
Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
NAh lho, mamie Sarie ngambeg nya berkepanjangan. Bikin papie Steve engga fokus kerja aja. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Di show room Steve hanya duduk terdiam, kerja pun enggak bisa konsentrasi. Akhirnya dia hanya membaca iklan, lalu menghubungi pembuat iklan untuk sekedar tahu kondisi barang yang di iklankan. Benar-benar membosankan. Dia memilih pulang untuk bertemu dan bermain dengan pelipur laranya. Sang princess, yang bisa membuatnya melupakan kekesalan dari Mamie putrinya
Steve sampai rumah saat Dhisty baru saja selesai minum ASI. Putrinya masih terkantuk, belum lelap. Steve tak mau mengganggu, karena bisa membuat Dhisty rewel. Dia kembali keluar kamar dengan pelan agar tidak mengganggu.
Steve duduk di ruang televisi, membaca iklan otomotive, namun tak bisa fokus. Dia masih terus terbayang ekspresi datar istrinya. ‘Aku harus cari cara agar Sari mau berbicara denganku, tapi mau bikin apa?’ batin Steve sambil berpikir mencari ide biar Sari mau berbicara dengannya.
“Kamu di mana?” Anto kakak iparnya menghubungi Steve di ponselnya.
“Baru aja sampai rumah, kenapa Mas?” tanya Steve.
__ADS_1
“Mau pinjam mama boleh? Moya kangen eyangnya, tadi pagi saat akan berangkat sekolah dia bilang kangen eyang uti. Tapi kamu tau ‘kan, dia tak akan minta mommynya. Kalau mama boleh kami pinjam, nanti malam Moya akan aku suruh bicara sendiri dengan mama.” panjang lebar Anto menerangkan tujuannya menghubungi Steve.
“Kalau aku sih boleh aja, asal mama senang, kami enggak melarang. Tapi aku belum bisa bicara dengan Sari, dia sepertinya tertidur sehabis kasih ASI ke Dhisty.” Balas Steve, dia tak mungkin lapor kalau mereka sudah seminggu tak bicara.
“Ya sudah, nanti malam biar Moya langsung bicara dengan eyangnya saja. Makasih ya,” Anto menutup sambungan pembicaraan.
Kalau mama tidak ada, Sari akan semakin sulit di ajak bicara, Steve berpikir harus cepat menyelesaikan permasalahan ini. Dia segera masuk ke kamar dan berbaring di belakang istrinya yang sedang mendekap Dhisty. Dipeluknya tubuh mungil kekasih hatinya. Satu-satunya perempuan yang pernah dia gauli, itu pun setelah sah menurut agama dan negara. “Maafkan Papie, jangan pernah menyiksa seperti ini. Cuma kamu yang aku cinta,” bisik Steve lirih, dan dia ikut tertidur.
Sari mengerjap matanya, dia merasa tidur siangnya sangat lelap dan nyaman. Saat tersadar, rupanya dia sedang tidur saling dekap dengan suaminya. Posisi mereka berhadapan. Bagaimana ini bisa terjadi? Yang dia ingat, sehabis memberi ASI dia ikut tertidur dengan posisi miring ke arah putrinya. Mengapa sekarang dia memunggungi Dhisty dan memeluk suaminya? Sari ingin bangkit dan melepas pelukan Steve, namun tak bisa. Steve yang merasa ada pergerakan segera membuka matanya. Ditatapnya mata bening istri yang sangat dia cintai. Dikecup mata, hidung lalu bibir istrinya yang tak menolaknya. Sari juga sangat merindu suaminya, namun dia gengsi mengakui. Saat Steve menciuminya dia tak menolak, bahkan dia membalas ciuman suaminya.
“Apie …,” panggilan Dhisty yang sudah naik di badan Sari mengganggu kegiatan pasutri yang saling merindu itu.
“Princess Papie sudah bangun,” sapa Steve yang langsung melepas pagutan bibirnya. Diangkatnya Dhisty dengan posisi dia masih berbaring. Lalu dinaikan kekedua kakinya yang ditekuk, sehingga Dhisty berayun pada kaki Papienya. Tentu saja anak perempuan kecil itu tertawa senang.
“Kita maem buah dulu sebelum mandi ya,” Sari mengambil Dhisty yang masih bercanda dengan Papie nya. Gelak tawa keduanya terhenti mendengar perintah Sari.
“Tadi mas Anto telepon, dia bilang Moya mau pinjam mama, Moya kangen eyangnya,” Steve memberitahu Sari tentang telepon Anto siang tadi. Sari tak menjawabnya, hanya mengangguk. Dia juga kangen nginep di rumah mbak Dini. Walau mereka satu kota, tapi karena sama-sama sibuk, maka mereka jarang ngobrol.
---------------------
__ADS_1
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
*Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi **TOP FANS *rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
__ADS_1
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja