
“Nasi dulu Pie, gak sabar pengen makan belut goreng dengan lalapan dan sambal. Rujaknya taruh kulkas dulu aja biar dingin,” jawab Sari. Kemarin simbok beli belut yang besar-besar dan digoreng tidak garing sesuai kesukaannya. Jadi siang ini Sari ingin makan itu saja dengan sambal dan lalapan.
“Wah asyiiiiik tuh. Ayok kita makan, Papie jadi lapar mendengar belut goreng,” Steve mulai mengenal makan belut sejak bersama Sari. Tapi Sari tidak suka bila size belut kecil atau besar tapi digoreng kering. Sari suka belut besar dan digoreng tidak kering sehingga bisa dimakan dagingnya. Sebelumnya Steve belum pernah makan walau sering melihat menu dari belut.
“Kenapa sih kamu sukanya belut besar? ‘Kan sulit didapat?” Tanya Steve sambil mengambil belut lagi.
“Kalau aku bilang, yang kecil mau dimakan apanya? Sedang aku makan ikan ‘kan makan dagingnya.” Sari memberi pendapatnya. Ikan lele pun Sari hanya suka yang size besar.
“Jujur sejak dulu, aku hanya makan ikan mas dan gurame saja untuk jenis ikan air tawar. Tapi sejak kita pacaran aku mulai makan lele, mujair dan belut karena kamu ajakin. Dan kamu juga kenalin ikan bawal tawar serta patin sejak kita nikah. Bikin aku ketagihan. Oma hanya masak ikan laut saja. Aku makan ikan mas dan gurame biasa ketika ada di acara dengan teman-teman kerja,” Steve memberitahu pengalamannya makan ikan air tawar yang memang tak biasa terhidang di meja makan rumah omanya.
“Apa kamu belum pernah makan ikan gabus? Selain yang sudah di olah menjadi ikan asin maksudku,” seingat Sari dia belum pernah masak ikan air tawar itu sejak menikah dengan Steve.
“Belum.”
“Wah di Jogja gampang enggak ya cari ikan gabus segar. Kalau di Jakarta mudah. Orang Jakarta punya menu khas gabus pucung di setiap acara selametannya. Ikan gabus yang dimasak dengan pucung atau kluwak. Tapi lidah jawaku lebih suka gabus digoreng biasa saja atau dibumbu balado. Nanti kalau aku lihat ada yang jual, akan aku masakkan untukmu,” Sari berjanji akan mengenalkan suaminya dengan jenis ikan tawar yang di beberapa daerah di Kalimantan disebut ikan haruan.
“Besok jadwal control dede dan mas Dwipa Mam, pulangnya kita bakal lanjut kerja atau enggak? Karena ada konsumen
yang pengen ketemuan di depan, Papie bilang Tanya Mamie dulu, takutnya enggak balik ke sini sehabis dari rumah sakit,” Steve mengingatkan jadwal kontrol kandungan. Tak terasa usia kandungan sudah memasuki 4 bulan dan usia Dwipa sudah 7 bulan.
“Kita ‘kan enggak tahu, kita dapat nomor antrian berapa. Kita juga enggak tahu reaksi mas Dwipa setelah diimunisasi. Menurut Mamie sih sebaiknya kita kosongkan jadwal janjian dengan konsumen. Untuk antisipasi aja.”
“Iya juga sih,” Steve bangkit dan segera mencari anaknya. Dia akan gantian dengan para pengasuh. Dia yang menjaga anak dan para pengasuh punya waktu untuk makan siang. Steve sangat bahagia dengan kehidupan keluarga kecilnya. Memang dia tidak lagi bekerja di ruang kantor dengan prestise sebagai pemimpin perusahaan. Pendapatannya di usaha yang dia geluti sekarang juga tergantung bagaimana dia berupaya. Kalau dia malas bergerak ya tentu pendapatan sedikit. Tapi kebebasan waktu yang dimiliki untuk anak dan istrinya tak bisa diukur dengan berapa banyak uang yang masuk ke koceknya.
“Mas Dwipa koq malah melek sih pas mbak Dhisty bobo?” bisik Steve pada jagoannya. Seakan bayi 7 bulan itu mengerti
apa yang ia sampaikan. “Kita main di luar ya, biar mbak Dhisty enggak keganggu suara kita.”
__ADS_1
“Pie, ini juice mu minum dulu,” Sari memberikan juice belimbing yang dibuatnya. Steve malas makan sayuran, karena
itu Sari menggantikannya dengan juice atau aneka olahan buah seperti rujak, setup buah, es buah atau asinan.
***
\===============
Hai hai semua, yanktie mohon maaf,
chapter kali ini super pendek ya. Yanktie masih di Jakarta menunggu kakak yang
baru selesai opersi kanker di otaknya. Sehingga masih agak kurang focus menulis.
Insya Allah bila situasi sudah kondusif yanktie akan update panjang seperti
Sekali lagi mohon maaf.
Hallo
para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
__ADS_1
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari
top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan
mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
----------------------------
Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel bagus karya teman yanktie ya
Judulnya MASA LALU SANG PRESDIR karya ENIS SUDRAJAT
__ADS_1