KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
110 KWETIAU GORENG SEAFOOD DADAKAN


__ADS_3

Hallo, gimana puasa kalian di hari kedua kemarin? Semoga lancar selalu ya.


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.


Paula bikin oma jadi senewen nih karena takut Sari minta pisah lagi ama Steve.  Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Pokoknya Oma enggak mau lagi dengar rumah tangga kalian ribut. Cukup kemarin oma kalang kabut membayangkan bila kalian jadi berpisah.” Ancam sang oma pada Sari dan Steve.


“Iya Oma,” jawab Steve dan Sari hampir bersamaan.


***


Subuh ini Steve sudah siap menunggu travel yang akan menjemputnya ke Semarang. Pesta Vonny memang makan siang, tapi tentu saja dia tidak ingin langsung ke gedung. Dia akan belanja kuliner dulu pesanan istrinya. Dan dia akan datang jauh sebelum acara dimulai, agar bisa ngobrol lama dengan para kerabatnya. Dan yang pasti dia akan pulang cepat sesuai jadwal travel yang sudah dia pesan. Saat pulang nanti, Steve minta di jemput di gedung acara tepat setelah acara berakhir. Pastinya setelah selasai acara akan ada acara keluarga. Itu waktunya tak terbatas. Maka Steve sengaja minta di jemput agar tidak terlarut ephoria bertemu kerabat dan lupa anak istri di Jogja.


“Salam buat Vonny dan Sammy, ya Pie, maaf aku belum bisa ikut nimbrung.” Sari mengingatkan suaminya untuk menyampaikan salamnya pada Vonny sepupu Steve yang akan menikah siang nanti di Semarang.


“Iya honey, nanti Papie sampe in. Jangan kecapean ya, biar malam Papie bisa refreshing lagi,” bisik Steve saat hendak mencium pipi istrinya. Mobil travel sudah datang menjemputnya.


***


Hari ini Sari sedang mempersiapkan barang apa yang akan dia bawa untuk ada di ruangan Adhisty di butik. Semua peralatan mandi serta lainnya akan dia beli baru agar tidak membawa yang dari rumah. Sari sengaja sudah membuat list agar tak ada yang terlewat. Jam tidur pagi Adhisty, Sari dan mama pergi untuk belanja ke supermarket. Mama seperti biasa akan membeli bahan kue dan bahan makanan yang akan dia buat. Sari request kwetiauw sea food pada mama. Tak sengaja, di supermarket mereka bertemu Dini dan Amora. “Papa Steve kemana?” tanya Moya yang kangen pada papanya.

__ADS_1


“Ke Semarang sayang,” jawab Sari. “Mbak, besok ke rumah yo, aku minta mama bikin kwetiauw sea food.” Undang Sari pada kakak iparnya.


“Besok sepertinya aku pengen ke sunmor de’ tapi ga-papa, pulang sunmor aku ke rumahmu numpang makan,” Dini yang sedang hamil anak ketiga terkekeh.


“Lho, ada Mama,” sapa Anto sambil menyalami mamanya. Dia tadi berpisah dengan Dini karena Arya ingin naik mainan di area bermain supermarket itu. Selesai belanja, tentu saja Anto dan Dini tak akan membiarkan sang adik dan mama pulang sendiri. Mereka mengantarkan Sari ke Jakal.


“Gimana kalau kita bikin kwetiauw goreng sea food nya sekarang aja?” mama memberi ide.


“Wah enggak nolak Ma,” jawab Dini cepat.  Akhirnya mama dan Dini meng eksekusi kwetiauw. Dini membersihkan udang dan cumi, sedang mama menyiapkan bumbu dan sayurannya. Sejak Dini SMP mereka memang pasangan yang tidak bisa diragukan lagi dalam mengolah makanan. Anto yang melihat dua perempuan terkasih dalam hidupnya tentu merasa sangat bahagia.


Arya marah saat Anto menggendong Dhisty, dia tak rela daddy nya diambil anak lain. Anto duduk sambil menggendong Dhisty  dan mengajak Arya untuk ikut menggendong. Dia memperkenalkan ‘adik’ pada Arya. Dia mengajarkan rasa menyayangi pada Arya. Diambilnya tangan Arya untuk mengusap pipi Dhisty. Lalu dia minta Arya duduk dan meletakkan Dhisty di kaki Arya, walau tidak sepenuhnya dilepas. Dhisty tetap dia pegang. “Wah hebaaat, mas Arya bisa pangku ade ya? Mas Arya sudah besar ya?” segala pujian Anto lontarkan untuk membangun rasa sayang Arya pada sosok adik.


“Nah sudah, sekarang kita bobo in adenya ya?” ajak Anto pada Arya. Namun sekarang Arya ingin dia menggendong Dhisty. Anto kalang kabut mendengar permintaan anaknya. Bagaimana caranya Arya menggendong Dhisty? Dini yang mendengar keributan Arya dan Anto menghampiri keduanya.


“Thank’s Mom, tadi daddy udah bingung ngadepin Arya,” Anto mencium kening istrinya. Arya yang masih dalam gendongan sang daddy pun ikut mencium kening mommynya. Makan siang bersama yang tak direncanakan membuat mama sangat senang. Mama selalu bersyukur melihat kerukunan anak-anaknya. Rina walau jauh, komunikasi dengan kedua adiknya sangat baik. Dia puas, didikannya membuahkan hasil yang baik.


Steve pulang saat waktu salat isya, sedang Anto sudah pulang sehabis salat maghrib tadi. Sari membongkar baju kotor dan oleh-oleh Steve. Ternyata selain semua pesanan makanan yang asli Semarang, ada oleh-oleh dari Manado. Ada bagea dan ikan roa serta banyak makanan lain dari sana. Beberapa kerabat yang datang dari Manado membawakan oleh-oleh itu untuk Steve dan oma. Besok yang untuk oma akan Steve kirim ke Jakarta.


***


Sari meminta asisten rumah tangganya menggoreng satu ekor bandeng presto untuk makan pagi ini . Tak lupa dia minta di buatkan sambal tomat mentah dan aneka lalapan yang ada di kulkas. Sari memang penyuka lalapan.  Dia sendiri langsung memindahkan moci ke piring kue untuk di makan bersama mama dan suaminya. Steve sedang menggendong putri kecilnya yang bersiap dia mandikan. Memang itu yang biasa Steve lakukan. Memandikan Adhisty lalu menjemurnya saat belum dipakaikan baju. Dia ingin sang bayi mendapat sinar matahari maksimal pada tubuhnya. Selain itu menjemur sehabis mandi juga bertujuan agar sang bayi menjadi hangat.


Steve dan Sari sepakat akan mempercepat waktu Sari mulai datang ke butik untuk bekerja. Kemarin kamar Adhisty sudah rapih. Sari sudah memberi sekat untuk ruang istirahat bagi pengasuh Adhisty agar saat dia beristirahat tidak terganggu bila ada Sari dan Steve di ruang itu. Hari ini mereka memutuskan di rumah saja karena Steve agak lelah kemarin pulang pergi ke Semarang. Dini tak jadi datang. Anto melarang Dini keluar, karena kemarin sudah seharian pergi. Dia meminta istrinya rehat di rumah saja.


Sarapan dengan nasi hangat serta sambal dan lalapan tentu saja sangat nikmat. Steve tak pernah membayangkan, akan begini hidupnya. Andai dia menikah dengan Cindy tentu tak ada makanan rumahan yang perempuan itu bisa sajikan dari tangannya sendiri. Cindy tak pernah bisa masak, bahkan ke dapur pun tidak mau karena takut kukunya rusak. Tak habis pikir, mengapa dulu dia hanya suka akan paras cantik tanpa memikirkan hal lain. Dia berpikir makanan bisa dibeli atau menyuruh asisten rumah tangga menyiapkannya. Ternyata hasil olahan istri sangat jauh beda rasanya.

__ADS_1


---------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja

__ADS_1


__ADS_2