KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
129 PAPIE KALANG KABUT


__ADS_3

Hallo, gimana puasa kalian ? Sudah hampir lebaran nih. Sudah selesai bikin kuenya? Kirim ke Sedayu - Jogja ya hehehe …


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab. Yanktie seriusan tahu lho siapa aja yang selalu kasih like setiap habis baca, karena sebagai author ‘kan ada notifikasinya.


Papie Steve bingung, ternyata mamie Sari marahnya serius. Lanjut baca untuk tahu keseruannya di bawah ini ya.


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


-------------


“Assalamu’alaykum, mbak Dini sudah pulang?” tanya Steve pada mbak Yuni yang mengangkat telepon rumah.


“Wa’alaykum salam den Steve, Ibu belum sampai rumah, tadi Ibu bilang langsung pergi belanja bulanan,” jawab mbak Yuni.


“Apa mbak Sari dan Dhisty main ke situ?” tanya Steve.


“Enggak ada den,” mbak Yuni menjawab sejujurnya karena Sari memang tidak main ke situ.


Setelah mengucapkan terima kasih Steve pun memutus sambungan telepon. Dia makin panik, mau dicari ke mana anak dan istrinya?


Dia coba menghubungi ponsel Sari, nada sambung namun tak di angkat. Diulangi hingga tiga kali, tetap tak ada respon. Steve makin putus asa, dia tidak menyangka Sari sampai marah seperti ini. Steve mulai merasa lapar karena sejak kemarin dia tidak makan, dia mengambil sepiring nasi dan lauk lalu makan sendirian di meja makan. Sedih, itu yang dia rasakan. Punya anak dan istri namun makan sendirian di rumah. Steve sedang cuci tangan ketika mama mertuanya pulang dari belanja bahan kue. Mama naik becak, artinya tidak pergi jauh dari rumah. Steve makin bingung bila mama bertanya Sari.


“Sari belum pulang Steve?” pertanyaan yang Steve takutkan akhirnya keluar juga dari mulut mama saat dia melihat rumah masih kosong baru ada Steve seorang.


“Iya Ma, tadi dia pulang duluan saat aku pas ada tamu. Aku pikir dia ke rumah mbak Dini, tapi aku telepon ke sana, di sana enggak ada Ma,” jawab Steve putus asa.


Mama tidak memperpanjang, dia langsung membereskan bahan kue yang baru dia beli dan diatur ke lemari stock. Lalu mama bersiap masak untuk makan malam nanti. Steve kembali mencoba menghubungi ponsel istrinya, seperti tadi, tersambung namun tetap tidak diangkat. ‘Kamu di mana babe? Jangan kecapean lho, bahaya untuk kandunganmu,’ Steve berkata dalam batinnya seakan sedang menasehati Sari.

__ADS_1


Orang yang di khawatirkan Steve sedang santai di gerai ayam goreng cepat saji berlogo badut. Sehabis belanja aneka kebutuhan dapur juga kebutuhan Adhisty, dia mengajak mbak Irah makan dulu karena dia kepengen makan kentang goreng (french fries). 3 porsi kentang goreng jumbo dia pesan untuk dirinya, dan ayamnya hanya pesan satu sayap sebagai pelengkap. Selain itu Sari juga memesan 4 kentang goreng jumbo dan ayam goreng paket family untuk dibawa pulang. Padahal tadi di swalayan dia sudah beli kentang potong khusus untuk di goreng dalam kemasan 1kg. Adhisty didudukan di kursi khusus balita yang di sediakan outlet ayam goreng. Sari meminta mbak Irah makan biar dia yang akan mengawasi Dhisty memakan ayam gorengnya.


Sari sampai rumah sudah lewat maghrib membuat mama dan Steve sangat cemas. Karena Sari juga tidak mengangkat telepon dari nomor mama. Dia rasa percuma nanti juga yang akan bicara Steve.


Sari membayar ongkos taksi dan mbak Irah mengangkat semua belanjaan secara bertahap karena Steve langsung mengambil alih Dhisty dari gendongan mbak Irah.


Steve langsung membasuh putrinya dengan telaten dan lembut, menggantikan dengan baju tidur dengan tidak lupa memberi minyak telon di perut putrinya. “Nah sudah rapi, kita bobo yok?” ajak Steve.


Sari dan mama bertukar cerita di depan televisi. Karena Sari menolak ketika mama suruh makan malam. Dia bilang masih kenyang karena baru makan kentang goreng. “Tadi pas beli bahan kue mama lihat ada jambu biji yang baru di petik di depan toko, mama beli tuh, kalau di bikin setup enak kali yo Ri?” tanya mama.


“Malas Ma, biar dia jadi mateng banget aja lalu di juice,” balas Sari.


“Malas nek ngragati opo malas maem e?” tanya mama. Maksud mama Sari malas bikinnya atau malas makannya, begitu terjemahannya.


“Males nek ngragati Ma, maem e yo gelem lah,” jawab Sari yang berkata dia malas bikinnya, tapi kalau makannya mau.


“Ya sudah, sekarang mama istirahat ndisik (dulu), jangan kecapean,” pinta Sari.


Sari membuat su5u ibu hamil, namun dia juga menuang 2 porsi jumbo kentang goreng yang di beli tadi. Entah mengapa hari ini dia sangat ingin makan kentang goreng (french fries). Dia ngemil di depan televisi berdua mama yang sedang asyik menonton sinetron.


Steve yang baru selesai menidurkan Dhisty duduk di karpet di bawah kaki Sari. Memang mereka biasa seperti itu dan mama tak aneh melihatnya. Steve menyandarkan kepalanya di pangkuan Sari seperti biasa, namun saat ini Sari tidak mengusap kepala Steve. Bahkan dia tidak menyuapi cemilan kentang goreng yang sedang di makannya. Mama yang merasa ada yang tidak beres antara pasangan suami istri ini pura-pura ngantuk dan pamit tidur. Tinggallah pasangan yang sedang perang dingin ini.


“Mam, enggak mau bicara ama Papie?” tanya Steve menatap wajah manis di depannya. Sari tetap tak peduli, dia segera meneguk minumannya hingga habis lalu dibawanya gelas kosong ke dapur. Dari dapur Sari langsung masuk kamar mandi, sikat gigi dan lalu naik tempat tidur. Steve yang ditinggal sendirian di ruang televisi segera mematikan pesawat TV, mematikan lampu dan mengecek pintu apakah sudah terkunci, lalu dia pun ikut masuk kamar. Tak di sangka Sari sudah terlelap saat Steve keluar dari kamar mandi. Steve hanya bisa memeluk istrinya dan mencoba untuk ikut terlelap.


Esoknya Steve kembali bangun siang dan sudah tidak mendapati istrinya di ranjang. Dia keluar perlahan karena bila gerakannya kaget, mualnya akan semakin terasa. Steve mencari Sari dan Dhisty, namun tak ada di rumah, begitu pun dengan mama. Hanya ada mbak Irah dan mbak Marni bagian dapur yang pulang pergi.


“Ibu kemana mbak?” tanya Steve pada keduanya.

__ADS_1


“Jalan pagi Pak, sama ndoro sepuh,” jawab mbak Irah.


Pagi ini Sari minta dibikinkan ikan bakar dengan sambal colo-colo khas Indonesia Timur dengan bahan dari kecap dan lemon cui yang dia beli di swalayan kemarin, ditambah iriesan cabe, bawang merah dan tomat hijau. Dia juga minta dibakarkan sedikit udang, oleh karena itu mbak Marni sedang membuat sate udang untuk dibakar.


----------------


Hallo para pembaca setia cerita tulisan yanktie ino, apa khabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.


Yanktie bahagia banget selalu dapat respon positive dari semuanya, baik berupa like, vote atau hadiah.


Nah di kesempatan kali ini yanktie mau kasih apresiasi buat pembaca yang paling aktiv kasih hadiah buat tulisan yanktie. Hadiah kan yanktie berikan bagi TOP FANS rangking umum (bukan rangking mingguan ya say)


Tersedia pulsa bagi 3 orang yang paling aktiv , penilaian mulai saat ini sampai cerita ini ditulis TAMAT / THE END


Rincian hadiah sebagai berikut


Hadiah pertama pulsa 100.000


Hadiah kedua pulsa 75.000


Hadiah ketiga pulsa 50.000


Dan 10 hadiah hiburan pulsa 10.000 ( bagi 10 orang di urutan ke 4 sampai ke 13 dari top fans )


Semakin banyak mengirim vote, like, komentar dan hadiah maka semakin besar kesempatan mendapat hadiah ini


Yanktie tunggu partisipasinya

__ADS_1


Terimakasih dan salam manis dari Jogja


__ADS_2