KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
142 SIAPA DIA?


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE  ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


Dua minggu sudah kejadian pelarian mobil terjadi tapi belum ada titik terang. Semua seller dalam komunitas Steve juga membagikan berita pencurian ke teman-teman seller dari wilayah lain. Karena bisa saja mobil itu di jual di pulau lain selain pulau Jawa.


‘Steve, ada info, mobil yang lo laporin minggu lalu, kemaren nyebrang ke Sumatera, terlihat di penyebarangan menuju Lampung,’ sebuah chat masuk ke nomr Steve malam ini. Dikirim juga foto mobil dan nomor platnya. Steve segera melaporkan info itu pada polisi agar polisi langsung menindak lanjuti dengan jajarannya di Lampung dan sekitarnya.


‘Terima kasih, info akan gue lanjutin ke polisi, biar cepat di lacak di area sana,’ Steve langsung mengapresiasi info itu.


***


‘Alhamdulillah semua lancar,” Steve dan Sari mengucap syukur acara aqeqah Dwipa berlangsung lancar. Oma masih setia di Jakal, sudah 5 minggu karena oma datang seminggu sebelum Dwipa lahir. Lusa baru oma akan kembali ke Jogja, kemarin opa sudah datang ke Jogja untuk menjemput. Karena opa hanya datang saat hari kelahiran Dwipa. Saat Dwipa berusia 4 hari opa kembali ke Jakarta dan datang lagi kemarin untuk menghadiri aqeqah Dwipa sekalian menjemput oma.


“Pak Steve bisa datang ke kantor?” sapa pak Bambang, dia akan mengabarkan perkembangan kasus hilangnya mobil 2 minggu lalu.


“Siang ini saya tidak bisa Pak. Agak sore baru saya ada waktu. Karena saat ini saya sedang menjadi tuan rumah aqeqah putra saya,” Steve menjawab dengan memberi kepastian kapan dia bisa datang.


“Bisa Pak, saya juga kebetulan dinas siang, jadi Bapak datan siang atau malam saya masih ada di kantor,” pak Bambang malah senang karena jadwalnya klop dengan waktu Steve.


***


“Papie berangkat dulu ya Mam,” Steve pamit pada istrinya. Tak lupa Sari membawakan 3 kotak kue untuk Steve berikan di kantor polisi nanti. Kalau box nasi memang pas untuk dibagikan sehingga tak ada sisa.


“Hati-hati ya Pap, Mamie enggak antar keluar ya,” jawab Sari sambil salim pada Steve. Dia sedang memberi ASI pada Dwipa.  Steve mencium kening dan puncak kepala istrinya lalu segera melaju ke Magelang.


***


“Ini data yang kami dapat dari CCTV di ruangan Bapak,” pak Bambang memberikan data 2 nama. “Mereka bukan suami istri, tapi kakak beradik.”

__ADS_1


“Dan ini, foto saat mereka di Palembang, sesuai foto dari teman Bapak saat mereka menyeberang di Bakauheni. Mereka sesuai KTP dan KK adalah penduduk Garut. Namun domisili terakhir mereka adalah Palembang. Kami sedang menunggu info terakhir penangkapan mereka malam ini,” lanjut polisi tampan itu.


Steve mengamati data yang dia dapat. Selanjutnya dia akan menunggu khabar tentang penangkapan kedua pelaku pencurian mobilnya. Walau pastinya mobil tak bisa langsung dia ambil karena akan digunakan sebagai barang bukti dulu. Setidaknya dia cukup puas pelaku kejahatan bisa tertangkap. Hampir tengah malam baru Steve sampai di rumah. Pastinya sangat letih. Tapi ketika dia masuk kamarnya, dia tak bisa langsung tidur. Di kamar istrinya sedang menggantikan diapers Dwipa, karena buang air besar. Tentu dia tidak tega membiarkan Sari sendirian mengurusi bayi mereka. Dia langsuh membasuh badan dan berganti pakaian lalu sengaja menggendong Dwipa, karena sebelumnya Dwipa sudah kenyang minum ASI.


“Kamu nungguin Papie pulang ya?” Steve mengajak bicara jagoan kecilnya, dia menggendong Dwipa untuk posisi membuang angin agar bayi tersebut bisa bersendawa dulu.


“Papie tidur aja, enggak apa-apa Dwipa biar sama Mamie,” Sari hendak mengambil alih putranya dari tangan Steve. Dia baru saja membereskan semua kotoran Dwipa yang langsung dia bawa keluar agar tak membuat kamar berbau.


“Dwipa itu anak kita berdua. Hari ini kita berdua sama-sama capek. Jadi jangan merasa bersalah kalau Papie sekarang gendong dia. Jangan merasa bersalah karena Papie baru pulang lalu Mamie mikir Papie terlalu lelah untuk urus anak. Papie tahu, pekerjaan seorang ibu lebih capek walau hanya berada di dalam rumah,” Steve menepis rasa bersalah istrinya dengan mengecup kening Sari dan lanjut mengayun Dwipa.


***


Hari ini jadwal imunisasi Dwipa, berat badan Dwipa naik dan dia sehat. Steve senang akan perkembangan putranya. “Pie, langsung pulang aja ya, Mamie cape,” Sari minta tidak mampir-mampir. Awalnya Steve ingin melihat coffe shopnya. Ingin meihat stock apa yang kurang.


“Ok, Bu komandan. Siyaaap laksanakan,” goda Steve membuat Sari tersenyum.


“Kamu butuh tambah pengasuh?” tanya Steve saat mereka sedang duduk di ruang tunggu apotek, menunggu vitamin untuk Dwipa.


“Ok, nanti kita cari sebulan sebelum kita butuh ya Mam, agar pengasuh baru nanti sudah terbiasa dengan ritme Dwipa.” balas Steve. Nama Dwipa sudah dipanggil.  Vitamin sudah mereka terima. Saatnya mereka pulang.


“Steve,” sapa seorang bapak-bapak gagah yang baru menaruh resep saat Steve sedang menerima vitamin Dwipa. Steve menengok ke arah suara. Matanya kaget melihat sosok gagah yang tak sangka bertemu disini. Terlebih saat ini dia bersama Sari istrinya.


Sari melihat sosok itu, juga melihat wajah kaget suaminya saat mendengar sapaan ramah dari pria gagah itu.


Nah lhoooooooooooo, siapa pria itu?


Kenapa membuat papie Steve segitu kagetnya?


---------------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.

__ADS_1


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.


TELL  LAURA  I  LOVE  HER  berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.


Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.


Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix  95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya.  Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.  


Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.


Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?


__ADS_1


__ADS_2