KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
51 SALAD BUAH EXTRA TOPPING KEJU BUAT OMA


__ADS_3

HP Sari berdering, terlihat nama Teddy di kontak pemanggil  “Assalamu’alaykum Tedd” Sari menyapa terlebih dahulu.


“Wa alaykum salam, kami sudah mau sampai, kamu dimana?” tanya Teddy.


“Aku sudah di warung siomay langganan kita-kita, ok aku meluncur deh biar kita semua bareng” jawab Sari. Dia segera meminum lemon tea nya dan memasukan HP ke dalam tas nya sambil mengambil dompet untuk membayar.


“Apaan sih de, koq kamu yang bayar?” cegah Steve.


“Aku mau ke panti, abang mau pulang atau nunggu di mobil?” tanya Sari tanpa mengindahkan protes Steve.


Steve tidak menjawab, dia hanya memandang mata Sari lekat-lekat.


“Kenapa?” tanya Sari ga ngerti.


“Kamu ga ngebolehin abang ikut dengan kegiatanmu? Kamu keberatan?” tanya Steve memastikan.


“Abang serius mau ikut kegiatan anak kecil seperti kami?” tanya Sari.


Steve tidak menjawab, dia berjalan ke parkiran, dia sangat kesal mendengar jawaban Sari. Dikemudikannya mobil itu menuju panti werdha, diparkiran dia duduk diam tanpa membuka pintu.


“Jangan ngambek gitu dong, ayok turun” ajak Sari, dia tau Steve marah atas perkataannya tadi.


Sari membuka pintu mobil, ga lama Yossy menghampirinya. “Bang aku ke rombongan dulu ya, aku tunggu abang di luar, aku harus ngerjain tugasku jadi ga bisa full nemani abang. Sebaliknya abang bisa full nemani aku” Sari berkata lembut sambil mengusap punggung tangan kiri Steve.


Steve luluh menerima perlakuan Sari. Dia keluar mobil dan menuju kumpulan rombongan Sari.


“Wah pantas Sari ga ikut ngumpul di posko, ternyata lagi ada tamu istimewa,” goda Teddy yang melihat Steve menghampiri mereka.


“Hallo bang Steve,” sapa Bram.


“Hallo semua,” sapa Steve sambil tersenyum manis.


“Semua siap Tedd, ayok masuk,” ajak Sari sambil menggandeng lengan Steve. Dia ga ingin pandangan teman-temannya pada Steve buruk.


“Aduuuuuh, mentang-mentang LDR, pas ketemu gitu amat ya, kayak perangko,” goda Yossy.


“Hahahaaa, kayak kamu engga aja” Endah menggoda Yossy.


“Kena kan lo” Sari membalas Yossy yang tersenyum kecut.


Yossy dan Endah sibuk membagikan bingkisan pada penghuni panti sedang Sari dan Teddy memberikan obat serta uang dan bahan makanan pada pengurus panti. Steve yang ikut dengan Sari melihat Sari menyerahkan obat sesuai data yang tertera di catatannya. Juga kebutuhan lainnya seperti diapers, selimut, gula rendah kalori dan bahan makanan lainnya.


***


Sore acara kunjungan hari itu selesai, mereka langsung berpisah didepan panti. “Mau ke rumah oma ga?” tanya Steve pada Sari.

__ADS_1


“Atau kamu mau pulang aja karena sudah cape?” tanyanya lagi.


“Boleh deh ke rumah oma, tapi mampir beli buah dan mayonais ya, aku pengen bikin salad buat oma,” balas Sari.


***


“Kamu bikin apa sayang?” tanya oma saat melihat Sari malah sibuk didapur setibanya dia di rumah oma.


“Steve ngajak kesini tiba-tiba oma, jadi aku ga siap apa-apa. Aku bikinkan oma salad buah aja ya. Pakai toping keju yang banyak kan?” jawab Sari.


“Memang harus bawa sesuatu kalau kesini?” goda Steve sambil mencuri ciuman dipipi Sari.


“Darimana kamu tau kalau oma suka salad buah dengan banyak keju?” tanya oma.


“Hahahaa, aku pernah makan salad buah depan Steve, lalu dia bilang kesukaan kita sama oma,” jelas Sari pada oma.


Kamu … aku cuma ngomong gitu aja diingat, sedang Cindy yang pernah nginep sini dan sudah hampir tunangan aja ga pernah tau makanan kegemaran oma, padahal sudah berkali-kali makan bareng dengan oma. Steve membatin dalam hatinya, dia sangat tersentuh atas perhatian Sari, karena buatnya oma adakah figur ibu yang dia miliki.


Oma meminta Sari makan malam disana, sehingga saat akan sholat maghrib tadi Sari menelpon mamanya meminta ijin pulang larut dan memberitahu posisinya. Sari juga sempat mandi, seperti Steve, dia juga selalu menyediakan baju ganti serta mukena di mobilnya.


Steve melihat binar bahagia dimata opa dan omanya saat berbincang dengan Sari. Sari ga pernah berpura-pura untuk menyenangkan oma dan opanya. Semua yang dilakukannya memang keluar dari hatinya, bukan dibuat-buat. Ketulusan itu yang ditangkap mata tua oma dan opanya.


“Walau Steve jauh di Jogja, kamu tetap main kesini ya?” pinta opa saat Sari pamit malam itu.


“Iya opa, nanti akan aku usahakan main,” jawab Sari.


“Aku lagi ambil kursus bisnis oma, biar aku ga cari kerja, tapi bikin peluang kerja buat orang lain,” jelas Sari. Steve yang baru tau kegiatan Sari malah ga nyangka bila Sari punya pandangan seperti itu.


***


“Kamu mau buka usaha apa de?” tanya Steve saat mereka sudah dimobil.


“Mbak Dini minta mama tinggal di Jogja, karena menurut mbak Dini, mas Anto wajib menanggung mama. Nah karena itu aku pengen bikin mama ga kecewa kalau hanya duduk diam, aku pengen buka usaha catering kerjasama dengan mbak Dini dan mama,” jelas Sari.


“Gimana kalau kamu pegang butik kita aja, ga perlu buka catering?” tanya Steve.


“Butikmu?” Sari memastikan.


“Butik kita de. Aku ga salah ngomong koq” Steve memperjelas. “Aku pengen kamu yang kelola butik peninggalan mami.”


“Aku ga ngerti fasion, dan aku belum tentu menikah denganmu,” jawab Sari menolak dengan lugas. Dia ga ingin Steve terlalu berharap padanya, sementara walau sudah mulai rasa cinta, namun dia ragu tuk melangkah disisi Steve.


“Kamu masih anggap aku terlalu kotor sehingga ga mau memaafkan kesalah pahaman kita kemarin?” desis Steve putus asa.


“Terlalu jauh perbedaan kita, aku ga sanggup melakukan penyetaraan agar bisa berdiri kokoh disisimu. Biarkan saja semua berjalan seperti ini. Aku ga ingin terlalu berharap” jawab Sari.

__ADS_1


Entahlah, aku sudah ga ngerti harus berbuat apalagi menghadapi batu cadas yang terlihat sangat lunak ini, batin Steve putus asa. “Abang langsung pulang ya” pamit Steve sambil memberikan kunci mobil pada Sari setibanya mereka di rumah Sari.


“Abang di Jakarta sampai kapan?” Sari ingin memastikan keberadaan Steve.


“Tiket sih Senin pagi. Kenapa?” Steve menunggu jawaban Sari.


“Besok ada planning apa?” Sari belum menerima kunci mobil yang sejak tadi disodorkan Steve.


“Ga taulah, blank” sekali lagi Steve menjawab dengan desisan lirih.


“Temani aku yok? Aku pengen beli buku dan mainan untuk Amora, nanti aku titip abang kasihkan ke dia,” ajak Sari.


Steve senang Sari mengajaknya jalan besok “Kamu mau jalan jam berapa?”


“Enaknya keluar dari pagi biar ga keburu-buru nyari barangnya,” usul Sari.


“Jam 9 abang kesini ya?” tanya Steve.


“Gimana kalau abang sarapan disini aja?” Sari menawarkan Steve untuk datang lebih pagi. Ga mungkin kan sarapan jam 10?


“Ya sudah abang sampai sini jam 7 aja,” janji Steve.


“Kalau gitu abang bawa aja mobilnya” Sari kembali menawarkan kemudahan pada Steve.


“Ok” Steve cepat menjawab, dia ga ingin Sari berubah pikiran. “Abang ga pamit ke mama ya, langsung pulang aja.”


***


“Gawe opo nduk?” bu Rahma bertanya Sari sedang membuat apa.


“Bubur ayam ma, semalam aku sengaja beli cakwe” jawab Sari sambil menyiapkan menu bubur ayam komplit, terakhir dia finishing membuat sambel kacangnya.


“Kayane Steve datang tuh” beritahu bu Rahma mendengar bell rumah mereka berbunyi.


Sari ke depan untuk membukakan pintu “Assalamu;alaykum,” sapa Steve, dia langsung menghampiri Sari dan mencium keningnya.


Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini.


Biar ga penasaran ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau habis koq.


Jangan lupa like dan vote serta komennya dan bintang 5 nya


Oh ya yaktie mau rilis cerita baru dengan judulIMPOSSIBLE LOVE


Kalau sudah rilis akan yanktie kabari.

__ADS_1


sambil nunggu bab lanjutannya, bisa baca cerita [unya teman yanktie yang angat menarik ini



__ADS_2