
Hallo, gimana puasa kalian di hari kedua kemarin? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Enak ya kerja bisa atur waktu sendiri seperti papaie Steve dan mamie Sari. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Sambil memberi ASI, iseng Sari membuka media sosialnya. Tak dia sangka Endah memposting test pack dengan dua garis. Sahabatnya saat kuliah menikah 4 bulan lalu. Saat itu dia tak bisa hadir karena sudah mendekati HPL nya. Namun dia tetap membantu di belakang layar. Karena paket seserahan pernikahan Endah dipesan Bram pada dirinya. Sari langsung memberi komentar di postingan Endah. Dia sangat bahagia melihat khabar bahagia sahabatnya itu. Seminggu lalu dia juga mendengar Uswah sedang hamil anak ketiga. Putra pertama Uswah sudah berusia 13 bulan.
Akhirnya Endah dan Uswah serta Sari saling berbalas chat di group mereka bertiga. Endah dan Uswah sama-sama menggoda Sari untuk kembali hamil. Tentu saja itu membuat mereka terbahak karena usia Adhisty baru 3 bulan. Ke halu an mereka membahas bila Sari hamil saat usia Dhisty 3 bulan tentu saja membuat pagi yang di guyur hujan menjadi hangat. Steve yang baru terbangun melihat istrinya sedang senyum-senyum tentu menatap bingung istrinya. “Sedang chat dengan groupmu?” tanya Steve.
“Koq Papie tahu?” jawab Sari.
“Kalian ‘kan sejak kuliah seperti itu, jadi Papie hafal, bila kamu chat dengan senyam senyum enggak jelas, pasti sedang ngerumpi bertiga,” jawab Steve sambil menciumi pipi gembil Dhisty yang sudah terlelap. Namun lama kelamaan bibir Steve beralih ke pabrik ASI Dhisty yang masih terbuka karena putrinya belum melepas pusat ASI di mulutnya. Sari baru tersadar ternyata Steve sedang bergerilya untuk serangan pagi.
“Pie, ih jangan mulai deh,” Sari mencegah pertempuran pagi ini. Semalam mereka sudah bertempur dan membuat mereka harus mandi sebelum salat subuh. Namun Steve tetap menyerang membuat Sari tak dapat bertahan dan mengibarkan bendera putih tanda menyerah.
“Mamie enggak berangkat ke butik ah, cape.” Sari membuat keputusan tanpa mengingat dia sedang berencana mengubah lay out butik.
“Lalu pengerjaan lay out butik enggak jadi?” tanya Steve sambil mengatur napas. Dia juga sangat letih.
“Hari ini masih belanja barang koq. Rencana pengerjaan baru besok,” balas Sari.
“Kalau begitu Papie juga nemani Mamie aja. Enggak berangkat kerja.” Steve pun ikut akan mbolos. Hahaha enaknya para boss mengatur waktu kerjanya. Memang setinggi apa pun jabatanmu di kantor atau perusahaan orang. Kamu tetap pegawai. Namun seorang pemilik kios sekecil apa pun, dia adalah boss.
__ADS_1
“Ih nyontek,” cecar Sari. Sementara Steve hanya terkekeh. Dia malas berangkat kerja sendirian dan meninggalkan istri dan anaknya di rumah. Sari keluar kamar karena sangat lapar sehabis memberi ASI dan bertempur dengan Steve. Di meja makan tersedia nasi goreng seafood. Dia bergegas makan sebelum putri kecilnya terbangun. Sementara Steve meneruskan tidur kembali.
“Mau bikin kue apa Ma? “Sari bertanya pada mamanya karena melihat sang mama sibuk menyiapkan bahan-bahan kue.
“Enggak bikin kue, cuma pengen bikin bubur candil. Kayaknya buat nanti sore atau sarapan besok pagi enak makan bubur candil.” Bu Rahma menjawab anaknya tanpa menoleh.
“Bikin yang banyak aja Ma, buat sore dan sarapan,” balas Sari sambil terus makan.
Sejak tadi ponsel Steve berbunyi, namun sang pemilik tidak mendengar karena kembali terlelap sambil memeluk buah hatinya. Sedang Sari di luar kamar sehingga juga tidak mendengar.
***
Sudah 4 tahun Teddy tidak bertemu Riri, entah mengapa akhir-akhir ini dia kembali teringat gadis kecil super smart itu. Dia baru menyadari ternyata dia mencintai gadis itu sedemikian dalam. Papanya sejak bulan lalu memintanya menikah. Dan bayangan sosok Apsari semakin sering muncul di benaknya. ‘Aku enggak boleh mengingatnya, dia hanya sahabat dan lagi sudah bahagia dengan suami dan anaknya,’ Teddy berupaya menetralkan pikirannya. Dia tak mau tersiksa dengan kehadiran bayangan sosok itu. Sedihnya, saat berupaya mengusir bayangan itu, Bram sahabatnya malah bercerita kalau Endah dan Uswah sedang menggoda Sari untuk kembali hamil sedang dia baru melahirkan.
Teddy kembali menekuni berkas di mejanya. Saat ini dia memimpin dua perusahaan milik sang ayah. Untuk memudahkan kerjanya, dia menggabung kantor kerjanya di satu apartemen miliknya. Di sana bukan untuk tinggal melainkan diperuntukkan untuk meng handle 2 kantornya. Ada 7 staff kepercayaan dan 1 OB serta seorang ajudan sekaligus tangan kanan Teddy yang berkantor di apartemen itu. Bukan tak mampu beli kantor baru, tapi Teddy memang tak ingin semua karyawannya tahu siapa sosok CEO perusahaannya.
“Bagas, pertemuan Mega Buana dengan Ega corp di reschedule. Itu bentok dengan jadwal Buana Gemilang dengan Sandy Prima Nusantara. Bagaimana kamu atur jadwal dua bendera kita dalam waktu bersamaan. Kecuali kamu yang mau menggantikan saya di salah satu pertemuan itu.” Kembali Teddy memprotes kinerja karyawannya yang tidak teliti.
“Ya, hallo Bro,” sapa Teddy menjawab telepon Bram. “Lo bisa ‘kan njawab permintaan gue?” Teddy meminta Bram memegang satu usahanya dan mereka bergandengan tangan memajukan dua perusahaan itu. Teddy agak kewalahan karena para staffnya sering kurang teliti.
“Wah belum, lusa gue harus tugas akhir ke Jogja sebelum resign. Lo mau nemenin gue ke Jogja? Sekalian kita main ke butiknya Sari. Karena bini gue nitip sesuatu.” Bram mengajak Teddy untuk ke Jogja berangkat bersamanya.
“Berapa hari lo di sana?” tanya Teddy.
“3 hari kerja, habis itu baru gue ke butiknya Sari,” kembali Bram menjawab pertanyaan Teddy.
“Ok, hari ketiga gue nyusul. Gue juga kangeeen banget ama Sari.” Teddy pun menyetujui ide Bram menemui Sari.
__ADS_1
Setelah itu Teddy memanggil Bagas untuk mengosongkan jadwalnya 4 hari sejak dia berangkat ke Jogja. Dia ingin refreshing berdua Bram seperti saat mereka SMA di Singapore.
______________________
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
__ADS_1