KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
33 AKU MAKIN MALAS AJA BERGAUL DENGAN PARA PEMBOHONG


__ADS_3

33   AKU MAKIN MALAS AJA BERGAUL DENGAN PARA PEMBOHONG


“Lain kali saja, karena besok mas Topan harus dinas ke Palembang, sehingga dia harus segera sampai di rumahnya” tolak Andin


Andin keluar rumah Sari saat Anto pulang. “Kayaknya saya kenal anda, anda anak electro ya” sapa Topan pada Anto


“Iyakah, wah siapa ya?” tanya Anto ramah


“Anda ga akan kenal saya, karena saya siswa yang biasa-biasa saja, sedang anda aktivis disemua bidang kegiatan. Kita satu angkatan, hanya saya ambil otomotive” Topan memperjelas jati dirinya


Anto mengulurkan tangannya untuk berkenalan


“Topan”


“Anto”


Mereka sempat bertukar nomor telpon sebelum Topan pamit


“Ada perlu apa mereka kesini de?” tanya Anto


“Mbuh mas, itu yang Steve bilang sekretarisnya dan ga suka laki-laki, tapi barusan perempuan itu bilang akhir minggu ini laki-laki yang tadi bersamanya akan melamarnya. Aku makin malas aja bergaul ama para pembohong” jelas Sari kesal


Anto masuk rumahnya, langsung mandi lalu bersiap untuk sholat maghrib. “Ya bro” sapa Steve menerima panggilan Anto


“Gue koq makin bingung ama ceritaa lho. Lo bilang si Andin kan ga doyan laki-laki. Barusan dia datang ke rumah gue, dia cerita ke Sari kalau minggu ini dia bakal dilamar. Dan dia bawa cowok yang mau ngelamarnya ke rumah gue. Gue ga main-main kasih lo ijin ngedeketin ade gue, tapi kalau cuma mau lo mainin lebih baik lo mundur sebelum lo gue abisin” Anto mengultimatum Steve dengan tegas


Steve sangat hafal karakter sabar dan tenangnya Anto. Dia  sampai kaget mendengar tegurannya barusan. Bagaimana bisa Andin datang ke rumah Sari membawa seorang laki-laki dan mengatakan akan dilamar akhir minggu ini? “Serius gue ga tau kalau Andin akan dilamar, setahu gue dia belok, dia ga suka ama laki-laki dan gue juga pernah beberapa kali ketemu ama pasangannya Andin” jelas Steve pada Anto. “Gue cari kebenarannya dulu ke Andin, nanti gue telpon lo sesudah tau duduk perkara sebenarnya ya” janji Steve pada Anto


Sampai malam Steve belum bisa menghubungi Andin karena awalnya telponnya ga diangkat walau sudah nyambung, akhirnya ponsel Andin sama sekali ga bisa dihubungi karena ga aktive.

__ADS_1


Kali ini giliran Steve yang bergumam bahwa Andin menyebalkan


Pagi ini Steve sengaja duduk di meja Andin, dia menunggu mahluk menyebalkan itu datang. Sengaja dia datang awal agar bisa lebih dulu tiba dari Andin. Dia sampai tidak sarapan, hanya setengah cangkir kopi yang dia minum sebelum berangkat tadi pagi


***


Terdengar bunyi notif sms di HP Sari “Abang tunggu di kantin kampusmu ya” itu teks yang baru saja Sari baca


“Ga bisa, aku ada kelas sampai jam 11.40” balas Sari


“Jam 12 di cafe dekat kampusmu” balas Steve, dia sengaja ga mau njemput Sari ke kampusnya untuk datang bareng ke cafe, dia ingin lihat apakah Sari bersedia bertemu dengannya


Ga ada balasan, membuat Steve makin keqi. Sampai jam 11 masih saja Sari ga merespon sms nya. Steve tetap keluar kantor untuk menuju cafe yang tadi dia tetapkan untuk bertemu dengan Sari. Jam 11.35 dia sudah parkir di cafe, namun dia enggan turun dan masuk kedalam. Dia ga ingin ketemu seseorang yang akan membuat masalah baru dengan Sari, lebih baik dia menunggu didalam mobilnya saja


Jam 11.56 Sari baru turun dari bajaj, lokasi cafe memang ga jauh dari kampusnya sehingga tanggung bila dia naik taxi, sedang bila harus jalan kaki disiang terik gini sendirian tentu dia juga ogah. Steve langsung keluar dari mobinya dan menghampiiri Sari yang sedang menunggu kembalian dari sopir bajaj


“Sudah dari tadi?” tanya Sari


“Mau pesan apa?” tanya Steve memegang daftar menu


“Bingung, pengen makan siomay, tapi pengen nasi uduk pakai lele bakar juga pengen gado-gado” jawab Sari


“Pesan nasi uduk 2, lele bakar 2, ayam bakar 2 sama lemon tea 2 mbak” pinta Steve pada pramusaji


“Nanti kalau masih sanggup kita pesan siomay atau gado-gado ya” imbuh Steve ke Sari. Sari hanya mengangguk saja


“Mau bicara apa?” tanya Sari langsung


“Ngobrolnya habis makan aja gimana?” tanya Steve, dia takut nanti Sari bad mood lalu jadi malas makan

__ADS_1


“Gapapa, mulai sekarang aja sambil nunggu pesanan datang” kilah Sari


“Kemaren Andin kerumahmu?” tanya Steve membuka percakapan, seharusnya pertanyaan itu tak perlu dia tanyakan karena Andin tadi sudah dia sidang dan semalam Anto juga sudah memberitahunya


“He eh” jawab Sari singkat


“Kamu pasti nuduh aku berbohong lagi kan?” tuduh Steve


“Baguslah kalau kamu sadar diri” balas Sari


“Aku baru tau kebenarannya tadi pagi di kantor. Semalam Andin sengaja mematikan ponselnya karena ga mau diganggu karena sedang diskusi dengan calon suaminya. Jadi dia memang benar belok, untuk itulah dia ga pernah mikir akan menikah. Ternyata mamanya menjodohkan dengan seorang duda yang butuh ibu sambung untuk 2 bayi kembar yang sudah piatu sejak lahir. Awalnya sebelum mengetahui pria yang dijodohkan adalah seorang duda dari 2 anak bayi, Andin akan menolak. Tapi karena ada 2 bayi yang membutuhkannya maka dia  sudah memutuskan akan menikah bulan depan. Akhir minggu ini dia akan dilamar langsung tunangan dan abang diminta datang berdua denganmu”


“Andin juga cerita sehabis menikah dia akan resign karena akan focus pada kedua anaknya. Rupanya dia langsung jatuh cinta pada 2 bidadari calon suaminya. Jelaskan, abang ga pernah bohong ma kamu?” tanya Steve memastikan


“Ya lalu, maunya gimana?” tanya Sari memancing


“Kamu tau kan abang serius, waktu kita habis bicara dirumahmu, kalau ga ditahan Anto, abang langsung bilang ke mamamu koq, kalau abang mau serius ama kamu” Steve menerangkan keseriusannya. Sari kaget mengetahui Steve sudah cerita ke kakaknya tentang keseriusannya.


“Abang mau kita menetapkan langkah sebelum abang berangkat ke Jogja” jelas Steve kemudian


“Maksudmu?” tanya Sari ragu


“Sebelum abang berangkat ke Jogja abang mau bilang ke mama kalau abang serius ama kamu. Abang nunggu kamu selesai kuliah lalu kita langsung nikah, ga ada tunangan. Anggap aja saat abang bilang ke mama kita sudah setengah resmi walau tanpa tuker cincin. Selain itu juga abang mau kamu kenalan dengan oma dan opa” rinci Steve tentang planningnya


“Itukan maumu, rencanamu. Kamu nentuin itu ga nanya ama aku yang jadi patnermu? Kamu putusin sendiri tanpa tanya aku? Kamu anggap aku apa?” tanya Sari emosi


“Maaf, maaf sayang. Maksud abang tu bukan abang otoriter. Abang kepepet waktu. Abang ga mau sebelum abang ke Jogja hubungan kita belum ada kejelasan. Walau kita tetap bisa komunikasi by phone, tapi kan beda kalau kita bicara face to face. Please ngertiin abang ya?” rengek Steve


“Yang mau serius ama kamu siapa, koq pede banget mau nerapkan planning mu tadi?” tanya Sari dengan mimik wajah serius. Makanan yang mereka pesan sudah tandas sejak tadi. Bahkan Steve sudah nambah 1 botol air kemasan.

__ADS_1


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini


Jangan lupa like dan vote nya ya


__ADS_2