa.


Sehabis menerima absen suaminya Dini mencoba menghubungi HP Sari “Assalamu’alaykum de” sapa Dini saat telpon terhubung.


“Wa alaykum salam mbak, apa khabar?” jawab Sari ceria.


“Alhamdulillah sehat. De mama sehat ga? Koq aku kepikiran mama” pancing Dini.


“Sehat mbak, sekarang lagi sare karena sore akan arisan” jelas Sari.


“Oh yo wis, nanti malam aja aku ngobrol ama mama” Dini mengakhiri pembicaraan mereka.


“Coba sekarang kamu telpon Sari, aktive koq HP nya” kata Dini, yang langsung dituruti oleh Steve.

__ADS_1


“Ternyata nomorku di block sehingga ga bisa terhubung. Jelas kan kalau Sari tahu tentang photo ini dan dia pasti sudah berpikir yang engga-engga tanpa crosschek ke aku” sesal Steve.


“Tanggal 20 dia ujian skripsi, aku ga bisa meluncur kesana menjelaskan masalah ini, aku ga ingin konsentrasinya terganggu. Aku harus gimana Din?” tanya Steve.


“Nanti malam aku diskusiin ama maz Anto deh. Kamu tenang dulu” hibur Dini.


***


Hari ini super sibuk karena pak Hendro Winarno akan berkunjung kekantor, itulah sebabnya Steve tak bisa langsung terbang ke Jakarta menyelesaikan masalah pribadinya dengan Sari


Siang ini Steve kembali mendapat amplop paket, kebetulan dia menerima langsung dari kurir saat baru saja masuk sehabis sholat. Steve memang sudah belajar sholat. Dibukanya amplop itu di ruangannya. Dilihatnya 2 buah photo dengan lingkaran spidol di tanggal photo. Dia ingat kejadian di butiknya, yang dia sesalkan photo itu tak seperti kejadian yang sebenarnya. Karena di photo itu terlihat seperti dia menarik Cindy untuk menciumnya dan juga dia bahagia memeluk Cindy di dadanya.


Selain 2 photo itu juga terdapat 1 plastik klip berisi sim card dan tulisan : selamat mendengarkan.


Steve mengganti sim card nya dengan sim card yang baru diterimanya, dia tercengang dengan kata-kata Sari yang ga ingin mempertahankannya dan mempersilahkan Cindy mengambilnya dan mendengarkan rekaman disana.


A : “Maaf saya ulang perkataan anda. Anda tadi bilang anda adalah calon tunangan yang batal karena Steve selingkuh?”


B : “Ya, seperti itu. Steve selingkuh dengan sekretarisnya. Papi dan mami saya langsung membatalkan pertunangan kami karena ga ingin saya terluka. Jujur saya masih sangat mencintainya dan bisa menerimanya kembali asal dia memohon maaf. Tapi Steve terlalu tinggi hati untuk melakukan itu”


“Lalu saya dengar sekretarisnya menikah meninggalkannya. Karma berlaku untuknya. Saya dengar itu maka saya mencarinya, saya ingin kembali kami merajut hubungan yang pernah kami miliki, namun saya kaget karena dia sekarang dekat dengan kamu. Untuk itu saya mau tanya, apa kamu serius mencintai Steve bila tau cinta Steve pada saya masih sangat besar, bahkan semalam kami menghabiskan malam panas semalaman sepulang kami dari gereja”


A: “Kalau saya bilang saya akan memperjuangkan cinta saya apa yang hendak kamu lakukan dan kalau saya bilang silahkan ambil bila memang Steve ingin bersama anda, apa yang anda akan katakan?”


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, gimana ya tanggapan si ganteng Steve pas dia dengan Sari ga mau ngejar dia dan ingin lepasin dia?


simak terus lanjutannya ya

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2