KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
76 PESAWAT STEVE HILANG KONTAK.


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.  Ikutin terus ceritanya ya


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Assalamu’alaykum de,” sapa Anto pada adiknya yang terlihat sedang gelisah. Anto memang sengaja datang ke butik Sari karena dia tidak ingin Sari kalut sendirian.


“Wa’alaykum salam mas,” Sari langsung memeluk kakaknya dan menangis.


“Kenapa?” tanya Anto pura-pura tidak tahu.


“Abang ponsel nya belum aktiv, padahal kan harusnya mendarat jam 10.30. ponsel mas Kusno juga sama ga bisa di hubungi,” keluh Sari.


“Jangan khawatir seperti itu, kamu lagi hamil, kasian baby kalau mamie nya stress. Steve gapapa, pesawat nya memang ada trouble dan di alihkan, namun daerah yang mereka singgahi tak ada signal sehingga semua ponsel tak ada signal. Mas sudah menghubungi maskapai yang di tumpangi juga teman mas di maskapai lain. Memang tadi pagi ada gangguan beberapa jalur namun tak ada kecelakaan pesawat. Jadi kamu tenang ya. Nanti begitu dia selamat sampai di Pontianak pasti akan hubungi kamu koq,” Anto menghibur adiknya. Dia juga sudah memberi tahu ibu dan istrinya tentang kondisi Steve. Bahkan dia sudah memberi info pada oma dan opa, dia takut kedua orang tua Steve jadi stress melihat berita pagi tadi.


“Assalamu’alaykum mom,” Anto menjawab telepon dari istrinya.


“Wa’alaykum salam, Maz di mana?” tanya Dini. Tadi dia sedang memberi kuliah maka Anto hanya mengabarinya lewat SMS saja.


“Di butik, nemani Sari,” balas Anto.


“Oh yo wis nek sudah sampai butik, salam buat Sari, dan aku minta Maz ga tinggalin dia sebelum Steve telepon ya?” pinta Dini.


“I will mom,” jawab Anto.


“Ayo kita makan dulu, ini mas bawa nasi padang,” Anto mengajak adiknya makan setelah dia memutus telepon dari istrinya.


Sari makan dengan malas, namun dia ingat ada baby yang butuh asupan lewat dirinya, maka dia memaksa dirinya agar bisa makan walau tidak ingin. Sehabis makan Anto mengajak adiknya salat bersama. Sesuai janjinya pada Dini, dia tak akan meninggalkan Sari sampai ada khabar dari Steve.


“Kita tunggu khabar di rumah aja yok, biar kamu bisa sambil baring, atau paling tidak selonjoran dan ada mama menemani selain mas juga akan selalu ama kamu sampai ada khabar dari Steve,” Anto mengajak adiknya pulang karena di butik Sari juga tidak bisa melakukan apa pun karena galau.


Bu Rahma sangat kaget begitu mendengar Steve belum ada khabar sejak tadi. Walau Anto sudah menerangkan Steve aman, namun bu Rahma tetap saja cemas.


Akhirnya Sari mendapat telepon dari Steve saat dia baru saja selesai salat Ashar. Steve menceritakan dirinya tidak kekurangan suatu apa pun hanya tak ada signal karena banyak jaringan terputus. Dia meminta Sari agar tenang dan selalu mendoakannya. Steve sangat merasa beruntung Sari tidak di rumah sendirian atau hanya berdua mama. Karena kedua nya sama-sama penakut dan sering sulit menghilangkan pikiran buruk.

__ADS_1


Sesuai janjinya, malam ini Sari tidur di temani Steve melalui telepon.


***


Hari kedua Steve di Pontianak, nanti malam dia harus bersiap ke Balikpapan karena besok pagi harus ke Samarinda, butuh waktu 3 jam perjalanan darat dari Balikpapan ke Samarinda (saat itu Samarinda hanya punya bandara kecil). Steve memberi info via sms ke istrinya, dia sedang perjalanan ke Samarinda, kalau pesan tidak di balas harap maklum karena di jalan akan sulit signal. Sehabis sholat subuh tadi pukul 5 Steve on the way dari Balikpapan ke Samarinda.


Hanya butuh 1 hari di Samarinda, jam 6 sore Steve bersiap kembali ke Balikpapan agar besok siang bisa langsung kembali ke Jogja.


Namun ternyata hari ini Steve masih tertahan di Balikpapan karena ada berkas dari Pontianak yang dia tunggu untuk di bawa ke Jakarta. Namun setidaknya dia sudah memangkas 1 hari perjalanan dari perkiraan 5 hari kerja menjadi hanya 4 hari kerja saja. Hari ini sambil menunggu orang kantor Pontianak datang dia berjalan-jalan di Balikpapan untuk membeli oleh-oleh.


***


Steve sengaja tidak memberitahu Sari kalau Kamis malam sudah berada di bandara Adi Sucipto, sore tadi dia hanya menghubungi Anto, minta di buka kan pintu bila dia terlalu malam sampai ke rumahnya.


Sari sudah masuk kamar, dia menanti telepon Steve namun nomor yang di tunggunya sejak tadi tidak menghubunginya. Akhirnya dia coba duluan nelpon ke nomor suaminya, namun nomor tersebut tidak aktif. Tentu saja itu membuat Sari marah, juga cemas. Dia takut suaminya mengalami kesulitan lagi seperti saat berangkat di Kalimantan.


Akhirnya dia uring-uringan dan keluar kamar. Dilihatnya mbak Dini sedang berada di ruang kerjanya dengan konsentrasi penuh. Ruang kerja mbak Dini memang ruang terbuka, mbak Dini bisa mengawasi anak-anak tanpa meninggalkan kerjanya. “Lembur mbak?” tanyanya.


“Hehe engga de, emang rutin gini kalau anak-anak sudah masuk kamar aku kan baca sekilas apa yang akan aku bahas besok di kelas. Kamu lapar lagi?” tanya Dini.


“Engga mbak, aku mau minum juice jambu aja yang sore tadi belum jadi aku minum,” jawab Sari sambil berjalan menuju kulkas.


“Wah ga nolak tuh mbak, aku juga mau deh risolnya,” tentu saja Sari antusias kalau soal makan.


Akhirnya Dini menggoreng risol di temani ngobrol oleh Sari di dapur. Para ART masih belum tidur namun Dini menolak mereka membantu, dia menyuruh mereka santai dan nontonn TV aja.


“Bikin apa mom?” tanya Anto yang ingin mengambil air putih untuk persediaan di kamar nya.


“Goreng risol, daddy mau teh jahe?” Dini menawarkan minuman hangat pada suaminya.


“Kamu kenapa belum tidur de?” tanya Anto yang tidak menyangka Sari kembali keluar kamar.


“Ga bisa tidur mas, aku hubungi bang Steve hp nya ga aktif, mungkin signalnya ga bagus, jadi aku ga bisa tidur,” keluh Sari.


“Hmmmm … ” jawab Anto, dia tahu HP Steve tentu saja tidak aktif karena sedang dalam pesawat.

__ADS_1


Ting tong.


“Ada tamu malam-malam mas,” Sari memberitahu Anto.


“Iya mas dengar, gimana kalau kamu aja yang buka, mas taruh air ini dulu ke kamar,” jawab Anto karena dia memang sudah membawa 1 botol air putih dan gelas, sedang Dini masih menggoreng.


Sari pun ke ruang tamu untuk melihat siapa yang malam-malam berkunjung ke rumah kakaknya. Di intipnya siapa yang datang melalui kaca di dekat pintu ruang tamu, namun si tamu tak terlihat, hanya di lihatnya sebuah taksi menjauh dari pagar depan. Walau ragu namun dia memberanikan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu malam ini.


“Assalamu’alaykum,” sapa suara yang sangat Sari rindukan.


“Wa’alaykum salam, abaaaang koq ga bilang kalau pulang malam ini?” pekik Sari sambil langsung berhambur memeluk suaminya yang datang lebih cepat dan memberi kejutan baginya.


-------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya

__ADS_1


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


-----------------------


__ADS_2