KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
OMIS?


__ADS_3

“Makanya, kalau mau ketemu aku ‘tu janjian. Bagus hari ini aku berangkat. Biasanya kalau mereka libur, aku pun libur. Ini karena berniat bongkar ruangan maka aku datang ke sini sendirian,” lanjut Steve.


“Hahaha pantas ruanganmu acak aduk seperti ini. Tak seperti Steve yang aku kenal,” goda Kusno.


“Saya akan kabari lewat Kusno ya Mbak kalau barang yang Mbak inginkan sudah ada info. Untuk sedan pribadinya bisa lihat di album yang ready kali ini atau bisa keliling diantar pegawai saya,” Steve memencet bel di mejanya untuk memanggil staff yang akan menemani Nunuk melihat mobil yang ready.


“By the way, jagoan sudah bisa apa?” tanya Kusno saat mereka sedang menunggu staff yang akan mengantar Nunuk melihat mobil yang ada.


“Sesuai anak usia 7 bulan lah, mulai duduk dan merangkak,” Steve bercerita dengan mata berbinar. Nunuk dan Kusno bisa melihat rona bahagia di mata itu. Kusno langsung teringat buah hatinya. Dia juga sangat menyayangi kedua gadis kecilnya yang selisih usia 3 tahun. Dia berharap nanti di karuniai jagoan seperti Steve. Sedang Nunuk memgingat mantan suaminya yang tak pernah peduli dengan anak mereka yang kini berusia 6 tahun. Bagi mantan suaminya, istri hanya ajang melakukan kegiatan *** halal dan aman. Tak perlu ada bonus anak sama sekali. Padahal ketika mereka pacaran, Arman, nama mantan suaminya sosok yang lembut dan perhatian. Ternyata semua berbeda ketika mereka mulai berumah tangga.


“Bagaimana kondisi kantor saat ini,” Steve sekedar bertanya pada Kusno. Dia ingat bagaimana mereka bekerja sama membangun pondasi cabang Jogja sejak awal dibuka.


“So far so good,” jawab Kusno diplomatis. “Sekarang istriku sudah resign sejak kehamilan kedua dulu. Dia buka usaha toko online khusus pakaian anak dan bayi. Rencananya aku juga bersiap resign bila putri mahkota siap bertahta.” Putri mahkota yang dimaksud Kusno adalah keponakan bu Gita yang sudah dididik oleh Steve dan Kusno.  Karena anak tunggal bu Gita sudah meninggal sejak lama.


“Wah kereeeeeeen, kamu bersiap buka usaha apa?” tanya Steve.


“Itu yang sedang aku godog dengan ibu negara di rumah. Apa yang akan kami lakukan. Saat ini kami masih berpikir apa yang tepat sambil menabung modal. Aku iri lihat waktumu buat keluarga. Walau kalian sekarang bekerja, tetap saja kalian berdua punya waktu full untuk mengamati perkembangan anak-anak dan memeluk mereka kapan pun kalian sempat. Sementara aku harus menunggu jam pulang kerja untuk memeluk kedua putriku.” keluh Kusno sedikit sedih.


“Semoga kamu segera bisa memulai apa yang kamu inginkan,” doa Steve tulus.


“Aamiiiin,” balas Kusno.


“Maaf, boleh aku tahu latar belakang tantemu itu?” tanya Steve. Jujur dia melihat ada ‘sesuatu’ yang perlu diwaspadai. Dia tak ingin Sari mempunyai pandangan salah mengenai konsumennya ini.


“Dia adik sepupu ayahku, baru mau membesarkan usaha cattering yang dulunya dikelola oleh kedua orang tuanya. Dia mau buka cabang di Jogja, karena asalnya usaha orang tuanya di Klaten. Dia sudah bercerai dengan suaminya 3 tahun lalu. Mempunyai seorang anak perempuan berusia 6 tahun kelas 1 SD. Itu info yang aku bisa share, karena selama ini aku juga kurang dekat dengannya. Dia mulai dekat denganku dan keluarga ayahku sejak mulai pindah ke Jogja 6 bulan lalu,” jelas Kusno.


“Itu sebabnya dia butuh mobil box dan mobil bak ya?” tanya Steve memastikan.


“Benar. Dia butuh untuk usahanya. Dia akan memulai sendiri, bukan dengan barang-barang orang tuanya.” Kusno menjelaskan tentang sosok Nunuk sesuai yang dia tahu. “Kalau mobil pribadinya memang baru dia jual bulan lalu, karena ingin ganti dengan mobil yang agak muda tahunnya.”

__ADS_1


“Pak, ini pilihan ibu Nunuk,” pegawai yang tadi mengantar Nunuk melaporkan mana yang disukai oleh calon konsumennya itu.


“Silakan, kamu bisa dampingi test drive, biar aku melanjutkan beberes ruanganku ini.” Steve mempersilakan Nunuk dan Kusno menjajal semua mobil yang ditaksir bersama pegawai yang sesuai dengan kemampuannya. Bukan bagian marketing tadi.


Saat sedang menanti mobil siap di depan untuk keluar, Steve menerima panggilan telepon dari kekasih hatinya. “Maaf, saya angkat telepon dulu.” Steve memutar kursinya bicara dengan memunggungi Nunuk dan Kusno.


“Assalamu’alaykum Mam,” jawab Steve lembut.


“Wa’alaykum salam Pie, ini pacarmu rewel. Enggak mau maem karena enggak ada Papienya sejak pagi. Dia ‘kan enggak biasa enggak lihat kamu seharian!” jelas Sari di ujung telepon sana.


“Kenapa cantiknya Papie?” tanya Steve lembut saat tahu telepon sudah di speaker oleh Sari agar Dhisty mendengar. Sementara Dwipa yang mendengar suara Papienya langsung bereaksi dengan bergumam seakan senang mendengar suara ayahnya.


“Piee …,” hanya itu yang Steve dengar dari Dhisty. Kusno dan Nunuk melihat interaksi Steve dengan putrinya. Walau tidak bisa melihat reaksi wajah Steve karena tertutup punggung kursi. Namun suara Steve yang biacar lembut terdengar jelas oleh mereka.


“Cantik sekarang mamam dulu sama Mamie atau eyang atau sama Mbak Dwi ya. Nanti Papie pulang kerja, kita mandi bareng dengan dede Dwipa. Mbak Dhisty yang mandiin dede ya. Trus kita maem bareng. Tapi kalau Mbak Dhisty sekarang enggak maem, Papie enggak mau ajak Mbak Dhisty mandiin dede Dwipa,” bujuk Steve lembut.


“Omis?” tanya Dhisty pasrah.


“Iya, nuyut, sa’ang mau maem,” jawab Dhisty.


“Sudah tuh Mam, dia mau maem. Papie tutup ya,lagi ada Kusno dan tantenya di show room,” jelas Steve.


“Ok, Papie jangan telat maem juga ya. Love you Pie,” balas Sari.


“Love you to Babe,” Steve pun memutus pembicaraan mereka dan segera memutar balik kursinya.


“Itu mekanik yang akan test drive sudah siap,” Steve menunjuk mobil yang siap diperiksa oleh konsumen. Karena konsumen sudah kenal maka kewajiban menitip dompet di locker tidak diberlakukan pada Kusno. Sejak musibah pembiusan pada seorang karyawannya, memang berlaku peraturan baru. Siapa pun yang ingin minta test drive harus menitipkan semua yang dia bawa di locker.


\=================

__ADS_1


 Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


*Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)*


*Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis *TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


----------------------------


Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel bagus karya teman yanktie ya


Judulnya CALL ME YURA  karya AG SWEETIE

__ADS_1



__ADS_2