KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
PERSIAPAN LOMBA HARI PERTAMA


__ADS_3

YANKTIE ( eyang putri ) mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini.


Jangan lupa kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


\==================================================


“Wah hebaaaaaaaaat, apa ancamanmu Dek?” tanya mbak Rina.


“Aku ancam enggak mau nikah ama dia kalau uang tabungannya dia habiskan untuk pacarnya,” jawab Dini. “Kalian bisa bayangkan berapa yang tiap minggu akan dia buang buang tiket pesawat pulang pergi.”


Mbak Rina dan Risye tertawa mendengar ancaman Dini pada Anto saat mereka pacaran dulu. Kisah cinta mereka memang punya keunikan tersendiri. Dan ada jatuh bangun sebelum mereka bersatu. Risye yang harus patah hati menjelang pernikahan. Sari yang harus dibully sebelum menikah dan masih berlanjut dikehamilan Dhisty. Serta Dini yang terpaksa menikah dengan Harry dulu karena hamil Amora akibat perkosaan. Semua sekarang hanya kisah masa lalu buat mereka. Semoga kedepannya cinta mereka selalu terjaga.


Hari pertama, hari Jumat, para ibu hanya menjadwalkan mereka wisata yang lokasinya dekat dengan masjid besar sehingga nanti kaum adam tidak kesulitan mencari tempat ibadah salat Jumat.  Sehabis berenang dan istirahat, mereka mengunjungi lokasi petik buah apel dekat penginapan. Suatu pembelajaran baru untuk Arya dan Amora tentunya. Selain kebun apel, dilokasi ini juga banyak kebun tanaman hias, sehingga mama dan Dini sangat senang. Ternyata Risye dan leo juga suka tanaman hias. Dini tahu papanya Leo memang suka anggrek, tapi dia tak tahu kalau Leo juga menuruni hobby sang papa. Hanya Leo lebih senang ke bonsai.


Hari ini Dini membuat kejutan dengan menggunakan seragam kaos keluarga kecilnya yang berwarna coklat muda untuk perjalanan pertama mereka ini. Seang seragam keluarga besar akan dipakai nanti sore pada acara game 1.


Leo dan Steve sangat over protektif terhadap istri mereka yang sedang hamil. Mereka tak ingin istrinya kepleset dan berakibat buruk pada janin yang ada diperut masing-masing perempuan itu.


“Mbak, etik,” pekik Dhisty pada pengasuhnya. Dia melihat Amora dan Arya memetik apel dan dia ingin melakukannya juga.


“Ini, petik yang ini ya,” pengasuhnya membantu mengarahnya Dhisty yang dalam gendongannya memetik apel yang sudah siap panen. Steve mengabadikan momen itu dengan kamera digitalnya.


Puas memetik apel dan mengunjungi penjual tanaman hias, rombongan langsung menuju lokasi makan siang mereka yang berupa lesehan diatas kolam ikan mas. Sambil menunggu pesanan kaum adam keluar pergi ke masjid yang tak terlalu jauh dengan lokasi tempat makan itu.


“Mbak, kalian makan duluan. Enggak perlu rikuh, pesan semau kalian. Biar anak-anak kami yang suapi,” Dini memberi perintah pada semua asisten rumah tangga agar makan lebih dulu. Dini menyuapi Abbhie, Sari menyuapi Dwipa, dan mama  menyuapi Dhisty. Sedang Arya dan Amora makan diawasi Risye.

__ADS_1


Sehabis makan para asisten langsung menjalankan salat di mushola rumah makan. Sari sengaja belum memesan makanan untuk mereka. Tadi dia hanya pesan makanan untuk anak-anak saja. Sementara para asisten memang dia biarkan pesan menu sesuai keinginannya sendiri. Kali ini baru Sari memesan makan untuk mereka. Sambil menunggu makanan datang, mereka salat sedang ana-anak dijaga kaum adam yang sudah kembali dari masjid. Begitulah kekompakan para ibu dan ayah di keluarga ini.


Sehabis makan mereka langsung pulang ke penginapan, namun sebelumnya kembali memanjakan para anak dengan mampir di lokasi taman hiburan anak. Mereka tak lama karena para anak sudah terlalu lelah. Mereka butuh tidur siang agar tidak sakit.


Para ibu negera mengajak rakyatnya tidur siang sedang para kepala negara menyipakan permainan sore nanti. Sore ini akan ada lomba bakiak untuk yang dewasa dan para anak akan diberi kesempatan bebas. Karena jenjang usia mereka sulit untuk dibuat lomba. Saat di Jogja sudah terencana akan ada lomba untuk anak, ternyata para bapaak lupa rentang usia anak yang sama hanya Abbhie dan Dhisty. Akhirnya selain lomba bakiak tandem, hari ini juga akan ada lomba rebut kursi dan lomba joget dengan balon.


Sehabis menidurkan Arya dan Abbhie, Dini meminta para asisten untuk mulai menyiapkan ayam dan ikan untuk di bakar malam nanti. Ayam tentu harus diungkep dulu agar saat dibakar sudah meresap bumbunya dan ikan sudah dilumuri bumbu. Para asisten juga diminta membuat sambal bagi ikan dan ayam bakar serta menyiangi sayuran yang akan digunakan untuk lalap. Sesudah itu baru Dini mempersiapkan juice apel bagi semuanya. Tadi saat memetik apel memang mereka mendapat jatah membawa pulang apel yang dipetik dan juga setiap tiket masuk free 1 kg apel. Sehingga saat ini rombongan mempunyai stock apel berlebih.


“Bikin apa?” tanya Risye.


“Bikin juice aja, sayang apel sebanyak ini enggak kita olah,” jawab Dini sambil memotong kecil apel malang.


“Aku pengen minta beli cabe dan kacang tanah buat bumbu rujak,” Risye mencari asisten rumah tangganya.


“Wah beneeeer tuh, enak lho rujak apel. Aku aja yang enggak lagi hamil pengen koq,” jawab Dini menyetujui niat Risye.


Sari yang baru bangun karena ikut tertidur saat mengeloni sangat senang melihat ada juice dan rujak apel. Dia langsung menikmati semuanya termasuk keripik apel yang tadi mereka beli.


“Nanti pas lomba bakiak dan rebutan kursi Mamie enggak usah ikut ya? Mamie yang mandu aja. Untuk lomba bakiak Papie akan duet dengan Ajeng dan Leo dengan Putri,” Steve yang melihat kekasih hatinya sudah bangun langsung menghampirinya dan ikut menikmati rujak apel yang tersedia.


“Ok Pie,” jawab Sari. Dia tahu, kedua lomba itu tak baik bagi kesehatan kehamilannya. Leo pasti akan melarang Risye untuk ikut lomba.


“Jangan lupa ya, nanti semua pakai kaos seragam. Jadi kita bisa buat foto keluarga,” Anto yang akan masuk ke kamarnya berpesan pada yang dia temui.


“Siyaaaaaaaaap boss,” jawab Steve.


“Saya minta alat bakar ikan dan ayam sudah ready sehabis maghrib ya Pak,” pinta Leo pada pegawai penginapan. Dia tak ingin istrinya terlambat makan. Kalau anak-anak tentu bisa diberi makan dengan lauk lain, tapi Risye yang sudah tahu menu makan malam adalah ikan bakar tentu tak mau bila disuruh makan duluan.

__ADS_1


\======================================


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


----------------------------

__ADS_1


__ADS_2