
Hallo, gimana puasa kalian ? Semoga lancar selalu ya.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author kan ada notifikasinya.
Steve melihat Sari bahagia bertemu banyak teman semasa kuliah dulu di acara pernikahan Fitri, adiknya Endah. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
-------------
Di akad itu hadir juga Uswah, Teddy, Yossy dan suaminya serta beberapa teman kampus Bram atau Endah yang masih sering bertemu dengan mereka. Tentu itu membuat Sari dapat melepas kangen pada mereka itu. Selepas acara akad, Sari dan Steve tidak pulang ke rumah oma. Dia transit di rumah sepupunya yang dekat dengan gedung resepsi nanti malam. Namun di sana malah tak bisa istirahat. Kalau keluarga Manado kumpul tentu saja mereka akan terus makan dan cerita. Namun Sari menikmati semua itu. Sedikit lepas dari kegiatan rutinnya di butik.
***
Steve dan Sari bersiap untuk datang ke gedung resepsi. Steve melihat rona bahagia di wajah istrinya. ‘Aku kurang membuatnya lepas dari rutinitas. Dia sangat bahagia bisa mendapat kegiatan baru. Selama ini aku kurang peka,’ batin Steve. Dia bertekad selanjutnya akan sering membuat kegiatan untuk keluar dari rutinitas.
“Sari …,” sapa seorang pria dengan ragu saat Sari baru saja memasuki gedung resepsi dan menanti Steve yang sedang mengisi buku tamu.
Sari menoleh, tapi tangannya tetap memegang lengan kiri suaminya. Dia agak ragu, karena merasa pernah kenal dengan pria itu namun lupa. “Maaf …?” tanya Sari menanyakan siapa orang itu. Saat itu Steve sudah selesai mengisi buku tamu dan menyerahkan souvenir pernikahan kepada Sari.
“Galih.” Jawab pria itu dan menyodorkan tangannya pada Sari.
“Oh, apa khabar kak Galih?” tanya Sari pada kakaknya Yuni adik tingkatnya di kampus dahulu. “Kenalkan, ini suami saya.”
__ADS_1
Galih terkesiap, walau sejak tadi dia melihat Sari menggandeng lengan seorang lelaki. Dia tak masalah bila belum menikah. Bukankah ada idiom, selama janur kuning belum melengkung kita masih bisa berupaya. Tapi siapa sangka, dia mendengar langsung Sari menyebutkan kata suami. Luruh sudah harapannya.”Galih.”
“Steve.”
“Mari Kak, kami masuk duluan,” pamit Sari. Steve ingat, dulu pernah melihat pria itu di rumah Sari. ‘Apa dia dahulu salah satu kompetitorku?’
*** Steve mengajak Dhisty dan Sari ke spa bayi. Terlihat Dhisty sangat menyukai treatment yang diberikan oleh mbak yang menanganinya. Semua tak lepas dari bidik kamera sang Papie. Raut wajah bahagia dan tawa Dhisty serta wajah bangga Sari memenuhi memori di digicam milik Steve.
“Kamu suka pijatannya ya princess?” tanya Steve seakan Dhisty sudah mengerti arti pertanyaannya dan bisa menjawab. Selesai memanjakan Dhisty, maka sekarang giliran memanjakan sang Mamie. Tanpa diminta Steve membawa Sari ke bakmie gang kelinci. Steve melihat mata istrinya berbinar saat dia memarkirkan mobil opa di depan gerai makan itu.
“Ayo mbak, kita makan dulu.” Sari mengajak pengasuh Dhisty untuk turun. Sari memesankan Dhisty pangsit rebus. Sari tahu itu bisa dicerna anaknya, karena pangsit rebus sangat lunak.
“Wah, kamu belum setahun aja maemnya pangsit rebus. Nanti bisa jadi makanan paforite mu sama dengan Mamiemu ya,” goda Steve sambil menoel-noel pipi chubby anaknya.
“Cukup,” jawab Sari. Steve mengaduk dan menyuapi Sari yang sedang menyuapi Dhisty. Bergantian Steve juga makan mie nya sendiri. “Pie, enggak enak deh makan seperti itu. Ga-papa nanti aku makan setelah Dhisty selesai. Makan pangsit tidak focus itu kurang nendang!” tolak Sari untuk suapan selanjutnya.
“Ok, Papie makan sampai habis dulu ya, biar Mamie makannya bisa serius.” Balas Steve. Dia melanjutkan makan mie goreng pesanannya.
***
Dua hari berikutnya, Sari bertemu dengan teman-temannya. Dan hari ketiga Uswah serta Endah beserta para suami ngumpul di rumah opa. Oma sangat senang Sari mau menggunakan rumahnya untuk lokasi pertemuan dengan para sahabatnya. Rencananya besok Sari akan kembali ke Jogja. Sari mengundang kedua sahabatnya untuk menginap di rumahnya di Jogja. Tentu saja Uswah dan Endah akan berupaya mengatur waktu liburan mereka.
Gelak canda tiga keluarga sahabat itu berlangsung sejak pagi hingga hampir maghrib. Itu pun mereka merasa masih kurang waktu.
__ADS_1
------------------
Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.
Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)
Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END
Rincian hadiah sebagai berikut
Hadiah pertama pulsa 100.000
Hadiah kedua pulsa 75.000
Hadiah ketiga pulsa 50.000
Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )
Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini
Yanktie tunggu partisipasinya
__ADS_1
Terimakasih dan salam manis dari Jogja