
32 KEMBALI KETITIK AWAL, AKU HANYA ADIK TEMANMU
“Trus abang mesti gimana nerangin kondisi sebenernya ke kamu? Abang ga pernah serius kesiapapun sampai seperti kekamu. Bahkan ke Cindy perempuan yang terakhir akan tunangan aja abang ga seperti ini
“Ya ga perlu gimana-gimana. Simple koq, ga usah pernah anggap kita pernah berteman baik. Kita kembali ke titik awal, kalau kamu adalah teman kakakku dan aku hanya sekedar adik temanmu. Ga lebih. Jadi saat nanti kita ketemu lagi kita ga perlu sedih atau marah” lugas Sari menjawab pertanyaan Steve tentang apa yang harus dia perbuat.
“Please de, abang serius ke kamu. Apa sekarang juga abang bilang ke mamamu kalau abang mau seriusin kamu biar kamu percaya?” Steve sudah putus asa mendengar keputusan Sari. Baru anak bau kencur ini yang berhasil bikin dia merengek. Biasanya dia yang nolak rengekan para perempuan yang mengejarnya
“Silahkan aja, kamu bilang ke mas Anto atau mama, ga akan ngaruh koq. Karena aku yakin mereka akan menyuruh aku yang memberi keputusan akhir” Sari ga gentar atas ide yang dicetuskan Steve, dia pikir Steve hanya sekedar gertak aja
Steve putus asa karena pembicaraan dengan Sari ga menemui jalan keluar. “Kalau gitu abang pamit deh” dia membawa gelasnya kedalam untuk menemui Anto
“Bro” sapanya saat melihat Anto sedang membungkus buku
“Eh” balas Anto sambil terus mengerjakan kegiatan yang dia sedang lakukan
“Gue bingung ama ade lho, 2 minggu lalu gue bilang mau serius ama dia, gue juga udah kasih tau status gue dan dia sudah open mind, tapi minggu lalu dia salah duga ama sandiwara yang gue kerjain, seminggu full dia ngehindarin gue. Dan sekarang dia cut, dia bilang kembali ketitik awal” keluh Steve
Anto mengangkat wajahnya, dia ga percaya pria mature didepannya adalah seorang playboy yang kalah perang oleh adik semata wayangnya. Dia ga nyangka Steve sudah mengungkapkan isi hatinya. “Maksud lo sandiwara seperti apa yang bikin dia ngamuk?” tanya Anto, dia tidak akan berpikir sebagai kakak nya Sari, namun dia akan berpikir sebagai sahabat Steve
Steve lalu menceritakan kisah awalnya dengan Paula juga tentang Andin dan selintas tentang Cindy yang hampir menjadi tunangannya
“Wajarlah dia marah, didepan matanya dia lihat dan dengar lo ngaku ada tunangan dan dia liat sosok tunangan lo itu. Ga cuma Sari, semua ceweq pun akan marah kalau ngalamin peristiwa seperti itu. Jadi untuk masalah ini gue ga bisa ngebantu, mungkin saran gue ya lo harus temuin Andin ama Sari tapi jangan lo ajak Sari ke rumah Andin karena pasti dia merasa ga butuh lagi penjelasan. Kalau bisa lo atur Andin nemuin Sari dan cerita langsung tanpa ada lo. Kalau lo ajak Andin buat nemuin Sari maka Sari juga pasti akan mikir Andin terpaksa karena lo perintah. Satu-satunya jalan ya Andin sendirian nemuin Sari
__ADS_1
“Apa gue sekarang harus bilang ke nyokap lo mau seriusin adek lo?” Steve minta pendapat Anto
“Ga perlu, gue yakin sebagai orang tua mama sudah bisa baca gelagat lo. Nanti gue akan bilang mama kalau lo serius” balas Anto
***
Sejak pagi Andin sebal dengan atasannya langsung. Karena saat baru datang dan hendak melaporkan schedulle kerja serta melaporkan rangkuman hasil meeting kemarin, boss nya sudah memberinya tugas khusus yang diluar kerjaan kantor. Gimana ga kesal, belum dia buka mulut buat laporan, boss nya langsung menyuruh duduk dan menginstruksikan dia menemui gadis kecil untuk menjelaskan bahwa dia dan bossnya bersandiwara
Dia memang sangat menyebalkan, batin Andin. Memang yang punya masalah pribadi cuma dia doang, gue juga lagi pusing ama ultimatum mama yang nyuruh nikah karena untuk seorang perempuan, usianya sudah sangat terlambat bila baru mencari pacar, sedang teman-teman sebayanya sudah punya anak usia SMP, bukan balita lagi. Andin sedang pusing karena minggu ini mamanya kan menerima lamaran bagi dirinya untuk langsung menikah.
Andin merasakan getar HP di saku blazernya, dia memang jarang menyetel ringtone ponsel selain dirumah. Karena di rumah HP dia letakan di meja, sedang di luar rumah HP selalu ada disakunya. Terlihat id caller adalah nomor baru yang belum tersimpan di phone booknya. “Selamat pagi, Andin disini” sapanya sopaan. Dia takut yang menghubunginya adalah salah satu klien atasannya
“Selamat pagi, saya Topan, apa saya mengganggu?” suara serak di ujung sana membalas sapaan Andin
“Bukan, ini bukan masalah pekerjaan. Saya yang akhir minggu ini akan melamarmu menjadi istri saya” balas pria bernama Topan tersebut
Andin bingung, karena dia juga belum tau sosok yang akan menikahinya. “Oh ada apa ya pak?” tanya Andin malas
“Bisa kita bertemu hari ini? Saya ingin bicara berdua sebelum kita bertemu dengan keluarga akhir minggu nanti” pinta sosok yang belum Andin kenal itu
“Ma’af, hari ini saya akan menemui teman sepulang kantor. Dan saya ga tau jam berapa selesainya” balas Andin ogah-ogahan. Ngebayangin tugas dari Steve aja malas, ditambah lagi harus ngobrol dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengannya itu
“Tapi waktu saya mepet karena esok saya harus terbang ke Palembang sampai Kamis. Saya sangat ingin sebelum pertemuan keluarga, kita sudah bicara” desak laki-laki bernama Topan itu
__ADS_1
Akhirnya diputuskan Topan akan menjemput 1 jam sebelum jam kantor usai, karena Steve memberi dispensasi waktu bagi Andin untuk ke rumah Sari. Dari kantor Andin mereka kerumah Sari dulu baru mereka akan membicarakan masalah mereka. Andin menitipkan mobilnya di kantor, karena mereka pergi dengan mobil Topan
Ternyata Topan adalah seorang duda dengan 2 anak batita, 2 anak perempuan berusia 17bulan, bidadari-bidadari kecil Topan bernama Syafa dan Syifa, mereka belum pernah merasakan dekapan ibunya karena 5 hari sejak melahirkan Sabrina istri Topan meninggal. Itu perkenalan awal back ground mereka saat pembicaraan awal di mobil ketika menuju rumah Sari
***
Sari memasang wajah datar saat mamanya mengatakan ada tamu ingin bertemu dengannya. Dia pernah melihat wajah itu dan ga akan dia lupakan, wajah tunangan Steve “Maaf, mbak dan mas nya kesini ada perlu apa ya?” tanyanya basa basi
“Gini de Sari, saya Andin, sekretaris pak Steve. Saya hanya ingin meluruskan tentang yang de Sari lihat dan dengar di cafe. Saya benar-benar hanya membantu pak Steve, selama ini sayalah pagar yang menjaga pak Steve dari gangguan para serigala yang ingin memangsanya. Pak Steve selalu mengaku kalau saya adalah sekretaris yang merangkap tunangannya” Andin langsung to the poin karena dia juga masih ada urusan yang akan dia bahas dengan Topan
“Kalau memang pak Steve adalah benar tunangan saya, tentu akhir minggu ini mas Topan ini ga akan melamar saya untuk dinikahi” timpal Andin sambil menunjuk pada lelaki yang hanya diam saja sejak tadi
Mendengar dia dilibatkan dalam pembicaraan, Topan hanya mengangguk kecil pada Sari
“Saya rasa hanya itu yang ingin saya sampaikan, kami pamit dulu” Andin segera bangkit untuk segera pulang
“Wah belum minum mbak” balas Sari, dia masih bingung akan kenyataan yang sekarang dia hadapi. Dia ingat menurut Steve Andin ga suka laki-laki, mengapa barusan Andin mengatakan akhir minggu ini akan dilamar? Yang mana yang berbohong?
“Lain kali saja, karena besok mas Topan harus dinas ke Palembang, sehingga dia harus segera sampai di rumahnya” tolak Andin
Andin keluar rumah Sari saat Anto pulang. “Kayaknya saya kenal anda, anda anak electro ya” sapa Topan pada Anto
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya