
36 FIX KALIAN SUDAH JADIAN, JANGAN BOHONG DARIKU
“Nah pura-pura bego kan?” kata Steve kesal
“Ya udah dateng ya malam Minggu depan, aku undang duluan deh, bukan malam Minggu ini, tapi malam Minggu berikutnya” kata Dini
“Acara apa nih? Koq Anto barusan telpon aku ga cerita” tanya Steve keceplosan dia habis telpon dengan Anto
“Ga ada hubungannya ama dia” jawab Dini ketus
“Pantesan, karena barusan Anto cuma cerita habis ketemuan keluarga ama ceweq yang dijodohin buat dia” pancing Steve
“Udahan dulu ya Steve, aku udah selesai nih ngerjain tugas, mau ngeprint lalu tidur” potong Dini ingin memgakhiri percakapan mereka kali ini begitu mendengar kalau Anto sudah di jodohin.
“Ok, daaag sayangku, have a nice dream ya” Steve pun menyetujui pemutusan sambungan telpon mereka
***
Sesuai undangan Dini hari ini Steve datang ke Bumijo untuk menghadiri ulang tahun Amora. Dia membawa 3 kado. 1 dari Sari dan mamanya, 1 dari Anto dan 1 dari dirinya sendiri. Steve datang hampir bersamaan dengan Harry mantan suami Dini, ayah kandung Amora. Setelah berbasa basi dengan Harry dan papanya Steve pun basa basi dengan kakak-kakak Dini beserta kedua orang tuanya.
Steve berbisik pada Dini saat menyerahkan kado dari Anto dan Sari, namun kado yang dari dirinya pribadi dia langsung berikan pada Amora “Amora, ini kado dari papa, semoga sehat selalu ya anak cantiknya papa” kata Steve. Dia ga sadar Harry dan Peter tidak tau soal panggilan papa untuk dirinya. Mereka pikir Dini sedang dekat dengan Steve dan akan serius menjalin hubungan rumah tangga
“Ma tacih papa” jawab Amora sambil memeluk Steve
“Mana ciumnya?” tanya Steve yang sejak tadi berdiri di kedua lututnya. Amora mendaratkan bibir sexy nya di kedua pipi Steve sambil mengucap muaaaah. Membuat yang hadir tertawa melihat kedekatan mereka. Steve pun membalas mencium kedua pipi Amora serta keningnya
Saat makan malam Dini meminta pada Steve untuk menginap dan ikut ke paris ( parang tritis ) esok hari. “Aku ga bawa ganti baju santai, kamu kan tau di mobil adanya ganti baju kerja” jawab Steve. Masa cogan ga ganti baju, pas diphoto kan malu-maluin” kilah Steve
“Maaf, aku lupa kasih tau acara besok” kata Dini menyesali keteledorannya memberi info pada Steve
__ADS_1
Steve mengacak puncak kepala Dini dengan tangan kirinya yang bersih, “Jangan kayak gitu ah, jadi ga cantik lagi tau” goda Steve. Dini mendorong lengan kiri Steve dengan lengan kanannya saat Steve menggodanya. Mereka ga sadar semua pembicaraan itu diperhatikan Harry dengan ujung matanya
Steve melihat Dini tidak kaku ketika sesion photo bertiga dengan Harry dan Amora, seakan Dini ingin memberi kenangan bagi Amora kelak, kalau orang tuanya selalu ada untuknya
Steve pamit pulang dan Dini mengantarnya ke mobil. “Ga ada kamu tu ga rame tau” kata Dini membujuk Steve besok tetap ikutan ke Paris
“Ga enak lah, kalian kan keluarga besar, aku nanti membuat jadi canggung, next lah pas kumpul berikut aku ikutan.” jawab Steve sambil cipika cipiki sebelum dia memasuki mobilnya
***
“Hai, ketemu lagi nih” sapa seseorang di perpustakaan pada Sari. Kali ini mereka lengkap bertiga. “Bisa kenalan” tanya cowoq itu lagi
Sari, Uswah dan Endah pun tanpa sungkan berkenalan. Buat mereka kalau hanya berkenalan ga akan mereka tolak. Namun mereka selalu punya cara mementahkan niat lawan jenis untuk mendekati mereka.
“Suamimu njemput hari ini?” tanya Endah pada Uswah sambil berbisik namun dia yakin cowoq bernama Tegar itu mendengar jelas kata-katanya
“Ya, nanti habis meeting Bram ngejemput aku. Kalau kamu gimana tunanganmu Sar?” pancing Endah. Mereka tahu Steve ga mungkin datang karena sudah beda kota.
“Steve sepertinya ga bisa njemput aku hari ini. Dia ada janji dengan mbak Dini” jawab Sari santai
“Saya pamit duluan ya, data yang saya cari sementara sudah cukup” dengan tergesa Tegar pamit dari ketiga sahabat itu
***
Mas Anto baru saja masuk rumah, dia baru pulang dari India, rapat rutin kantornya. Mama menemaninya, mendengarkan ceritanya. Mama memang the best buat kami, dia teman setia semua anaknya. Sekilas aku mendengar mas Anto cerita tadi di bandara ga sengaja ketemu mbak Dini dan Amora yang akan pulang ke Jogja. Ternyata mbak Dini beberapa hari ini ada di Jakarta, namun koq Steve ga cerita ya? Apa Steve ga tau?
Sejak pulang dari India wajah mas Anto kembali agak cerah, namun sejak Sabtu kemarin rona bahagia terpancar di wajahnya. Dan Sari sudah hafal bila tiap malam kakaknya akan menghubungi Amora sebelum gadis kecil itu tidur. Mama yang mengetahui bahwa mbak Dini sudah mau menerima telpon dari mas Anto juga ikut bahagia
Pagi tadi saat sarapan mas Anto pamit pada mama bahwa malam ini dia ga akan pulang karena akan terbang ke Jogja
__ADS_1
***
Steve memasak nasi lalu dia kembali ke depan TV, dia berniat sebentar lagi akan keluar untuk beli lauk. Stock bahan makanan di kulkasnya habis, harusnya siang ini dia ke rumah Dini untuk menemaninya belanja sekalian dia juga belanja. Dia belum menghubungi sahabat nya itu. Kali ini biarlah lauk makan siangnya beli aja dulu, begitu pikirnya. Baru saja dia cium harum nasi yang bau matang, didengarkan suara mobil memasuki halaman paviliun yang ditempatinya. Untuk memastikan siapa yang mengunjunginya Steve keluar. Dilihatnya mobil Dini yang datang, namun bukan Dini yang nyetir karena dia lihat Dini turun dari pintu kiri menggendong Amora yang tertidur
Steve mengambilnya Amora dari gendongan Dini lalu dia bawa kekamar tamu di paviliun itu. Saat dia baru saja selesai menidurkan Amora di kasur dilihatnya Anto calon kakak iparnya masuk membawa tas baju ganti Amora. “Wuiiiis, ada daddy nya Amora nih, kapan datang bro?” sapanya sambil memberikan tangan untuk bersalaman
“Semalam, biasa dari kantor langsung terbang kesini” jawab Anto pelan, dia takut Amora bangun karena anak itu baru saja terlelap saat akan tiba dirumah Steve
“Dad, sepertinya makanan belum diturunin deh” kata Dini saat Anto keluar dari kamar untuk menaruh tas baju Amora.
“Cie cie cie, udah panggi daddy nih” goda Steve, dilihatnya Dini kikuk, lalu dia beralasan kebiasaan didepan Amora, kalau manggil maz maka Amora ikut memanggil maz katanya
“Kamu ada nasi ga Steve?” tanya Dini
“Baru masak nasi sih, cukuplah buat kita bertiga sekali makan, buat malam nanti masak lagi” jawab Steve.
Anto memberikan makanan yang dia ambil dari mobil ke Dini untuk diatur dipiring saji “Makan yok” ajak Dini saat dia selesai mengatur lauk dan piring di meja makan
“Dari tadi aku tu malas mau masak, kepikiran pengen beli lauk aja sekitaran sini, koq tepat ya ama kedatangan kalian. “Feelling so good” kata Steve bangga
“Nasiku dikit aja mom, daddy mau banyakin kwetiauw goreng aja nanti” kata Anto saat Dini akan mengambilkan nasi ke piringnya
“Fix, kalian udah jadian, ga usah nutup-nutupin dari gue deh” kata Steve saat mendengar kata-kata Anto pada Dini. Dini makan dalam diam, sepertinya dia jadi malu sendiri. Sementara Anto dan Steve terus saja bercerita tanpa henti
***
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya
__ADS_1