
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Kemarin Sari mulai sadar, namun Steve sudah memberi tahu kemungkinan terburuk tentang bayi mereka. Gimana kelanjutannya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
--------------
“Kamu kan kasih nomor motor yang di catat driver nya tante Woro, aku minta pak Kunto cek di kepolisian. Pemiliknya orang Kulon Progo dan sudah aku datangi, ternyata motornya sudah pindah tangan namun belum balik nama, namun dia kenal dengan pembelinya juga tau alamat serta nomor teleponnya. Ini nomor telepon pemilik baru itu serta alamatnya, dan bagusnya pemilik lama bersedia mengantar kita ke alamat pemilik baru tersebut,” papar Anto secara rinci.
“Kalau gitu besok pagi minta pemilik lama antar Opa ke rumah pemilik motor yang baru, opa yang akan urus kasus ini,” tekad opa, instingnya sebagai pensiunan hakim tentu terpanggil akan adanya kasus yang melibatkan cucu menantunya tersebut. Saat muda memang opa sempat berlayar sebelum dapat panggilan bekerja sesuai kuliah hukum yang di tempuhnya.
Anto langsung menghubungi pemilik motor yang lama, alhamdulillah pemilik lama tidak perlu di jemput karena dia bilang lebih baik mereka bertemu dekat ke arah rumah pemilik baru, karena bila Anto harus menuju rumahnya lebih dulu akan menjauh dari rumah pemilik baru motor tersebut.
***
“Sugeng enjing om,” sapa pemilik motor lama pada seseorang paruh baya di muka rumah yang mereka tuju.
“Eh nak Nandar, dingaren kamu ke sini” jawab orang yang di sapa, mengatakan kalau penyapa tumben datang ke rumahnya.
“Injih om, mau ketemu bojone Ndari,” jawab pemilik motor yang lama.
“Sigit ada di dalam, Ndari kayane ngeterke bune ke pasar,” jawab pemilik rumah. Dia mengatakan Ndari sedang mengantar ibunya ke pasar sedang suaminya si Sigit ada di dalam “Om panggil Sigit dulu ya.”
“Wah dingaren ( tumben ) mas Nandar. Monggo mas,” Sigit mempersilahkan Nandar duduk dan dia menyalami opa, Steve serta Anto yang datang bersama Nandar sahabat istrinya.
“Gini mas Sigit, saya nganter para bapak ini karena ada keperluan sedikit perihal motor yang Ndari beli dari saya,” tegas Nandar membuka pembicaraan mereka.
“Maksude pripun ( bagaimana ) mas?” tanya Sigit yang menanyakan maksudnya bagaimana perihal motor yang istrinya beli.
“Gini mas Sigit, 2 minggu lalu istri saya mendapat perlakuan tindak kriminal. Dan nomor motor yang di gunakan saat itu ternyata terdaftar atas nama mas Nandar. Itu sebabnya saat polisi melacak, mas Nandarlah yang akan di selidiki atas tindak kejahatan itu. Maka mas Nandar memberitahu bahwa motor itu sudah pindah tangan namun belum balik nama, mas Nandar sudah memperlihatkan kwitansi jual belinya, sehingga sekarang tinggal keterangan mas Sigit yang akan kami minta sebelum polisi yang bertindak,” jelas Steve hati-hati.
Sigit tentu saja bingung dan ketakutan bila dia terseret kasus kriminal yang tidak dia lakukan. “Bagaimana motor saya yang terlihat saat kejadian sedang saya tidak pernah melakukan hal buruk mas,” keluhnya.
“Kalau anda tidak melakukan, mungkin anda ingat, dua minggu lalu ada yang pakai motor anda?” tanya Steve calm.
“Eh ada tamu,” sapa seorang ibu sepuh yang terlihat baru pulang belanja. Tak lama seorang perempuan muda ikut masuk sambil membawa belanjaan sayuran.
“Sudah lama Dar?” tanya perempuan muda tersebut.
“Lumayan” jawab Nandar.
__ADS_1
“De, tolong langsung duduk sini, ben genah ( biar jelas ),” pinta Sigit pada istrinya. Dia lalu menceritakan niat kedatangan Nandar pada Ndari saat istrinya sudah ikut duduk di pendopo sehabis menaruh belanjaan di dapur.
“Apa pernah ada yang pinjam motormu, karena kalau tidak aku akan tersangkut tindak kriminal yang menggunakan motormu sebagai bukti pelakunya,” lanjut Sigit.
“Itu kejadiannya kira-kira kapan njih pak?” tanya Ndari ketakutan kepada Steve.
“17 hari lalu,” jawab Steve “Jam 11 pagi di Kepatihan.”
“Mas, bukannya waktu itu motor ada di bengkel?” tanya Ndari pada Sigit.
“Astagaaaaa kenapa muter-muter gini sih?” keluh opa berbisik pada Anto yang duduk di sebelahnya.
“Sabar opa, agar kita enggak salah tuduh, kalau salah tuduh kita bisa kena pasal pencemaran nama baik kan?” hibur Anto juga sambil berbisik.
“Kalau begitu kita ke bengkel depan gang aja yuk,” ajak Sigit, karena dia juga tidak mau terbawa-bawa masalah kriminal. “Saat itu istri saya mengeluh motor tak bisa di stater otomatis, harus di engkol jadi dia minta saya membawa motor ke bengkel. Karena sedang banyak yang di kerjakan motor saya tinggal di sana untuk saya ambil sore harinya” lanjutnya.
Anto dan opa hanya duduk agak jauh karena di bengkel hanya ada 4 dingklik ( bangku kecil dari kayu ) yang di duduki Sigit, Steve, Nandar dan pemilik bengkel. Saat itu Anto sudah menghubungi pak Kunto untuk membawa rekannya yang masih dinas ke TKP
Setelah Sigit menceritakan kejadiannya tentu pemilik bengkel langsung mengerti dan dia sangat menyesalkan kejadian itu. Dia memanggil istrinya, dan kembali menceritakan runtutan cerita yang di sampaikan Sigit. “Sekarang di mana anak kriminalmu itu?” tanya pemilik bengkel pada istrinya ketus.
“Dia belum pulang sejak kemaren sore,” jawab istrinya sambil tertunduk.
“Telepon bocahe,” desak pemilik bengkel pada istrinya. Sepertinya ini bukan persoalan pertama yang melibatkan anaknya sehingga membuat dia sangat kesal.
“Bapak dan Ibu, kami pamit karena kami masih ada yang harus di kerjakan. Namun rumah kalian akan di awasi 24 jam untuk melihat kapan anak anda pulang. Dan apabila Bapak dan Ibu ada yang memberi tahu dia agar tidak pulang, maka Bapak dan Ibu juga akan di tangkap karena di anggap melindungi pelaku kejahatan. Perhatikan baik-baik hal itu!” seorang petuga polisi menyampaikan ketentuan pada pemilik bengkel dan istrinya.
“Njih Pak,” jawab pemilik bengkel sambil terus menunduk.
“Kami juga pulang Pak, dan kami akan segera datang begitu anak anda sudah pulang. Mohon infokan pada pak Sigit agar dia bisa menghubungi saya,” pesan pak Kunto.
Steve dan rombongan terpaksa pulang karena tak mungkin menunggu di sana dengan waktu yang tak pasti anak itu kapan sampai rumah.
Pak Sigit berjanji akan selalu memantau Dito, anak pemilik bengkel. Karena dia tidak mau namanya terbawa dalam kasus kejahatan.
***
Jam 7 pagi berikutnya Anto mendapat telepon dari pak Sigit yang mengabarkan pagi tadi jam 6 Dito sudah kembali ke rumah. Anto meminta opa dan Steve sarapan dulu sebelum mereka meluncur langsung ke rumah pak Sigit dan bertemu dengan pak Kunto berserta teman polisi yang sedang bertugas hari ini.
Jam 9 pagi Anto dan opa menemani Steve ke rumah pak Sigit untuk bersama pak Kunto dan temannya. Mereka ingin segera menuntaskan masalah sebelum opa kembali ke Jakarta. Dan jam 10.12 mereka sampai di bengkel. Pak Kunto langsung menanyakan di mana anak yang di duga pelaku kejahatan terhadap Sari.
“Masih tidur, dia pulang pagi tadi,” jawab istri pemilik bengkel terbata.
__ADS_1
“Sebentar bapak-bapak, biar saya geret anak itu ke sini,” pinta pemilik bengkel geram.
-----------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
-----------------------
Cerita baru karya yanktie yang berjudul IMPOSSIBLE LOVE sudah mulai rilis lho
Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya
Mantan guru pasti lebih tua dong!
Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3
Penasaran??? Langsung cari hanya di Noveltoon ya
Ini cover novelnya
__ADS_1