KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
139 PRINCE LUMOWA


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE  ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Nah lho, mas Anto kembali suruh nemani proses kelahiran sang adik. semoga lancar ya kelahiran mbak Sari kali ini. tidak seperti saat lehiran Dhisty dulu.. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Pakai jacket Dadd, di sana ‘kan nanti nunggu di luar,” Dini memberikan termos dan 2 cangkir melamin yang ada tutupnya untuk Anto dan Steve.


Tanpa membantah Anto segera masuk kembali ke kamar untuk mengambil jacket nya.


“Hati-hati ya,” pinta Dini saat Anto mengecup puncak kepala dan keningnya. Dia lalu mengambil tangan suaminya untuk di cium hormat.


“Kalau bisa Mommy tidur lagi ya Mom,” perintah Anto.


“Yaaa,” jawab Dini dan dia langsung mengunci pintu rumahnya.


***


Kali ini Anto kembali duduk  di depan ruang bersalin, bedanya dia tidak sendiri, karena ada oma Steve yang menemani. Oma datang ke Jakal sudah 5 hari lalu. Steve sedang menemani Sari dalam ruang bersalin. Anto yang pernah merasakan menemani Dini saat melahirkan Arya dan Abbhie hanya mampu berdoa saja agar adiknya bisa lancar dan selamat melahirkan bayi yang menurut hasil USG kemungkinan laki-laki.


Adzan subuh sudah menggema. Anto segera ke mushola terdekat dengan ruang bersalin. Sehabis salat dia sengaja beli sarapan karena dia cukup lapar begadang.


Pukul 07.00 pagi Dini datang membawakan baju kerja dan peralatan mandi untuk suaminya, dia akan gantian dengan Anto karena hari ini dia masih libur semester sehingga tidak ada kegiatan mengajar. Patinya Dini juga membawa sarapn untuk semua yang menunggu Sari melahirkan.


“Daddy enggak kerja Mom, semalam sudah kirim email ke Ndari sekretaris Daddy,” Anto memberitahu istrinya.


“Kalau gitu Daddy mandi dan ganti kaos aja, sehabis itu biar Mommy jemput mama dan Dhisty buat Mommy bawa ke Bumijo. Kita tahu mama pasti pengen ke rumah sakit. Kalau Dhisty di tinggal di Bumijo dengan mbaknya ‘kan mama enggak akan khawatir,” seperti biasa Dini langsung bisa ambil keputusan sesuai kondisi.


“Daddy manut ama komandan aja,” balas Anto sambil menerima baju serta peralatan mandi dari istrinya.


“Ma, Mama dan Dhisty serta mbaknya bersiap ya, sebentar lagi aku jemput. Siapin baju Steve juga Sari ya Ma,” Dini memberitahu mertuanya yang sejak tadi gelisah ingin segera tahu khabar anak bungsunya.


Jam 10 pagi, opa sudah sampai di rumah sakit, opa langsung dari bandara di jemput oleh pegawai bengkel Steve.


Sudah adzan dzuhur dan Sari belum juga melahirkan. Dini dan mama baru aja sampai di rumah sakit. Jam 12. 56 terdengar suara jerit tangis bayi, Anto, mama, oma,opa dan Dini mengucap syukur.

__ADS_1


Steve keluar dari ruang bersalin, membawa ari-ari bayi yang sudah bersih di dalam kendil tanah liat. “Alhamdulillah sudah lahir bayi laki-laki kami, Sari sedang dijahit, sebentar lagi bisa pindah ke kamar istirahat,” lapornya pada mamanya sambil mencium tangan mertuanya. Dia memeluk omanya dan menangis.


“Selamat ya Steve, selamaaaat. Kamu harus menjadi Papie yang baik bagi anak-anakmu,” nasehat oma lembut mengusap punggung cucunya, Steve menggantikan papinya, anak oma satu-satunya.


Steve hanya mengangguk tanpa bisa berkata-kata. Dia pun beralih ke opa dan memeluk papie penggantinya itu. “Kamu harus jadi teladan anak-anakmu,” nasehat opa.


“Kamu makan lalu mandi dan salat dulu, sebentar lagi pasti Sari sudah merengek mencarimu,” perintah mama pada menantunya. Dia tahu Sari sangat kolokan pada suaminya.


Mereka bergegas pindah lokasi ke ruang rawat saat perawat berkata sebentar lagi Sari akan didorong pindah ke ruangan.


***


Sesampai di ruangan, tebakan mama langsung terbukti. “Abang ke mana?” tanya Sari pada yang hadir di situ.


“Lagi mandi,” jawab oma dan Dini hampir berbarengan sementara mamanya hanya senyum saja.


Saat Steve memasuki ruangan Sari langsung protes “Kenapa enggak mandi di ruangan aja? Kenapa lama?”


“Tadi ‘kan kamar ini masih belum pasti, jadi Papie enggak berani mandi di sini. Lama karena habis mandi abang langsung salat di mushola” jawab Steve sambil langsung memeluk dan mencium kening istrinya.


“Indra Dwipa Lumowa” jawab Steve sambil menciumi jemari Sari.


“Selamat datang dede Indra,” cetus Dini.


“Dwipa, Mbak. Panggilannya Dwipa, biar sama-sama berawalan D dengan mbak Dhisty,” Steve menginterupsi Dini, tumben dia menyebut Dini dengan awalan mbak.


***


Kehadiran baby Dwipa tentu membawa warna tersendiri bagi Papie dan Mamienya, mereka harus pandai melibatkan mbak Dhisty agar tak merasa iri dengan kehadiran adik baru. Banyak hal baru yang Steve dan Sari alami. Beda gender ternyata beda banyak dalam hal penanganan. Dulu ketika Dhisty baru lahir, sehabis mandi lalu tanpa ditutup badan bagian bawahnya, mereka aman saja saat akan memakaikan baju bagi bayi perempuan itu. Sekarang mereka mendapat kejutan. Saat akan memakaikan baju dan bagian inti Dwipa tidak ditutup, wajah papienya tersiram air mancur dari selang kecil milik Dwipa. Kaget mendapat air hangat, namun membuat pasangan Steve dan Sari terbahak-bahak. Sejak itu sebelum dipakaikan diapers atau celana, bagian inti Dwipa selalu ditutup alas kain agar pamadam kebakaranya tidak nyemprot sembarangan.


Untuk Sari juga sangat banyak perbedaan yang dirasakan. Sedotan Dwipa berkali-kali lebih kuat dari mbak Dhisty. Tentu hal itu membuat Sari cepat lapar. Cemilan kacang tanah sangrai dan keju asli serta kue berbahan keju adalah cemilan pokok yang Steve sediakan selain salad buah dan sayuran.  Sari tidak bisa memperbesar porsi makannya, jadi solusinya dia mempercepat interval makannya. Saat ini dia tidak makan saat sarapan, makan siang dan makan malam. Tapi juga ada brunch yaitu makan saat waktu antara sarapan dan makan siang. Juga makan sore dan makan tengah malam. Kapan pun dia lapar Steve mengharuskan dia segera makan. Steve tak ingin Sari kena sakit maag. “Aku enggak mau nanti gemuk dan susah nurunin berat badan Pie,” begitu selalu Sari jika Steve memaksanya makan. Biasanya Sari hanya ngemil tak mau makan besar.


“Jangan mempersulit diri Mie, bukan bentuk badan yang kita prioritaskan, tapi kesehatan Mamie dan dede Dwipa. Mamie harus makan biar Mamie enggak kena maag. Dan dede Dwipa harus dapat gizi yang baik juga. Papie enggak akan peduli bentuk badan Mamie. Itu enggaak akan merubah cinta Papie koq,” Steve mencoba terus membuka pikiran Sari.


“Klise Pie. Orang laki itu gampang bermulut manis. Di depan istri bilang enggak peduli bagaimana perubahan bentuk tubuh istrinya. Tapi begitu di luar lihat yang muda dan seksi, langsung istri ditinggal,” Sari langsung bereaksi negatif akan kata-kata suaminya.


--------------

__ADS_1


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.


TELL  LAURA  I  LOVE  HER  berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.


Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.


Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix  95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya.  Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.  


Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.


Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?


__ADS_1


__ADS_2