KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
22 DIA IBU ANAKKU


__ADS_3

22  DIA IBU ANAKKU


“Ga ada yang salah bang, hanya saya ga ingin ada yang terluka atau menduga yang engga-engga” jawab Sari lirih sambil menunduk


Steve memegang dagu Sari, memutarnya sedikit agar mereka bisa bertatapan. “De, siapa yang akan terluka? Siapa yang menduga yang engga-engga?” tanya Steve sambil menatap dalam mata Sari


“Saya ga ingin orang mengira kita dekat bang, dan saya ga ingin pacarmu marah dan terluka” jawab Sari sambil memandang Steve


“Biar aja orang ngira kita pacaran, kita jadian bahkan kita sudah resmi jadi pasangan legal, memang kita bisa mencegah orang berpikir atau menduga. Ga bisa kan? Karena mereka pakai otak dan pikiran sendiri ga pinjam punya kita. Sehingga ga bisa kita cegah de. Nah kalau soal yayangku, dia ga akan marah atau terluka bila kita dekat, kalau dia tau, abang yakin dia pasti akan mendukung 100%” jelas Steve panjang lebar


“Ngaco, mana ada pacar ngerelain pasangannya dekat dengan orang lain” jawab Sari tanpa sadar dia akan terjebak dengan perkataannya sendiri


“Jadi kamu yakinkan kalau kamu tu dekat ama abang?” tembak Steve sambil tersenyum licik


“Iiiiih, abang. Ga mungkin kan pacar abang akan mendukung abang dekat dengan perempuan lain?” elak Sari


“Abang ga punya pacar sayangku. Abang cuma punya calon istri, itupun kalau dia mau” jawab Steve


“Nah, lebih-lebih calon istri, ga bakal dia ngebolehin abang selingkuh. Udah ah, berangkat kuliah dulu” Sari kembali ingin keluar dari mobil


Steve menarik bahu Sari dan memeluknya, mencium keningnya “Kamu calon istriku, bila kamu mengijinkan abang” kata Steve


“Bang, jangan ngawur, nanti yayangmu marah, perempuan sebaik dia, yang bisa kasih attensi ke teman abang dengan sangat baik, perempuan seperti itu ga boleh abang sia-siain” jawab Sari sambil berupaya melepas pelukan Steve


“Kamu tau siapa yang abang panggil sayangku tadi pas telpon? Dia ibu anakku” jelas Steve


Manik mata Sari mulai terlihat berair, ternyata Steve sudah punya anak. Dia ga ingin merusak rumah tangga orang. Dia segera keluar mobil dan berlari menjauh dari mobil Steve. Karena panik, arah lari Sari bukan menuju kearah jalan besar untuk mendapat taxi atau bajaj, dia malah lari ke parkiran samping menuju arah apotik.


Steve keluar mobil dan mengunci mobil secara otomatis lalu mengejar Sari. Langkahnya yang lebih besar tentu saja lebih mudah mendekati gadis kecil pujaannya. Di peluknya Sari dari belakang, dia berupaya menenangkan hati gadis itu. “Jangan suka lari dari masalah, kamu belum dengar semuanya, jangan langsung ambil kesimpulan.

__ADS_1


Dibaliknya tubuh Sari, di tatapnya mata bak bintang kejora yang saat ini penuh air mata terluka. “Anak abang tu Amora, kamu tau kan? Dan kamu kenal dekat ama bundanya Amora kan? Sejak Dini SMA, abang panggil dia sayangku, Anto pun ga cemburu, bahkan Harry yang jadi suaminya aja ga bisa ngelarang abang panggil dia yayang atau sayangku. Karena buat Abang Dini itu adik abang yang abang cinta karena adik abang meninggal di usia 7 tahun akibat kecelakaan.”“Dini tadi telpon, ngasih tau pagi ini dia akan serahkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama, dia minta abang support dia, dia minta abang doain dia” jelas Steve


Sari menatap mata Steve dalam-dalam, tak terlihat ada kebohongan disana. “Masih ga percaya?” tanya Steve, dikecupnya kening gadis kecil didekapannya. Steve sendiri ga percaya hanya hitungan jam, dia jatuh cinta pada gadis kecil ini dan bisa segera menggenggam cintanya. Sensasi rasa yang ga pernah dia rasakan pada pacar-pacar sebelumnya bahkan pada first love nya sekalipun. Walau dia yakin akan banyak sandungan bila dia ingin melegalkan cintanya ini, mengingat mereka beda keyakinan


“Mau berangkat kuliah atau nemani abang ke Pengadilan Agama?” tanya Steve


“Abang mau ke Pengadilan Agama?” tanya Sari


“Ya, abang janjian disana 09.30. kalau kamu mau kuliah, abang akan drop lalu abang ke PA. Tapi kalau kamu mau nemani, ya kita langsung ke PA” kata Steve


“Ade kuliah aja. Ga usah ikut abang” kata Sari


“Pulang jam berapa?” tanya Steve, sambil mereka berjalan ke mobil, tangan Steve dipinggang Sari


“Jam 1 sih selesai, tapi mau ke perpus dulu” jawab Sari


“Ya sudah, nanti telpon aja ya, kan abang juga ga tau di PA sampai jam berapa” kata Steve


***


HP Steve berdering, terlihat caller id nya adalah Anto “Hallo bro, kenapa?” tanya Steve


“Lo dimana? Katanya ga ngantor?” tanya Anto


“Di PA, ama Dini, dia masukin gugatan cerai hari ini, Leo ga bisa nemanin dia karena lagi di Singapore” jelas Steve “Gimana info Shinta terakhir?” tanya Steve lagi


“Gue nunggu polisi, katanya mau kesini ngobrol ma gue, barusan gue di telpon, mau ngobrol soal kebakaran. Harusnya gue diminta ke kantor polisi, tapi karena ga ada orang disini jadi akhirnya mereka yang mau ke rumah sakit” jelas Anto “Salam aja buat Dini deh” lanjut Anto


“Eh tunggu, nih lo langsung ngomong aja biar enakan” kata Steve sambil menyerahkan HP ke Dini

__ADS_1


“Assalamu’alaykum maz, turut prihatin ya” sapa Dini


***


Steve setia mendampingi Dini, dia tahu sahabatnya itu hanya berupaya terlihat tegar. Sampai proses pengajuan cerai selesai dia tetap di sebelah Dini, kadang digenggamnya tangan Dini seakan ingin menyalurkan energi positive agar Dini tetap kuat bertahan.


Ddrrrttttt……ddrtt. HP Steve bergetar, caller id Anto tertera disana


“Lo dimana? Masih di PA?” tanya Anto saat sambungan telpon nya ke Steve terhubung.


“Engga, baru masuk mobil, udah pisahan ama Dini. Ada apa bro?” tanya Steve


“Shinta kritis” sahut Anto


“Lo telpon adek lo suruh siap di depan kampus biar gue ga kelamaan, gue jemput dia langsung ke rumah sakit” sahut Steve cepat. Tadi saat Steve menghubungi Sari gadis itu baru saja selesai mata kuliah dan ingin pergi ke perpustakaan lebih dulu


Sari baru saja keluar kelas, Steve sudah menghubunginya dan berkata baru selesai di PA. Namun Sari bilang ke Steve dia mau ke purpustakaan lebih dulu sehingga Steve gak perlu buru-buru menjemputnya


Saat Sari baru akan keluar kelas HP nya berdering, dilihatnya kakaknya menghubungi


“Assalamu’alaykum de” sapa Anto pada Sari


“Wa alay’kum salam, kenapa mas?” jawab Sari


“De, Shinta kritis, Steve minta kamu sekarang tunggu dia di depan biar dia ga lama nunggu kamu, dia sudah OTW ke kampusmu. Mas langsung matikan ya, mau mengabari yang lain” kata Anto tanpa menunggu jawaban adiknya


Sari yang baru akan keluar dari ruang kuliahnya menuju perpustakaan segera berbalik arah menuju parkiran. Sari sampai di parkiran berbarengan dengan mobil Steve yang memasuki area kampusnya. Sari langsung membuka pintu mobil Steve tanpa menunggu Steve turun untuk membukakan pintu


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2