KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
150 BOYONGAN KE PAVILIUN BUTIK


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. YANKTIE  ( eyang putri ) seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Penyamar ketemu penyamar akan seru enggak ya? Kalau Cassie orang kaya dan Teddy tahu, akankah tujuannya nyari yang sederhana gagal kalau Cassie naksir dia?.  Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------------------


“Alhamdulillaaaaah,” seru Sari, dia tadi kebayang-bayang makan combro pedas. Tapi oncom sebagai bahan isi sulit di dapat di Jogja. Walau tidak seperti orang ngidam yang harus dapat, tapi memang tadi dia kepengen combro. Combro adalah kue tradisional yang di buat dari parutan singkong, lalu isinya adalah oncom yang dibumbui cabe bawang dan dan bawang. Kalau suka pedas ya isi dibikin super pedas. Dibentuk bulat panjang lalu di goreng. Sepertinya bentuknya baku. Karena kalau bentuknya bulat dan pipih, isinya adalah irisan gula merah dan namanya bukan combro melainkan misro.


***


Hari ini Sari mulai ‘boyongan’ hehe, dia membawa dua anak serta seorang pengasuh untuk mulai bekerja. Dia juga sudah menambah satu office girl yang nantinya khusus membantu pengasuh Dhisty di paviliun miliknya di belakang butik. Tidak bekerja di butik. Kemarin hari Sabtu semua peralatan baru sudah datang, Steve dan beberapa pegawai langsung merakit dan mengaturnya di paviliun.


“Kalau pagi, kamu langsung masak nasi dulu ya, soal lauk nanti bisa kita beli, atau ibu bawa dari rumah, bisa juga kita minta dari butik. Yang penting nasinya ada. Ini Ibu juga sudah bawa lauk setengah matang atau frozen dan juga telur serta sosis dan nugget.” Sari memberikan barang bawaannya pada mbak Yannie, asisten rumah tangga khusus paviliun, tapi dia bekerja seperti pegawai butik. Jam kerja pukul 08.00 hingga pukul 17.00 sejak Senin hingga Jum’at.


Yannie menerima kotak-kotak mika berisi rendang, opor, tahu dan tempe bacem, sop kacang merah, ayam ungkep serta sayur matang lain. Sedang satpam show room mengantarkan kardus berisi minyak goreng, kecap, saos dan bumbu lainnya. Persis seperti isi rumah baru. Ada juga beras dalam karung kecil yang harus dipindah ke rice box yang tersedia di dapur paviliun. Dia membereskan semuanya.


“Siang ini mau makan dengan apa Bu?” tanya mbak Yannie.


“Siang ini saya kepengen perkedel kentang, dadar telur padang, sambal ijo dan lalap daun singkong dari warung makan padang. Lauk lainnya terserah kalian. Saya cuma ingin itu. Mungkin tambah peyek udang untuk Bapak.” sahut Sari sambil dia memberi ASI pada Dwipa.


“Mam, Papi pengen gule kepala kakap atau ikan mas ya?” pinta Steve. Dia kebetulan ke belakang karena hendang mengambil obeng dan tang yang tertinggal setelah kemarin memasang tempat tidur Dwipa.


“Pie, ini Jogja. Kamu akan sulit cari ikan mas. Nanti seadanya aja ya gulenya. Atau gimana kalau tunjang aja?” Sari memberi saran pada suaminya. Dia tak ingin kejadian buah sawo mentega terulang lagi.


“Iya boleh, tunjang aja. Papie enggak mau gule nangka ya Mam.” Steve segera berlalu. Kembali ke depan.


“Mbak Dwi, Dhisty kasih juice buah dulu lalu boboin ya,” Sari memerintah Dwi, pengasuh Dhisty saat ini. “Ibu ke depan ya,” Sari lalu beranjak ke ruang kerjanya yang baru.


***

__ADS_1


Seperti biasa, bila sudah kembali kerja Sari akan langsung serius, pagi ini dede di perut tidak rewel. Tak ada mual apalagi muntah. Sari langsung memeriksa display yang sudah lama tidak dia ubah sejak dia cuti melahirkan. Saat ini dia akan mereposisi display agar pelang_gan tidak bosan melihat susunan pakaian yang mereka jual.


“Jangan kecapean Babe, kamu bukan saja habis melahirkaan, tapi kamu lagi hamil,” bibik Steve sambil menyodorkan juice sirsak yang dia bawa dari dapur paviliun. Tadi Yannie membuat juice melon untuk Dhisty, namun dia ingin juice sirsak, sehingga minta dibuatkan juice ini.


“Aku enggak cape koq, makasih ya juice nya,” balas Sari tersenyum manis. “Pie, aku pengen permen coklat,” pinta Sari.


“Siap, sebentar lagi Papi belikan. Ada yang lain?” tanya Steve.


“Enggak, cuma pengen ngemil itu aja,” jawab Sari, lalu dia kembali mereka-reka apa yang harus dipindah.


*‘Babe,*sabar ya. Ada konsumen yang minta Papie buat ngejelasin,’ Steve mengirim chat pada Sari, karena begitu sampai di ruang show room ada calon konsumen yang membutuhkan advise nya.  Selepas konsumen pulang, Steve melaju ke mini market terdekat dengan show roomnya menggunakan motor satpamnya. Dia membeli aneka merek coklat dan masing-masing merek dia beli 2 buah. Dia tahu, nanti tengah malam Sari akan mengulangi keinginannya. Steve juga membeli beberapa mie instan, bakso serta sawi dan cabe rawit. Saat sedang mencari jamur tak sengaja dia melihat ada ikan mas hidup. Steve segera membeli dan minta dibersihkan. Nanti di rumah dia akan meminta simbok memasak gule untuknya.


“Lama ya?” tanya Steve saat kembali ke butik.


“Enggak koq, barusan malah ngemil asinan salak, anak butik ada yang bawa,” jawab Sari sambil menerima belanjaan yang Steve serahkan.


“Mam, tadi Papie dapat ikan mas, masukan freezer dulu. Nanti kita bawa pulang agar simbok bikinkan gule ya?” Steve memberi tahu Sari soal hasil belanjaannya yang tak terduga.


Dilihatnya putrinya sedang bermain dengan bola karet di halaman belakang. “Mbak Dhisty, Mamie punya ini,” Sari memberikan sepotong coklat pada putrinya.


“Mbak, habis ini cucikan tangan mbak Dhisty ya. Saya mau makan dulu.” perintah Sari pada Dwi.


Sari dan Steve baru saja selesai makan siang. “Mbak Dwi makan dulu sana, biar Dhisty bobo sama Papienya. Mbak Yannie juga makan bareng mbak Dwi, kalau mas Dwipa bangun panggil saya ya.” Sari langsung kembali ke butik, dia sengaja karena Dwipa belum bangun, nanti jika Dwipa bangun tentu dia harus kembali ke belakang untuk memberi ASI.


-----------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)

__ADS_1


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


------------------------------------------


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


Sambil nunggu yanktie update bab baru, mampir ke novel bagus karya teman yanktie ya


Judulnya STORY OF YULIANIKA karya DHEVY YULIANA


kisah Cinta dari pasangan muda yang berawal perjodohan, sepwrtinya berbuah manis.


namun, masalah justru datang dari orangtua Ika.


lebih tepatnya, sang mama yang mendadak menolak pernikahan mereka, hanya karena hasutan dari masalalu Ika.


akankah mereka menyerah atau mempertahankan,?

__ADS_1



__ADS_2