
A: “Kalau saya bilang saya akan memperjuangkan cinta saya apa yang hendak kamu lakukan dan kalau saya bilang silahkan ambil bila memang Steve ingin bersama anda, apa yang anda akan katakan?”
B : “Mungkin kamu perlu melihat photo-photo kami sebelum saya menjawab pertanyaan anda”
A : “Apa ini kejadian semalam?”
B : “Iya, itu di apartemenku semalam sepulang gereja”
A : “Oke, lalu apa jawaban anda dari pernyataan saya tadi?”
B : “Kalau kamu bilang kamu akan memperjuangkan cintamu, maka saya akan melawanmu agar kamu tau, kamu sama sekali ga ada artinya dihati Steve. Dan bila kamu bilang silahkan ambil bila memang Steve ingin bersamaku, maka aku akan mengambilnya karena Steve memang semalam mengatakan hanya aku di hatinya”
A : “Bagaimana bila saya ingin membuangnya namun Steve ga mau meninggalkan saya?”
B : “Ga mungkin, Steve ga akan mungkin mau bertahan disisimu, karena kata-kata dan desahannya semalam jelas menyiratkan hanya saya yang ada dihatinya dan dia ingin tetap bersama saya”
A : “Silahkan ambil bila Steve mau, namun jangan pernah 1 kalipun lagi anda menghubungi saya atau menuduh saya mempertahankan Steve. Masih ribuan laki-laki yang bisa saya dapatkan. Jadi bila Steve nya yang tidak mau berpaling dari saya, anda tidak boleh menghujat saya. Dan saya minta photo ini bisa saya simpan untuk senjata saya memutuskan hubungan dengan Steve, karena dengan bukti perselingkuhan saya kuat memberi alasan untuk putus dengannya”
A : “Tapi ini benar photo kejadian semalam kan?”
B : “Iya, saya pastikan itu photo semalam sehabis kami mengisi acara natal”
A : “Ok saya pamit, ingat pesan saya, kalau Steve yang ingin bertahan disisi saya, kamu ga boleh menghujat saya. Dan oh ya, darimana kamu tau nomor HP saya?”
B : “Kemarin saya lihat nomormu di HP Steve saat dia tertidur kelelahan sehabis bergelut dengan saya”
A : “Oh ya? Apa nama yang dia tulis di HP nya?”
B : “Ya namamu lah, dia menulis namamu SARI”
A: “Wah saya kira dia masih menulis nama saya dengan anak bau kencur, ternyata sudah dirubahnya”
B: “Engga tuh”
__ADS_1
2 suara perempuan yang terdengar dalam rekaman tersebut, dan Steve hafal 2 suara itu yaitu Sari dan Cindy. Sekarang dia tau kalau pemilik photo-photo itu adalah Cindy. Dan Steve yakin pengirim amplop ini pasti Sari, karena Cindy ga punya motiv untuk mengirimkan photo-photo itu pada dirinya
Dari mana Cindy punya photo di butik? Apakah memang dia sengaja membuatnya? Steve bingung dengan photo terbaru. Kalau photo yang pertama kemarin dia ga bingung karena photo tersebut semua hasil rekayasa saja
Tok.. tok..tok..
“Masuk” jawab Steve
“Pak ditunggu pak Hendro, saya coba telpon HP bapak ga aktiv” beritahu Putro
“Maaf, HP saya lowbat” Steve memberi alasan, karena simcard HP nya sedang di ganti. “Ayo langsung kesana” ajak Steve
***
“Maunya apa sih tu ceweq?” tanya Anto setelah dia melihat 2 paket yang diterima Steve juga mendengarkan rekaman di simcard yang dikirim.
“Gue jujur ga pengen ujian skripsinya jadi keganggu karena persoalan ini” jelas Steve. “Dan nyeseknya seminggu ini gue ga bisa kabur ke Jakarta karena bigboss lagi di Jogja”
“Kalau soal itu lo ga perlu khawatir, gue yakin persoalan ini ga bakal mempengaruhi hasil akhirnya, gue akan wanti-wanti adek gue. Yang perlu lo pikir tu masalah medusa itu, kalau aja gue ada depan dia, gue ga akan perduliin dia perempuan, gue pastiin dia akan nerima balasan Sari lewat gue” kesal Anto akan masalah ini. Untung Dini sedang di ruang baca, mempersiapkan materi untuk mengajar besok.
“Yang harus lo beresin bukan cuma masalah lo ama adek gue, lo harus beresin dulu mak lampir. Karena percuma lo beresin masalah ama adek gue kalo tu uler buat ulah lagi. Kalo perlu lo bikin juga rekaman seperti yang Sari bikin. Jadi lo punya bukti buat bicara ke Sari” saran Anto
“Ok, kalau bisa berangkat Kamis ya gue percepat lah, kalau engga ya pulang kesininya yang gue undur” Steve bertekad menyelesaikan semua masalahnya dengan Cindy.
***
“Gimana persiapan ujian skripsimu de?” tanya mas Anto membuka percakapan mereka malam ini.
“Udah manteb sejak minggu lalu mas, ga perlu khawatir, aku akan upayakan nilai terbaik” balas Sari.
“Harus itu de, singkirkan semua gundah dan persoalan, jangan sampai ujianmu keganggu karena hal lain” nasehat Anto.
“Ga lah mas, aku tau mana yang harus diprioritaskan koq” Sari mencoba meyakinkan kakaknya agar ga perlu khawatir dengan dirinya.
__ADS_1
“Ya wis, istirahat sana” tutup Anto.
***
“Assalamu’alaykum mas” sapa Sari siang ini.
“Wa alaykum salam de, koq tumben hari gini telpon?” jawab Anto.
“Aku cuma mau lapor, aku barusan rampung ujian skripsiku” balas Sari.
“Piye hasilnya de?” tanya Anto.
“Sesuai dengan kerja keras lah mas. Hasil ga menipu usaha” jawab Sari diplomatis.
Mendengar adiknya mendapat nilai memuaskan Anto sangat bersyukur, karena adiknya sudah dapat melalui ujian hidup. Selain itu dia senang karena setelah adiknya lulus kuliah dia akan membawa mamanya tinggal di Jogja.
Sore ini Sari dan para sahabat nya sedang makan-makan merayakan kelulusannya. Bram dan Teddy juga sudah selesai ujian 2 hari lalu, sehingga mereka sepakat ketemuan. Mereka janjian ketemu sore karena sejak bulan lalu Bram sudah kerja sehingga tidak bebas bertemu siang. Sedang Teddy sibuk mengurus usaha yang baru dirintisnya. Sayang Uswah hari ini ga bisa hadir sehingga orang bisa mengira kalau mereka adalah 2 pasangan yang sedang double date.
Cindy yang melihat 2 pasangan itu tersenyum puas, dia berpikir kerja kerasnya berhasil. Terbukti Sari memilik pasangan lain, bukan Steve. Sekarang dia tinggal focus pada Steve saja. Dia harus berpikir keras untuk bisa menguasai Steve.
***
Steve sedang mengendarai mobilnya santai, dia ingin mengunjungi butiknya sepulang kantor. Karena butik buka jam 10 pagi maka tutup jam 7 malam. Jadi Steve tidak merugikan karyawan juga. Didengarnya HP nya berbunyi notifikasi sms. Dia malas membukanya, karena nada dering yang masuk dari nomor umum, bukan nada dering dari nomor specialnya. Dia merasa itu bukan pesan yang harus segera ditanggapi.
Sesampai di butik sebelum turun dia baru membuka HP nya, terlihat ada MMS dari nomor tak terdaftar. Dilihatnya photo yang masuk adalah photo Sari dengan para sahabatnya. Dibacanya isi pesan sesudah gambar : “perempuan kecilmu tak sesederhana yang kau kira, dia bisa selingkuh dibelakangmu!”
Steve tak tahu apa maksud pengirim pesan, apakah ingin membuatnya cemburu? Steve segera turun dan langsung focus pada butiknya.
Mampu ga ya Steve membuat Sari percaya ama dia?
Kita ikutin terus ya ceritanya biar tahu bagaimana Steve ngebujuk si anak bau kencur
Yanktie ucapie makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote dan komennya ya