KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
141 MENYEBRANG


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE  ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Kasihan mas Saidi jadi korban, cepat sehat lagi ya. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-----------


“Kamu mau saya langsung antar ke rumah atau ke show room dengan mas Bambang?” tanya Steve pada Saidi.


“Ke show room saja Pak, motor saya di sana,” jawab Saidi.


“Soal motor biar nanti diantar oleh siapa aja yang bisa. Kamu tu baru dibius dengan obat tidur dosis tinggi. Kalau saya antar ke show room, kamu nanti pulang tidak boleh bawa motor. Harus tetap diantar!” Steve memberi perintah tegas pada Saidi. Dia tak ingin pegawainya celaka, bukan karena marah.


***


“Kamu kenapa Pie, koq mukanya lesu gitu?” tanya Sari melihat Steve yang baru masuk rumah dengan wajah lesu. Sejak Steve bekerja sendiri, bukan kerja di kantor, wajah lesu ini tak pernah dia lihat. Karena dalam pekerjaan yang sekarang tak ada tekanan dari atasan. Sari menyiapkan baju ganti yang akan Steve gunakan sehabis mandi. Walau baru melahirkan, tugas ringan seperti ini tetap dia lakukan.


“Papie mandi dulu ya, nanti Papie cerita, jawab Steve sambil mencium kening istrinya dengan lembut.


Dini menyiapkan teh sereh panas dan cemilan untuk Steve, tadi Steve sudah mengabari makan di luar bersama pegawainya dalam perjalanan dari Magelang. Sari juga belum tahu,  mengapa Steve pergi ke Magelang tanpa ada rencana terlebih dahulu. Dilihatnya Steve langsung salat sehabis mandi. Dwipa bangun, rupanya baby gembul itu haus.


Steve meminum teh sereh hangat yang membuat dia agak tenang. Dia malas memakan


 pisang kukus yang disediakan Sari. Kali ini dia ingin makan mie rebus panas pedas untuk membangkitkan semangatnya. Apa yang harus dia ceritakan pada Sari? Tanpa memerintah dia langsung menuju dapur dan membuat sendiri mie yang dia inginkan. Kalau minta dibuatkan takutnya tidak sesuai selera.


“Mau bikin apa Pie?” tanya Sari yang baru selesai menyusui Dwipa dan juga sedang kelaparan.


“Pengen mie rebus pedes Mie,” jawab Steve sambil memotong sawi hijau, kol dan cabe rawit. Dia juga mengeluarkan bakso dan telur serta corned. “Mamie mau?” Steve tahu, istrinya tentu juga mau, karena habis memberi ASI pada Dwipa.


“Maulah pastinya,” jawab Sari cepat.


“Kalau gitu rawitnya Papie enggak campur di air rebusan. Irisan rawit Papie taruh di mangkok aja. Punya Mamie yang ini ya, rawitnya sedikit,” Steve membedakan mangkok mereka. Steve membuat mie rebus bakso dengan telur setengah matang plus sayuran dan corned.


“Mam, tadi ada yang bawa lari mobil kita,” Steve membuka cerita sambil mereka makan mie yang Steve masak.

__ADS_1


“Maksudnya bagaimana Pie?” Sari bingung. Karena selama mereka buka usaha, belum pernah ada kejadian seperti ini.


Steve lalu menceritakan tentang calon konsumen yang datang berdua dan mengaku suami istri. Juga bagaimana Saidi pingsan lalu di buang di sawah yang sepi di daerah Magelang. “Papie tadi sudah langsung lapor polisi setempat, juga minta visum untuk Saidi guna menguatkan laporan ke polisi. Tadi setiba di show room juga Papie langsung kirim copy rekaman CCTV untuk polisi melacak pelaku itu.”


“Bersabar aja Pie, semoga pelaku cepat ditemukan.” Sari memberi support pada Steve. Dia yakin bukan nominal rupiah harga mobil yang jadi beban bagi Steve, melainkan rasa marahnya karena sudah menjadi korban kejahatan. Terlebih yang jadi korban adalah pegawainya. Orang yang harus dia lindungi. Sari menduga tentu Steve kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi pemimpin yang baik.


***


“Bagaimana? Ada perkembangan?” tanya Anto pada adik iparnya, semalam Sari chat pada Dini mengenai musibah tentang usaha Steve.


“Belum, aku juga belum hubungi polisi lagi karena ‘kan mereka bilang tunggu jam 9 pagi ini.” balas Steve sambil menyuapi Dhisty sedang Sari sedang menyiapkan baju dan kebutuhan Dwipa sehabis mandi. Habis ini tugas Steve adalah memandikan Dwipa dan langsung menjemurnya. Sebisa mungkin memang mereka meminimalisir pengurusan anak-anak ke pengasuh. Bila Steve sudah berangkat kerja, baru pengasuh diperlukan untuk membantu Sari.


“Semoga pelaku segera tertangkap,” doa Anto.


“Iya, ini juga pembelajaran, besok-besok calon konsumen yang akan test drive akan diminta menyimpan dompet ke dalam deposit box, bukan hanya copy KTP. Selain itu juga semua teknisi akan diminta tidak menerima minum, permen atau rokok dari calon pelanggan yang sedang test drive.” Jelas Steve mengambil poin positif dari kejadian ini.


“Selamat siang Pak Steve,” sapa seorang polisi yang kemarin sudah bertukar nomor telepon dengan Steve.


“Selamat siang pak Bagus, apa ada perkembangan Pak?” tanya Steve penuh harap.


“Baik Pak Bagus, saya menunggu info selanjutnya saja,” Steve hanya bisa menjawab seperti itu. Dia juga sedang memantau iklan kehilangan yang dia pasang, juga dia menunggu info dari teman-teman komunitas pedagang mobil yang sudah dia beritahu tentang laporan kehilangan di polisi. Tujuannya selain agar saling memberi info, juga mencegah para seller itu dituduh penadah bila membeli barang curian.


***


Usia Dwipa sudah 3 minggu, pipinya makin chubby. Sari dan Steve tentu sangat bersyukur dengan perkembangan buah hati mereka. Dhisty juga mulai mengerti dan tidak rewel lagi bila melihat mamie atau papienya sedang menggendong Dwipa.


Dua minggu sudah kejadian pelarian mobil terjadi tapi belum ada titik terang. Semua seller dalam komunitas Steve juga membagikan berita pencurian ke teman-teman seller dari wilayah lain. Karena bisa saja mobil itu di jual di pulau lain selain pulau Jawa.


‘Steve, ada info, mobil yang lo laporin minggu lalu, kemaren nyebrang ke Sumatera, terlihat di penyebarangan menuju Lampung,’ sebuah chat masuk ke nomr Steve malam ini. Dikirim juga foto mobil dan nomor platnya. Steve segera melaporkan info itu pada polisi agar polisi langsung menindak lanjuti dengan jajarannya di Lampung dan sekitarnya.


‘Terima kasih, info akan gue lanjutin ke polisi, biar cepat di lacak di area sana,’ Steve langsung mengapresiasi info itu.


-- ---------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.

__ADS_1


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.


TELL  LAURA  I  LOVE  HER  berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.


Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.


Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix  95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya.  Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.  


Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.


Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?


__ADS_1


__ADS_2