KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
46 HUAAAAA………HUAAAAAA….TANTE YAI MAU AMBIL DADDY AKU……


__ADS_3

46 HUAAAAA………HUAAAAAA….TANTE YAI MAU AMBIL DADDY AKU……..


“Iya ma, Dini minta mas datang karena dia bilang pengen lihat muka mas pas tau kami akan punya anak. Dia ga mau kalau cuma dengar suara mas bahagia” Anto menerangkan alasan Dini menyuruhnya datang.


“Doain Dini sehat terus ya ma” pinta Dini pada mertuanya, saat telpon berpindah yangan padanya.


***


24 januari jam 3 sore kembali telpon rumah Sari berbunyi. Kali ini Anto meminta mamanya berdoa karena sejak 2 jam lalu Dini pingsan disekolah dan belum sadarkan diri. Anto sangat ketakutan maka dia langsung menghubungi Steve dan meminta doa pada mamanya juga.


“Sabar, kamu harus kuat, dan jangan lupa telpon mami dan papimu” nasehat bu Rahma pada Anto. Sari yang mendengar mamanya berbicara seperti itu langsung menduga ada yang ga beres dengan kakak iparnya.


Sari baru saja mulai belajar masak secara intens, dia ingin buka usaha catering. Dia juga ambil kursus bisnis skala rumahan.


Jadwal ujian skripsinya adalah 20 maret, selain ujian itu dia sama sekali sudah tidak ada kuliah, namun untuk selalu update berita, seminggu sekali dia ke kampus sekalian bertemu dengan para sahabatnya yang masih ada kuliah.


Hari ini mas Anto akan pulang dari Jogja, mas Anto sudah memintanya membersihkan kamar tengah untuk Amora agar tidak terganggu bila mommynya menangis, karena mas Anto bilang selama hamil mbak Dini sering menangis karena sensitive akibat hormon kehamilannya. Memang mas Anto juga bilang kemungkinan mereka lebih banyak tidur di rumah mbak Dini, namun ga menutup kemungkinan Dini minta tidur di rumah mereka


Tadi mamanya bilang, selama mereka nginep di rumah ini biar Amora bobo dengan mama. Princess mas Anto itu memang sangat menggemaskan.


“Assalamu’alaykum de” sapa Anto pada Sari.


“Wa alaykum salam mas” Sari terengah-engah menjawab telpon dari Anto, dia yang sedang makan segera berlari ke kamar mengambil HP nya untuk menjawab telpon kakaknya itu.


“Mas sudah sampai di rumah mami, kasih tau mama kami nginep sini dulu ya, dan maaf mbakmu ke Jakarta kan karena harus mas awasi bedrest nya, jadi ga bisa mas ajak ke rumah dulu. Biar dia istirahat dulu. Bilangin gitu ke mama ya, karena mas telpon HP mama ga diangkat dari tadi” Anto mewanti-wanti Sari memberitahu mama mereka bahwa Dini ga akan dia bawa ke rumahnya agar istirahat dulu.


“Mama lagi beli bahan kue mas, aku dirumah sendirian, nanti aku sampaikan pesannya. Kayaknya mama udah siapin macaroni schootel buat mbak Dini dan Amora deh. Memang mama niat ke rumah mami malam ini” Sari memberitahu kakaknya kalau mama mereka ngertiin kondisi mbak Dini.


***

__ADS_1


“Mmuuaaaaaah…muaaaaaahhh” suara kecup Amora dipipi mamanya Anto membuat semua tertawa.


“Tante Yai dong” pinta Sari.


“Ndak mau, salim aja” jawab Amora yang ga mau mencium Sari.


“Ya udah, daddynya tante Yai ambil bawa pulang”


“Huaaa..huaaaa…daddy akuuuuuuuu” Amora langsung nangis kencang, membuat bu Rahma menepuk pelan pundak Sari untuk menghentikan menggoda keponakannya.


Anto yang mendengar anaknya menjerit langsung berlari keluar kamar. Sebenarnya tadi dia sedang ngeloni Dini yang minta tidur dalam pelukannya.


“Anak daddy kenapa koq nangis gitu” sapa Anto sambil mengambil Amora dari gendongan pengasuhnya.


“Tante Yai mau ambil daddy” Amora mengadukan ulah Sari pada Anto.


“Ya ampuuun de, kamu ga tau aku lagi ngelonin bayiku, bisa bahaya kalau keduanya nangis” keluh Anto sambil dia mendatangi mamanya untuk salim.


“Kamu kayak ga tau aja kelakuan anakku ini” balas Anto yang menciumi pipi bidadari kecilnya yang langsung diam ketika sudah berada digendongan daddynya.


“Gendong uti yok, uti bawa macaroni schootel buat Amora” bujuk bu Rahma setelah Anto cerita kondisi Dini yang sering menangis bila lepas dari pelukan Anto saat hamil.


Amora hanya menggelengkan kepalanya, dia meluk leher daddynya ga mau bila digendong utinya.


Sari mengambilkan Anto dan Amora potongan macaroni yang mamanya bawa, sekarang dirumah ini mereka memang terbiasa karena sudah menjadi satu keluarga. Mami Dini sedang sholat sehingga meminta Sari saja yang membawakan teh kedepan. Bu Dyah maminya Dini sudah menganggap Sari adalah adik Dini, sehingga ga menganggapnya tamu lagi.


***


Saat ini berita duka disampaikan mas Anto pagi ini, bapaknya mbak Dini meninggal. Sari menemani mamanya untuk menyampaikan berbela sungkawa padahal mamanya sedang flu berat. Rupanya firasat bapaknya mbak Dini yang mendesak mas Anto segera menikahi anaknya terbukti. Kalau mereka menikah sesuai rencana mbak Dini, kemungkinan akan ada penyesalan pada mbak Dini dan mas Anto.

__ADS_1


Sehabis dari pemakaman mbak Dini minta tidur di rumah Sari. Tentu saja mama senang, namun karena sedang flu berat maka Amora ga bisa tidur dengan mama. Sari mengusulkan Amora tidur dengannya, namun kasurnya bukan kasur besar, kasurnya hanya single bed yang lebar 120cm saja. Dia takut Amora menjadi sulit bergerak.


“Moya bobonya anteng ga lasak kayak kamu de’ jadi cukup kasurmu untuk berdua dia” Anto menerangkan kebiasaan Amora. “Yang penting jam 4 pagi jadwal dia pipis, kalau dia minta minum kasih aja air putih biasa jangan yang dingin. Lalu dia akan bobo lagi”


***


“Aku terserah tante aja, gimana enaknya” Steve mencoba menolak semua amanat maminya yang selama ini dikelola tante nya.


“Ga bisa Steve, tante sudah lelah. Sekarang waktunya kamu menerima usaha ini, tante sudah cukup mempertahankan usaha mamimu ini” tulus perempuan jawa didepannya meminta Steve untuk menerima tongkat estafet yang dia serahkan.


Tante Woro adalah adik kandung maminya, dia tidak hanya mempertahankan usaha butik maminya namun juga membesarkannya. Sejak suaminya meninggal 15 tahun lalu tante Woro menenggelamkan hidupnya hanya pada pekerjaan, dia ga berpaling pada siapapun yang mengejarnya. Om Dadang suami tante Woro meninggal karena sakit demam berdarah. Saat itu mereka baru menikah di tahun ke 5 dan tante Woro sedang hamil anak pertamanya. Saat ini adik sepupu Steve itu berusia 14 tahun. Perjaka kecil nan tampan seperti ayahnya. Galih Suteja saat ini baru saja masuk kelas 1 SMA.


“Aku ga bisa langsung full pegang ya tante, tante ajarin aku dulu. Dan aku juga akan pelan-pelan ngelepas kerjaanku di kantor” akhirnya Steve luluh juga atas desakan tantenya itu.


***


Siang ini Steve sedang perkenalan dengan pegawai di butik utama maminya di Jogja “Angela butik” di jalan MT Haryono. Tante Woro memberitahu bahwa Steve adalah pemilik butik dan selama ini dia hanya mengelolanya.


Steve mencoba mengamati kegiatan butik, dia duduk di kursi pelanggan, sengaja dia duduk di pojok agar bisa meng evaluasi dan memikirkan apa yang akan diubahnya.


Saat itu Cindy dan temannya yang photografer sedang mencari gaun yang sesuai dengan tema project mereka. Saat baru masuk butik Cindy melihat sosok Steve. Dia berbisik pasa temannya, lalu menghampiri Steve dengan anggun.


“Steve, ga nyangka ketemu disini, lagi ngapain?” tanya Cindy ramah.


“Nemani tante lagi cari gaun” jawab Steve asal, dia ga mau Cindy tau butik ini miliknya.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, apalagi niat Cindy kali ini?


berhasil ga dia misahin Sari dengan Steve?..ikutin terus di bab-bab selanjutnta ya

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2