
“Dede enggak kangen Papie ya? Puas seharian cuma tidur-tiduran aja de?” Steve menyapa calon
anak ketiganya dengan mengusap lembut perut Sari dan menciumnya saat dia dan Dhisty baru saja tiba di rumah.
“Belum puas juga sih, cuma Mamie pegel aja, tapi malas bangun. Serba salah ‘kan?” Sari saja bingung. Dia malas bergerak, malas pergi, tapi seharian berbaring juga pegal. Tapi keinginannya tidur terus. Hehe aneh ‘kan?
***
Pagi ini entah mengapa Steve merasa sangat lemah. Dia buang-buang air sejak tengah malam tadi. “Papie makan
apa koq jadi seperti ini?” dengan telaten Sari membalur perut dan punggung suaminya dengan minyka kayu putih.
“Sepertinya makan biasa aja Mam, buntil yang mama dan Dini masak. Enggak tambah sambal apalagi masakan
untuk mas Anto mana pernah pedas sih?” Steve juga bingung.
“Masuk angin kali Pie, aku sudah minta simbok bikinkan teh jahe madu, nanti langsung diminum ya?” Sari
langsung mencuci tangannya karena hendak menggendong Dwipa, dia tak ingin Dwipa kepanasan kena minyak kayu putih.
“Hari ini kan jadwal kontrol dede dan jadwal mas Dwipa imunisasi. Papie sekalian periksa aja ya? Biar Mamie
yang bawa mobil,” Sari menyarankan Steve untuk ikut berobat.
“Papie masih bisa koq nyetir. Enggak perlu Mamie lah,” Steve berupaya melarang Sari. Dia tak ingin istrinya
kerepotan.
“Oke, nanti kalau enggak kuat jangan dipaksain ya? Papie harus bilang!” Sari tak ingin berdebat.
“Iya Babe, aku akan bilang kalau sudah enggak kuat,” Steve menyetujui permintaan Sari.
***
“Mbak, nanti periksa agak lama ya, karena selain periksa Ibu, kita juga akan konsul penyakit Bapak,” Sari
memberitahu pengasuh Dwipa.
“Njih Bu.”
***
Semua baik, hasil pemeriksaan Dwipa baik, berat badannya bertambah, kesehatan bayi gembul itu prima dan dede
__ADS_1
juga pertumbuhannya sesuai usia kehamilan tidak terhambat. Steve tentu sangat bahagia, Sari bisa tetap sehat padahal menyusui dan sedang hamil. Sekarang mereka berdua di dokter penyakit dalam untuk memeriksa mengapa Steve buang-buang air sejak semalam.
“Ini kalau secara umum sering disebut masuk angin ya Bu, Pak. Tapi saya lihat asam lambung bapak naik.
Mungkin karena pikiran, atau karena telat makan. Saya berikan obat untuk membuang rasa kembung serta menghentikan buang-buang airnya ya.” Dokter cantik berkaca mata menuliskan resep yang tadi sudah dia sebut fungsinya buat apa saja. Steve langsung menebus 3 resep yang dia dapat hari ini. Tadi dia juga sudah langsung diberi suntikan untuk menyetop diarenya agar tidak makin parah.
***
Steve bersikeras dia yang kembali menyopir mobil saat pulang dari rumah sakit. Sari pengertian. Dia tak
minta mampir kemana pun padahal banyak bahan dapur yang habis. Biar nanti sore dia keluar sendiri untuk belanja. Lagian kasihan Dwipa sejak tadi tidur dalam gendongan.
“Papie langsung minum obatnya ya?” Sari mengingatkan Steve sebelum dia turun dari mobil sesampainya mereka di rumah.
“Iya, habis ganti baju Papie akan langsung minum obat.” Steve tak membantah.
Sehabis memberi perhatian pada Dhisty dan memberi vitamin pada Dwipa, Sari sengaja menemui Steve yang
berbaring setelah minum obat. “Masih lemas Pie?” tanya Sari lembut.
“Enggak terlalu. Dan lagi ‘kan buang-buang airnya sudah sangat berkurang sejak disuntik tadi,” Steve membelai
rambut Sari yang berbaring di dadanya.
sakit.
“Papie enggak kenapa-kenapa koq Mam,” Steve tak mau apa yang jadi beban pikirannya akan ditertawakan Sari.
“Kita sudah janji, dikehamilan ini semua dibicarakan agar enggak menjadi beban dan membuat rumah tangga kita
tidak stabil seperti saat kehamilan Dwipa ‘kan? Kalau Papie enggak cerita, artinya Papie enggak mematuhi konsensus yang kita buat,” Sari mengingatkan apa yang mereka putuskan untuk menjalani kehamilan ini dengan nyaman.
Steve tentu ingat komitmen mereka. Namun dia malu mengatakan apa yang selalu dia khawatirkan akhir-akhir
ini. Dia merasa tak berdaya. “Aku tinggal ya, Papie istirahat aja,” Sari tak ingin memaksa suaminya. Dia takut Steve tambah tertekan.Karena Dhisty dan Dwipa tidur, Sari membuka laptopnya dan bekerja di ruang televisi. Dia duduk di lantai dan membuka emailnya.
“Kamu malah enggak istirahat Mam,” Steve bertanya ketika melihat istrinya sedang asyik bekerja dengan laptopnya. Dia sempat terlelap sebentar, dan kaget ketika tebangun tak melihat istrinya di kamar.
“Enggak ngantuk Pie, dipaksain tidur juga enggak bisa. Ya sudah mbuka email aja,” jawab Sari santai. Dia save
data pesanan yang sudah dia buat berdasarkan email lalu dia bangkit da menuju dapur. Sari menuang cairan ula ke dalam mangkok kecil yang telah berisi bubur sumsum. Dia bawa ke depan bersama teh jahe madu untuk Steve. “Ini, dimakan dulu bubur sumsummu.” Sebenarnya Sari penasaran, tapi dia tak ingin memaksa suaminya. Dia biarkan saja sesuai kemauan lelaki itu.
“Wah, anak Mamie sudah bangun/” sapa Sari melihat Dhisty berjalan terhuyung-huyung menuju kearahnya. Gadis
__ADS_1
kecil itu masih mengantuk. Steve gemas melihat gadiskecilnya, dia meletakan mangkoknya dan menggendong Dhisty serta menciumi pipi gdis kecil itu.
“Pie, nanti anakmu dirubung semut, lihat mukanya penuh air gula dari buburmu,” Sari protes, karena mulut Steve kotor dengan bekas gula.
“Hahahaa, kita mandi aja yok cantik,” Steve pun mengajak Dhisty ke kamar mandi untuk dimandikannya. Itu memang tugasnya sebagai orang tua. Dia sangat senang akan tugasnya sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya. Tak ada istilah merawat anak adalah tugas ibu sedang tugas ayah hanya mencari uang. Menurut Steve itu pemikiran yang sangat kolot. Sudah tak tepat diterapkan jaman sekarang.
------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di
urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah
maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
Terimakasih dan salam manis dari Jogja
----------------------------
Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel
bagus karya teman yanktie ya
Judulnya SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG karya JULIA FAJAR
__ADS_1