
“Mas Dwipa koq malah melek sih pas mbak Dhisty bobo?” bisik Steve pada jagoannya. Seakan bayi 7 bulan itu mengerti
apa yang ia sampaikan. “Kita main di luar ya, biar mbak Dhisty enggak keganggu suara kita.”
“Pie, ini juice mu minum dulu,” Sari memberikan juice belimbing yang dibuatnya. Steve malas makan sayuran, karena itu Sari menggantikannya dengan juice atau aneka olahan buah seperti rujak, setup buah, es buah atau asinan.
***
Hari yang paling Steve sukai adalah saat dia mengantar istrinya kontrol kehamilan. Sejak kehamilan Dhisty, dia sangat menyukai melihat tumbuh kembang janin dalam rahim istrinya. Hari ini jadwal periksa kehamilan dede di usia 4 bulan. Steve berharap sudah bisa mengintip jenis kelamin anak ketiganya.
“Mbak, Dhisty enggak dibawa, jangan lupa perhatikan makannya ya Mbak,” Sari sudah selesai memasak bubur MPASI bagi Dwipa dan sayur serta lauk bagi Dhisty sebelum dia berangkat kontrol kehamilan sekaligus imunisasi Dwipa., dia memberi pesan pada pengasuh Dhisty
“Ituuuuuuuut,” Dhisty merengek minta ikut tatkala merasa dia akan ditinggal di rumah bersama pengasuh dan eyangnya.
“Besok ya sayang. Hari ini Mamie dan Papie akan bawa dede Dwipa imunisasi. Nanti kalau jadwal Mbak Dhisty diimunisasi, Mbak juga ikut. Hari ini Mbak di rumah sama eyang ya?” Sari menjelaskan pada putrinya kalau hari itu Dhisty tidak ikut.
“Nda itut? Tama eyang ajah?” Tanya Dhisty pelan.
“Iya, hari ini Mbak enggak ikut. Besok boleh ikut lagi,” kali ini Steve yang cepat menjawab pertanyaan Dhisty. “Salim dulu anak pinternya Papie.” Steve mengulurkan tangannya agar putrinya mencium tangannya.
“Anak Mamie memang paling pinter ya, nanti sepulang dari dokter, Mbak main sama Papie ya?” Sari pun mengulurkan tangannya. Lalu menciumi wajah Dhisty hingga gadis kecil itu terkekeh kegelian.
***
“Ini, semakin terlihat sempurna dan perkembangannya sangat baik,” sang dokter menerangkan semua yang terlihat di layar monitor USG. Tentang air ketuban, perkiraan berat janin hingga pajang janin saat ini, semua dia jelaskan secara rinci. Karena dia hafal, suami pasiennya ini selalu ingin penjelasan yang detil. Bukan hanya sekedar tahu janinnya sehat. Dia sudah menangani kehamilan Sari sejak Dhisty.
“Apa jenis kelamin sudah bisa diintip?” Tanya Steve antusias.
“Belum Pak, dia masih cari aman. Masih malu-malu.Tak mau Mamie dan Papienya mengetahui jenis kelaminnya. Mungkin bulan depan akan terlihat.”
***
__ADS_1
Hari ini Steve ke show room sendirian. Sari ingin di rumah saja bermain dengan Dhisty dan Dwipa. Mumpung sendirian Steve mereposisi ruangannya. Kalau ada Sari dan anak-anak tentu dia tak pernah bisa full di ruangannya. Karena dia selalu dan selalu ingin segera ke paviliun untuk melihat para pemilik hatinya. “Mas, tolong bikinkan kopi dong,” pinta Steve pada office boy di show room nya. Untuk makan siang dan cemilan tadi Sari sudah membawakan banyak bekal sehingga dia hanya butuh kopi saja kali ini.
“Selamat siang Pak, ada tamu yang mau bertemu. Beliau bilang teman lama. Namanya Kusno,” seorang pegawai memberitahu Steve yang sedang sibuk membongkar ruang kerjanya.
“Suruh masuk kesini saja dan kamu langsung mintakan vanilla late serta snack untuk dia di café ya?” Steve tak menduga mendapat kunjungan dari Kusno.
“Mimpi apa saya dapat kunjungan boss besar?” goda Steve setelah dia dan Kusno berjabat tangan sambil berbalas salam. Ternyata Kusno tak datang sendirian melainkan bersama perempuan ayu.
“Bisa aja, yang boss besar ‘tu yang tidak perlu bekerja di kantor,” jawab Kusno cepat. “Perkenalkan, dia kalau dalam silsilah keluarga adalah tanteku tapi usianya jauh dibawahku. Dia butuh kerjasama denganmu maka aku antar kesini,” lanjut Kusno. Sejak kasus Jelita memang Steve melarang Kusno memanggil dirinya dengan sebutan bapak. Mereka sepakat ber aku kamu agar lebih akrab.
“Steve.”
“Nurhayati, panggil saja Nunuk.”
“Ada yang bisa saya bantu?” Steve mulai mengambil jarak. Dia tak akan ber aku kamu pada perempuan yang bukan keluarganya.
“Aku butuh 3 unit mobil. 1 sedan mungil untuk kendaraan pribadiku. 1 unit bak terbuka untuk angkut barang dan 1 unit mobil box untuk angkut masakanku,” Nunuk menerangkan kebutuhannya.
“Aku sulit mengambil barang dengan cicilan. Karena sering saat harus membayar angsuran dana yang saya milik kosong. Lebih baik aku beli cash walau baeang second,” jelas Nunuk.
Steve merasakan akan ada ‘sesuatu’ dengan perkenalannya ini. “Kamu kesini enggak janjian, istri dan anak-anakku lagi libur. Biasanya mereka ada di sini,” Steve mengajak Kusno bicara agar Nunuk dengar.
“Wah aku kangen jagoanmu, aku baru lihat saat dia aqeqah saja,” balas Kusno.
“Makanya, kalau mau ketemu aku ‘tu janjian. Bagus hari ini aku berangkat. Biasanya kalau mereka libur, aku pun libur. Ini karena berniat bongkar ruangan maka aku datang ke sini sendirian,” lanjut Steve.
“Hahaha pantas ruanganmu acak aduk seperti ini. Tak seperti Steve yang aku kenal,” goda Kusno.
“Saya akan kabari lewat Kusno ya Mbak kalau barang yang Mbak inginkan sudah ada info. Untuk sedan pribadinya bisa lihat di album yang ready kali ini atau bisa keliling diantar pegawai saya,” Steve memencet bel di mejanya untuk memanggil staff yang akan menemani Nunuk melihat mobil yang ready.
\==================
__ADS_1
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita
ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
----------------------------
Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel bagus karya teman yanktie ya
Judulnya PESONA SANG DIVA karya NEZHA AGEHA
__ADS_1