KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
84 PEMILIK BUTIK ITU …


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.


Siang ini Sari kedatangan tamu istimewa, mereka sama-sama tak menyangka bertemu di Butik milik Sari. Siapa ya tamu tersebut? Gimana kelanjutannya? Lanjut baca keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-----------------------


Karena sudah satu lokasi maka Steve dan Sari sangat semangat untuk bekerja. Mereka berpisah saat jam kerja hanya sebatas ruang saja. Jam makan atau kalau di rasa kangen Steve tinggal melangkah ke butik untuk bertemu dengan istrinya.


Siang ini Steve hendak  menuju ruang Sari ketika melihat sosok yang sangat dia kenal.


“Hallo Bram,” sapa Steve.


“Wooow bang Steve apa khabar?” Bram kawan kuliah Sari cukup terkejut bisa bertemu dengan suami sahabatnya ketika di kampus dulu.


“Alhamdulillah baik, kamu mau cari apa?” tanya Steve.


“Mau cari oleh-oleh buat calon istri, juga cari  buat serah-serahan sekalian, karena planning-nya bulan depan saya hendak lamaran dan langsung menikah,” ulas Bram.


“Kalau begitu sebaiknya kamu konsultasi dengan pemilik butik biar dapat advise yang bagus, kamu akan nikah dengan siapa?” tanya Steve, karena bisa jadi ‘kan Bram putus dengan Endah.


“Dengan Endah lah Bang, saya type setia dan enggak mudah berpaling. By the way, apa bisa konsultasi dengan pemilik butik?” tanya Bram ragu.


“Bisa … pasti bisa. Ayo abang antar,” Steve mengajak Bram ke ruangan Sari. Bram melihat tulisan owner di pintu yang tertutup. Dia merasa tidak enak karena merepotkan suami temannya.  Tanpa mengetuk Steve langsung membuka pintu.


“Silahkan kamu langsung masuk dan konsultasi aja,” Steve mempersilakan Bram masuk.


“Enggak enak Bang,” Bram masih berupaya menolak.


“Babe, ada tamu special untukmu,” Steve menyapa Sari yang sedang tertunduk dan serius dengan berkasnya.


‘Babe?’ pikir Bram, dia melongok ke dalam ruangan.


“Bram?” sapa Sari terkejut melihat sosok yang di antar suaminya.


“Wah hebaaaaaaaat, kamu pemilik butik ini? Padahal ini rekomendasi temanku lho, aku enggak tahu kamu pemiliknya!” seru Bram setengah tidak percaya ketemu sahabat calon istrinya.


Akhirnya mereka bertiga ngobrol sekalian membahas seserahan yang akan di berikan untuk Endah. Bram semakin merasa beruntung karena Sari hafal semua kesukaan Endah sehingga dia yakin semua pilihan Sari pasti sesuai dengan selera Endah.


Sari dan Bram serta Steve tak lupa berfoto untuk di berikan pada Endah nanti setiba Bram di Jakarta.

__ADS_1


Sari sedih sebab tidak bisa datang ke pernikahan Bram dan Endah karena akan bersamaan dengan periode kelahirannya bulan depan. Dia menelpon Endah dan mereka ngobrol lama menghilangkan rasa kangen.


***


Periode kehamilan Sari memasuki bulan terakhir. Dia sudah sangat jarang pergi ke butik sehaian, kalau ke Butik hanya sebentar lalu akan segera pulang. Walau di Butik ada kamar khusus untuk Sari beristirahat, namun Sari lebih suka istirahat di rumah.


Pagi ini Steve dan Sari sedang ngobrol bersama sehabis sarapan, mama pergi ke pasar ditemani mbak ART.


“Nanti aku ke show room sebentar ya, ada yang minta ketemu. Kamu sama mama bisa ‘kan?” tanya Steve.


“Iya engga-papa koq” jawab Sari.karena HPL nya masih seminggu lagi.


Maka begitu mama sampai rumah Steve pamit ke show room.


Sampai siang kondisi Sari masih tak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, karena mama merasa Steve sebentar lagi akan kembali, mama minta ijin Sari main ke rumah Dini untuk antar sirsak yang mama beli di pasar tadi pagi.


***


“Assalamu’alaykum mas, mama ada?” tanya Steve saat Anto baru saja masuk ke rumahnya.


“Wa’alaykum salam, enggak tau mama ada di mana, mas baru masuk rumah,” jawab Anto.


Tadi Steve keluar rumah karena ada hal penting berkaitan pajak kendaraan dan dia meninggalkan Sari di rumah dengan mama.


“Mereka ada di taman belakang, enggak ada yang pegang HP, sebentar gue samperin mereka ya,” kata Anto saat melihat Dini dan mamanya di gazebo belakang dekat pohon mangga “Assalamu’alaykum Ma, ada telepon dari Steve,” Anto mencium tangan mamanya sambil menyerahkan HP nya pada mamanya..


“Nembe wae metu koq yo wis di goleki” jawab mama sambil menerima HP Anto, dia bilang baru aja keluar rumah koq sudah di cariin.


“Kenapa Steve?” tanya mama lembut, mama memang perempuan yang lembut pada siapapun terlebih pada anak-anaknya.


“Ma, Sari sudah di rumah sakit, barusan Steve bawa, sudah mulai kontraksi,” jawab Steve


“Lha dhalaaah, mama segera meluncur, nunggu mas mu mandi dulu yo, dia baru aja sampai rumah,” jawab mama sambil menutup sambungan telepon.


“Mas, mama di terke nang omah sakit, ademu arep babaran,” pinta mama pada Anto yang hendak mandi, dia meminta Anto mengantarkannya ke rumah sakit karena Sari hendak melahirkan


“Tadi waktu mama tinggal Sari enggak bilang apa-apa po ma?” tanya Dini.


“Ora je, mungkin baru aja kerasanya, wong baru bukaan dua kata Steve barusan,” mama menjelaskannya pada Dini. “Kamu di rumah aja yaa, biar ga cape, mungkin lahirnya juga paling cepat tengah malam atau besok subuh. Biar kamu ga cape,” perintah mama pada menantunya yang sedang hamil 5 bulan.


“Njih ma, mama pakai sweater Dini ya biar ga Dingin, atau mau pakai jaket?” Dini menawarkan mama baju hangat, karena mama tidak pakai itu saat ke rumahnya tadi.

__ADS_1


“Mbok toto dahar sik, ben bapak dan uti dahar dulu sebelum ke rumah sakit, karo cepake dahar buat papa Steve,” perintah Dini pada simbok agar mengatur makan malam dulu, serta membawakan bekal untuk makan malam Steve.


Tak lupa Dini membawakan kopi panas bagi Steve. “Ade tunggu beritanya ya Maz” pinta Dini saat Anto mencium keningnya ketika pamit hendak ke rumah sakit mengantar mamanya.


***


Sampai hampir pagi tak ada kemajuan dalam pembukaan jalan lahir yang Sari alami. Dokter memberikan induksi persalinan dengan balon kateter Foley (Foley Bulb Induction) untuk mempercepat proses pembukaan. Foley bulb induction adalah prosedur yang dilakukan untuk memicu proses persalinan (induksi persalinan). Dalam tindakan medis ini, dokter akan memasukkan selang kateter Foley ke dalam leher rahim (serviks).


Tujuan pemasangan kateter Foley adalah merangsang pembukaan, sehingga bayi dapat keluar dari rahim.


Kateter Foley merupakan selang panjang yang terbuat dari karet dengan balon yang dapat di kembangkan di ujungnya. Ketika mengembang dalam serviks, balon ini akan menekan serviks dan menyebabkan pembukaan.


Steve makin nervous karena ada tindakan medis tambahan menjelang Sari melahirkan. Untung Anto menemani dan selalu men support.


Saat ini sudah adzan subuh, Anto dan Steve melaksanakan sholat di mushola dekat ruang bersalin. Belum ada keterangan baru lagi dari dokter yang menangani Sari. Jam 7 pagi sehabis sarapan Sari bersiap masuk ruang bersalin, dia sudah akan pembukaan lengkap. Steve menemani di dalam ruang bersalin.


-------------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja

__ADS_1


__ADS_2