KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR

KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR
49 PLEASE, JANGAN PERKARAKAN AKU LAGI ….


__ADS_3

Sesampai di butik sebelum turun dia baru membuka HP nya, terlihat ada MMS ( Multimedia Masaging Service, yaitu fitur lama untuk mengirim pesan berupa gambar atau photo ) dari nomor tak terdaftar. Dilihatnya photo yang masuk adalah photo Sari dengan para sahabatnya. Dibacanya isi pesan sesudah gambar : “Perempuan kecilmu tak sesederhana yang kau kira, dia bisa selingkuh dibelakangmu!”


Steve tak tahu apa maksud pengirim pesan, apakah ingin membuatnya cemburu? Steve segera turun dan langsung focus pada butiknya


“Mbak Mila, apa gambar yang kemarin saya berikan sudah bisa dibuat? Apa penghasil batik tulis sutra yang nomornya kemaren saya berikan sudah bisa dihubungi dan kapan jadwalnya ketemunya?” tanya Steve pada manager butiknya


“Buat gambar saya sedikit modiv mas, periksa dulu baru nanti saya eksekusi, kalau soal pemilik batik sutra baru 5 hari kedepan dia kembaali ke tanah air, kalaupun bisa ketemu seminggu setelah kedatangannya karena jadwalnya padat” jawab mbak Mila lirih


“Ok, kalau bisa ketemu kasih tau saya 3 hari sebelumnya ya, saya lusa berangkat ke Jakarta, jadi mohon cancel yang ada janji dengan saya untuk 5 hari dari lusa.” Steve memberitahu jadwalnya pada managernya tersebut


***


Jum’at pagi, Steve baru saja sampai di rumah omanya, sejak turun di bandara dia sudah mengirim pesan pada Cindy untuk bertemu di Dunkin’ Donuts Melawai. Tempat ini biasa buat nongkrong teman-teman Steve dari suku Ambon dan Menado.


“Hello oma, sehat kan?” sapa Steve sambil mencium omanya penuh rindu lalu dia peluk sangat erat.


“Sehat, oma ada sehat” jawab omanya bahagia.


“Oma, Steve hanya taruh tas sa, nanti baru torang bacarita ya, Steve ada urus Steve punya kerja dulu” pamit Steve sebelum oma nya kecewa karena dia harus segera ke Melawai yang cukup jauh dari rumah omanya.


***


Steve sampai disana tepat waktu, sebelum janjian dengan Cindy dia terlebih dahulu janjian dengan pengacara mbak Miranda yang sudah pernah menangani masalah Cindy dengan sugar daddynya, si Fauzi, pengusaha kayu dari Kalimantan.


“Jadi ini bisa kita ajukan sebagai tindak merugikan saya karena dia membuat rekayasa photo untuk membuat kekasih saya marah pak?” tanya Steve, dia akan membuat Cindy kembali masuk bui karena tidak jera, baru keluar penjara sudah berulah lagi.


“Bisa pak Steve, kalau Bapak merasa tidak nyaman lalu Bapak mengajukan gugatan, maka dia bisa kembali berurusan dengan hukum” jawab pengacara tersebut.

__ADS_1


“Kalau begitu Bapak bersedia menunggu di meja sebelah saya sambil mendengarkan pembicaraan kami kan pak?” tanya Steve.


“Bisa pak, ini letakan saja dimeja, tutup dengan buku atau saputangan, biarkan semua pembicaraan terekam dengan baik” sang pengacara malah membantu dengan memberikan alat sangat kecil untuk merekam pembicaraan Steve dengan Cindy sebelum dia pindah ke meja sebelahnya.


Cindy yang baru masuk mencari posisi Steve. “Hai Steve, sudah lama?” sapa Cindy manis dan ingin cipika cipiki namun Steve menarik diri.


“Silahkan duduk, saya pesankan minum dulu” Steve berdiri, dia memesan 2 hot chocolate dan setengah lusin donat mini.


“Langsung aja ya, saya ga akan berbasa basi. Apa maksudmu memberikan photo-photo ini pada kekasih saya?” tanya Steve sambil memberikan 3 photo yang Cindy bilang kejadian mereka ML saat sehabis ibadah natal.


“Kenapa memangnya?” tanya Cindy santai, walau sesungguhnya dia kaget mengapa photo yang dia berikan pada Sari bisa ada ditangan Steve.


“Kamu bilang kenapa? Apa kamu sadar kalau kamu sudah merekayasa suatu kejadian? Seingat saya, kita belum pernah 1 kalipun tidur bersama! Tapi ini kamu bikin seperti kita sudah melakukannya, apalagi bercak dilehermu seakan-akan kita benar-benar menikmati malam panjang sehabis ibadah natal” rinci Steve agar jelas terdengar pada rekaman.


“Apa gadis kecilmu itu marah? Hahaha saya hanya bercanda untuk membuatnya menjauhimu, karena yang berhak bersanding denganmu hanya aku” jawab Cindy ringan tanpa merasa bersalah.


“Santai saja Steve, kita akan tetap bersama, karena kita akan segera menikah. Suka atau tidak suka kamu akan saya dapatkan” balas Cindy dengan percaya diri.


“Kelicikan apalagi yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan merekayasa lagi seperti photo kamu terjatuh ini lalu kamu cerita ke Sari bahwa saya sangat mendambamu sehingga ditempat umumpun saya meminta untuk kissing denganmu begitu?” tuduh Steve sambil menyerahkan photo di butik.


“Kamu pintar membolak balik fakta, apalagi alasanmu terhadap photo-photo ini?” tanya Steve.


“Aku hanya ingin membuat gadis bodohmu itu menjauh darimu Steve, karena kamu milikku” balas Cindy sekali lagi menyuarakan isi hatinya.


“Kamu bermimpi, kamu psikopat, sebaiknya kamu bersiap kembali masuk penjara karena saya akan kembali mengadukan kamu kepada pihak berwajib” tegas Steve.


Pengacara di meja sebelah menghampiri mereka, dan menyapa Cindy “Selamat siang mbak Cindy, kita kembali bertemu” sapanya.

__ADS_1


Cindy pucat melihat Steve sudah siap dengan pengacara.


“Saya bacakan poin aduan pak Steve ya mbak” lalu dia membacakan beberapa poin yang diajukan Steve. “Mbak tunggu saja panggilan polisi, kalau mbak berupaya menghindar dari jerat hukum, maka mbak akan mendapat hukuman lebih berat dari yang seharusnya” papar sang pengacara santai.


“Pak Steve alat rekam nya saya bawa ya, nanti copy nya saya kirim ke HP bapak” dengan santainya sang pengacara mengambil alat rekam yang sejak tadi tergeletak dimeja.


“Steve please, jangan ajukan aku lagi” mohon Cindy.


“Kamu sudah mencorengku 1 kali saat kamu bilang photo-photomu dengan Fauzy dulu adalah rekayasaku. Kalau saat itu tidak aku bawa mbak Miranda pasti aku yang dihabisi oleh papimu. Untungnya aku sudah antisipasi lebih dulu. Aku pikir kamu kapok berurusan dengan kasus hukum. Ternyata kamu malah makin menjadi. Aku ga tau, kalau saat ini kamu aku bebaskan, dilain waktu kamu akan berulah apalagi. Sorry, aku ga sebaik yang kamu kira. Kamu sudah membuat perempuan yang aku cintai menangis. Airmatanya harus kamu tebus dengan hukuman penjara” jawab Steve.


“Dan aku pastikan, walau hukuman kali ini hanya sebentar, tapi efek sosialnya akan kubuat lebih perih dari jantung yang tertikam pisau” kata Steve sebelum dia berdiri dan pergi meninggalkan Cindy yang masih terpaku. Dia bergegas menuju tempat sholat Jum’at .


***


Sari sedang membantu mamanya membuat pesanan kue saat didengarnya bell rumah berbunyi. Dihentikan sejenak kegiatannya, dia beranjak ke pintu depan untuk melihat siapa tamu yang datang di Sabtu pagi ini.


“Assalamu’alaykum de” sapa Steve saat Sari membukakan pintu untuknya.


Sari kaget melihat tamunya pagi ini. Laki-laki yang membuatnya marah namun juga membuatnya rindu “Wa alaykum salam bang, silahkan masuk” balas Sari ambil mengajak Steve untuk masuk “ Mama lagi ada pesanan, aku lagi bantu mama, abang mau duduk sini atau ikut masuk?” tanya Sari lagi. Karena ga mungkin dia berhenti membantu mamanya.


“Abang ikut duduk didalam aja ya, siapa tau bisa kenyang nyicipin kuenya” goda Steve sambil memeluk Sari dan mencium kening kekasihnya itu. Dia sangat merindukan kekasihnya ini. Anak kecil yang berani memblokir nomor telponnya. Kalau dia mau bisa saja dia telpon ke nomor rumah, tapi itu ga dia lakukan, agar Sari bisa cooling down.


“Assalamu’alaykum tante, tante sehat kan?” sapa Steve pada mamanya Sari.


“Wa alaykum salam, alhamdulillah tante sehat Steve. Kapan kamu datang dari Jogja?” tanya bu Rahma ramah.


Yanktie ucapin makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote serta komennya ya


__ADS_2