KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
71 PAPEDA DAN BUMBU RUJAK BUATAN PAPIE STEVE


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.


Akhirnya Steve mulai tenang karena persoalan Jelita bisa clear, namun bagaimna dengan permintaan resignnya?  Ikutin terus ceritanya ya


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


----------------


Seandainya mau, tentu kelak Widyo bisa menjadi pemimpin di perusahaan ayah Putri karena pamannya tidak punya anak, hanya ada 2 putri anak angkat. Namun Widyo tak di ajarkan untuk itu. Dia di ajarkan untuk selalu berjuang. Dia berada di PPCPP hanya karena Dewi. Dia mencintai Dewi dalam diam.


Sari sedang menyiapkan pesanan bule langganannya yang memesan via email, dia memeriksa barang yang di siapkan pegawainya sudah pas belum dengan jumlah item yang di pesan. “Ndari kamu cek list pesanan sesuai data ini ya, lalu ini sertakan untuk bonus,” Sari memberikan 2 jenis gaun agar langganannya puas.


“Ya Ma?” jawab Sari menerima telepon mamanya siang ini.


Bu Rahma sore nanti akan pergi ke Malang, menginap di rumah anak sulungnya. “Kamu jadi pulang atau mama berangkat sendiri aja?” bu Rahma tadi di janjikan Sari akan di antar ke stasiun Tugu (saat itu Malang belum ada bandara).


“Ini aku sedang bersiap pulang Ma, sebentar lagi taksiku datang. Abang langsung aku suruh ke rumah biar ga muter. Mama jangan lupa dahar dulu ya,” Sari bersiap untuk pulang dan sejak tadi dia sudah memerintah satpam untuk memanggilkan taksi.


Steve mengantar mama sampai ke tempat duduk di dalam kereta (setting waktu saat itu, jadi pengantar masih bisa masuk ke dalam, sehingga para orang tua yang bawa barang tertolong. Sekarang pengantar hanya bisa sampai pintu luar ya.), sementara Sari menanti di bawah, karena Steve melarang dia naik, takut kesulitan karena terburu-buru turun malah bahaya bagi ibu hamil.


Sehabis mengantar mama ke stasiun Steve dan Sari langsung hunting kuliner, mereka memang hobby jajan, jadi paling suka mencoba aneka makanan. Sejak Sari hamil memang mereka membatasi perjalanan ke luar kota seperti saat awal pernikahan. Steve juga membatasi Sari untuk ke Jakarta nengok oma, karena dia tidak ingin istrinya mendapat kesulitan bila sering pergi jauh.


Malam ini Steve mengajak istrinya ke warung tenda yang menjual aneka makanan dari wilayah Indonesia Timur, di daerah dekat kampus UGM. Pemiliknya orang jogja asli namun pernah tinggal lama di Papua. Yang di hidangkan di sana ikan bakar, ikang kuah kuning sebagai teman papeda (makanan khas Ambon dan Papua), tumis kembang pepaya serta ayam rica-rica. Sari tentu aneh makan papeda (bubur sagu) yang baru pertama kali dia lihat. Namun begitu di rasa dia malah nambah karena suka dengan ikan kuah kuningnya.


“Papie bisa bikin papeda?” tanya Sari. Tentu dia ingin mencoba membuatnya, karena untuk masak kuah kuningnya dia bisa meraba-raba bumbu apa saja yang di gunakan.


“Papeda itu menggunakan sagu khusus, dan ga semua orang bisa garu (mengaduk) nya, papie belum pernah coba, dulu sering makan di rumah Harry, karena mereka berasal dari Ambon,” jelas Steve.


“Mbak Dini pernah belajar ga ya?” tanya Sari, dia masih ingin makan kuah kuning lagi.


“Coba tanya si Bapak pemilik warung aja gimana bikinnya dan di mana bisa beli sagu untuk bikin papeda, kamu tanya juga bumbu dasar kuah kuningnya. Papie rasa kalau ibu hamil yang tanya si Bapak ga akan pelit kasih info,” Steve memberi saran agar Sari tidak penasaran.

__ADS_1


Akhirnya Sari mengikuti saran suaminya dan mencatat semua info dari bapak pemilik warung. Pulang dari makan ikan kuah kuning Sari langsung minta ke swalayan untuk membeli sagu dan ikan segar. Dia tak ingin menunda belanja.


***


Tak terasa sudah seminggu mama di Malang, lusa dia ingin pulang ke Jogja, Sari dan Steve berjanji menjemput di stasiun, namun jadwal mama pulang berbarengan dengan jadwal periksa calon baby ke dokter, maka Sari meminta mama mundur satu hari agar jadwalnya tidak bentrok, karena untuk konsul sore, dokter hanya buka sekali seminggu.


Memasuki bulan ke tiga, detak jantung baby semakin terdengar keras, membuat Steve menitikan air mata bahagia. Dokter masih tetap sama, sabar menjawab semua pertanyaan para pasiennya. Dia juga menyarankan aneka makanan yang membuat calon bayi semakin kuat tulangnya dan juga protein tinggi agar pembentukan otak bayi menjadi optimal. Tentu saja itu di beri perhatian khusus oleh papie Steve. Dia ingin anaknya kuat dan cerdas.


Esoknya menu harian Sari bertambah dengan sumsum tulang serta aneka menu ukan. Untungnya Sari tidak mual di paksa makan menu itu. Steve sampai membeli banyak tulang yang mengandung sumsum dan di masak setiap hari 1 potong untuk di konsumsi Sari. Bahkan Steve meminta Sari mengkonsumsi keju sebagai cemilan selain aneka juice terutama juice alpokat. Dan Sari hanya bisa manut kalau si abang sudah memaksa dengan kata-kata manis demi si buah hati.


Mama hanya bisa geleng-geleng melihat menantunya yang makin bucin terhadap anak bungsunya. Mama punya tiga orang menantu, dan hanya Imron yang tidak ekspresif, Imron kaku, dan tidak pernah mengumbar rasa sayang dan perhatian pada istrinya, hanya sang istri yang tahu besarnya cinta Imron. Tidak seperti Dini dan Steve yang memang di depan siapapun memperlihatkan cinta dan perhatiannya pada pasangannya. Mama pernah melihat bagaimana reaksi Dini yang belum menikah saat Anto sakit, begitupun sebaliknya. Sekarang mama sedang melihat interaksi Steve dan Sari. Hanya puji syukur yang mama bisa panjatkan melihat cinta kasih ketiga pasangan anak dan menantunya.


Kemarin mama banyak membawa apel Malang, hari ini Steve sengaja bikin bumbu rujak pakai sedikit kacang tanah. Tentu saja mama dan Sari sangat menyukai bumbu rujak ini, namun karena Steve yang bikin maka oleh Sari dianggap bumbu kurang pedas. Memang selama hamil dia suka yang ekstra pedas namun di larang oleh Steve.


Tak lupa mama juga mengirimkan oleh-olehnya, Steve yang bertugas sebagai kurir, dan Sari menyelipkan bumbu rujak bikinan Steve untuk mbak Dini.


“De, matur nuwun yo, bumbu rujak e enak, pas pedes e,” cerita mbak Dini. “Mas Anto masih bisa makan nek pedes segini, itupun karena aku sedang hamil, nek engga kan dia ga doyan pedes blas,” Dini mengucapkan terima kasih atas kiriman bumbu rujak.


“Wooooow, Steve yanag bikin bumbunya? Jozz de, enak koq, iya kamu kurangi pedesnya. Memang pedes ga ngaruh langsung ke baby, tapi kalau kita si ibu buang-buang air, akan berakibat lemas, nah itu bahaya buat bayi,” sahut Dini sambil menasehati adik iparnya.


“Iya mbak, kemaren ke dokter juga abang sampe tanya, dan dokter yo nerangke seperti itu, tidak ada akibat langsung pada bayi, namun akan berimbas bila si ibu mengalami gangguan pencernaan,” jawab Sari membenarkan keterangan yang di berikan kakak iparnya itu.


-------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END

__ADS_1


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


-----------------------


Cerita baru karya yanktie yang berjudul IMPOSSIBLE LOVE  sudah mulai rilis lho


Cerita masih cerita sederhana yang membumi, berkisah tentang seorang pemuda lulusan London yang di paksa pulan orang tuanya. Saat reuni SMA, dia tertarik dengan mantan gurunya


Mantan guru pasti lebih tua dong!


Belum lagi si mantan guru sudah beranak 3


Penasaran??? Langsung cari hanya di Noveltoon ya


Ini cover novelnya


__ADS_1


__ADS_2