
26 MASIH BISAKAH CINTAMU KUMILIKI?
“Wa alaykum salam Tedd, aku hari ini kosong karena dosen lagi ga hadir, ni lagi di perpustakaan ama Endah dan Uswah” jawab Sari berbisik
“Aku ke kampusmu ya, mau ceritaan” pinta Teddy
“Otree, aku tunggu” jawab Sari
“Aku balik duluan ya” pamit Sari sambil membereskan buku-bukunya
***
“Ri, kalau misal kita sudah nyaman ama hubungan pertemanan, enak ngobrol, ga jaim tanpa batasan, lalu tiba-tiba ada perasaan lain. Menurutmu gimana?” tanya Teddy sambil mereka menunggu pesanan mie di bakmi gang kelinci pasar baru
“Kalau saranku sih jajagin dulu aja, jangan langsung kamu ungkapin, daripada kamu nyesel bila orang itu ga suka atas perasaan yang kamu ungkapkan. Nanti malah pertemanan kamu terganggu bila dia nolak” jawab Sari atas pertanyaan Teddy
“Gitu ya. Iya juga sih. Sejak semalam aku juga mikir gitu. Karena aku ga lihat dia punya attensi lebih diluar pertemanan kami” jawab Teddy ambigu
Sehabis makan mereka berniat window shoping di pertokoan pasar baru. Saat itu Sari menerima panggilan telpon dari kakaknya
“Assalamu’alaykum mas” sapa Sari lebih dulu
“Wa alaykum salam de, kamu dimana?” tanya Anto
“Aku dekat area kantormu mas, barusan habis makan di gang kelinci, sekarang mau liat-liat aja di pasar baru” jawab Sari jujur
“Ya wis, jangan kelamaan pulangnya ya de”
Steve POV
Siang ini aku baru aja selesai janjian dengan klien di daerah dekat kantor Anto, iseng mampir ah, sudah mau jam pulang kantor juga. Lalu kami sengaja beriiringan dari kantornya menuju bakmi gang kelinci. Sebenernya aku malas karena ga terlalu suka mie, tapi menghormati Anto yang bilang pengen beli mie buat mama nya dan Dini yang penggila mie gang Kelinci kepaksalah aku ikutin kemauannya. Saat kami baru aja markirin kendaraan kami masing-masing aku melihat Sari baru aja keluar dari bakmi gang Kelinci itu. Dia berdua dengan laki-laki, yang berbeda dengan laki-laki yang pernah aku lihat di rumahnya sebulan lalu
“Itu bukannya Sari?” tanyaku pada Anto
Anto tak menjawab pertanyaanku, dia langsung menelpon adiknya dan meload speaker sambungan telponnya agar aku bisa mendengar pembicaraan mereka
“Assalamu’alaykum mas” kudengar sapaan Sari lebih dulu, suara yang membuatku selalu merindunya
“Wa alaykum salam de, kamu dimana?” tanya Anto
“Aku dekat area kantormu mas, barusan habis makan di gang kelinci, sekarang mau liat-liat aja di pasar baru” jawab Sari jujur
“Ya wis, jangan kelamaan pulangnya ya de” balas Anto lalu langsung memutuskan pembicaraan mereka
Ternyata dia jujur pada kakaknya, aku makin meyukainya. Namun siapa laki-laki tadi? Aku lihat interaksi keduanya sangat akrab. Binar bahagia juga kulihat di wajah gadis kecilku itu
__ADS_1
Masih bisakah cintamu kumiliki?
***
“Assalamu’alaykum mbak” Sari mengawali pembicaraan kali ini. Dia menghubungi mbak Dini karena mamanya meminta Dini untuk bisa makan bersama diulang tahun mas Anto
“Hai, wa alaykum salam de, pa khabar?” sahut Dini pada Sari
“Sehat mbak, mbak sekarangkan udah selesai semester, mama ngajak masak bareng” kata Sari to the poin
“Boleh tuh, kapan de? Sama mbak Rina sekalian ga?” tanya Dini antusias. Sejak SMP mbak Dini memang sering masak bareng dengan mamanya dan mbak Rina.
“Wah aku belum hubungi mbak Rina mbak, mama tadi minta hubungi mbak Dini aja” jawab Sari polos
“Ya sudah, kamu telpon mbak Rina sekalian” pinta Dini “Eh kapan itu acaranya?” tanya Dini berikutnya
“Besok hari Selasa ya mbak, bisa kan?” tanya Sari
“Ok, jam 9 an ya aku datangnya, kita mau masak apa biar aku bawa bahannya” jawab Dini
“Semur daging dan sop jagung aja mbak gimana?” tanya Sari
“Ya sudah, mbak bawa bahannya, bumbu ready semua kan?” tanya Dini antusias
“Bumbu lengkap” jawab Sari
Hari Selasa pagi Dini datang bersamaan dengan mbak Rina dan 2 putrinya yang akan menginap di rumah eyangnya selama libur semester.
Ga kerasa mereka rampung masak, mbak Rina membuat puding busa dan Sari membuat asinan rambutan. Rupanya mbak Dini ga ingat kalau hari ini ulang tahun mas Anto. Dia baru ingat setelah mama meningatkannya untuk makan malam bersama. Padahal sepertinya mbak Dini akan pulang sesudah makan siang kali ini
“Din, nanti makmal disini lho” pinta tante Rahma pada Dini sesudah makan siang
“Kan kita sudah maksi tan, masa sampe makan malam sih?” tanya Dini
“Yang ulang tahun kan belum pulang kantor kalau makan siang” jawab bu Rahma santai
“Ya ampuuuuuun, aku ga inget hari ini 28 Juni. Waduu ga siap kado” keluh Dini, dia lupa hari ini ultahnya Anto. “Kalau gitu keluar sebentar yok de” ajak Dini ke Sari
“Ayo, siapa takut?” kata Sari yang memang hobby shopping
“Mbak, Amora dibasuh ya, lalu ajak bobo siang” kata Dini pada pengasuh Amora
***
“De, mampir rumah dulu ya, aku ga bawa charger ku” kata Dini saat mereka akan pergi beli kado. Rumah mereka memang hanya beda RT saja, jadi ga makan waktu lama.
__ADS_1
Sari dan Dini menghabiskan siang hingga sore berdua di mall. Sore jam 4 mereka sudah sampai kembali di rumah Sari
“Assalamu’alaykum” sapa Anto saat pulang kerja
“Daddy” pekik Amora senang
“Wa alaykum salam” sahut mbak Rina dan Ajeng yang kebetulan ada di teras bersama Amora
“Koq ga jawab salam daddy?” tanyanya pada gadis kecil yang memeluk kakinya, sambil diusapnya puncak kepala anak itu
“Wa alaytum sayaaaam” jawab Amora
“Daddy mandi dulu ya. Habiskan maem pudingnya sama bude” kata Anto
Anto menjadi imam sholat, dia melihat Dini ga ikut berjamaah, melainkan mengatur meja makan. Rupanya dia sedang libur sholat, pikir Anto. Steve datang terburu-buru dari kantornya, Dini menelponnya saat Dini beristirahat sore tadi.
“Baru dapet ( dapat tamu bulanan maksudnya ) mbak? Kayaknya tadi masih sholat Ashar?” tanya Sari
“Iya de, untung di tas sudah sedia pembalut karena sudah jadwalnya” sahut Dini. Mereka berdua sama-sama ga sholat, hanya Sari sudah hari ke 3. “Kamu ga kasih tau Steve ya?” tanya Dini
“Ngapain? Wong ga ada acara apa-apa mbak?” jawab Sari
“Hehehehe, aku telpon dia barusan, dia pas udah jalan pulang, jadi dia ngomel karena balik arah” kata Dini menjelaskan
“Pantes dia koq datang,” kata Sari, karena dia emang ga kasih tau Steve, lebih-lebih kemaren Sari sedang jengkel pada Steve
“Hallo sayangku, udah lama datengnya?” tanya Steve sambil memeluk Dini
“Dari pagi, aku diundang masak-masak, ga inget kalau ada yang ultah” jawab Dini
Anto yang baru keluar dari ruang sholat baru sadar saat mendengar kata-kata Dini, rupanya kumpul karena ulang tahunnya
“Hai bro, met ultah ya” kata Steve pada calon kakak iparnya itu
Steve melihat Sari yang masih menjauh dan berupaya menghindarinya sejak dia hadir. Dia sadar itu karena perdebatan mereka kemarin yang membuat Sari tersinggung karena merasa dibatasi ruang geraknya
Flash back on
“Sudah sampai rumah?” tanya Steve malam itu sehabis dia makan berdua Anto di gang kelinci
“Udah dari tadilah” jawab Sari santai
“Tadi belanja apa aja di pasar baru?” tanya Steve
“Ga jadi beli apa-apa. Tadi cuma naksir sneaker tapi ga jadi beli. Wait, koq abang tau aku dipasar baru?” tanya Sari penasaran
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya