
Orang bijak berkata jika dibalik awan hitam kan ada pelangi yang indah setelahnya, dan itu jugalah yang tengah Lariss alami. Karena dibalik semua masalah yang datang bertubi-tubi menghampiri bahtera rumah tangganya, usaha berjualan rujak yang ia kelola semakin hari semakin ramai. Hingga membuat para pelanggan harus antri hingga ber jam-jam untuk membeli rujak buatannya.
Seiring dengan semakin ramainya usaha yang ia kelola, Larissa pun membeli sebidang tanah di desa sebelah. Selain itu ia juga membeli sebuah sepeda motor baru dan beberapa alat elektronik lain setelah menabung selama dua tahun dari hasil berjualan rujaknya ini. Dan sudah sepatutnya ia harus bersyukur akan hal ini.
Bukan hanya karena mampu membeli sebidang tanah saja yang patut Larissa syukuri, tapi juga perubahan sikap sang ibu. Karena melihat pencapaian yang ia dapat saat ini, perlahan sikap Bu Ani mulai melunak. Selain itu beliau juga tak lagi memandangnya sebelah mata.
Namun dibalik semua pencapaian yang ia dapat saat ini, ada beberapa hal-hal aneh dan ganjil yang kerap Larissa alami. Akan tetapi hal itu tak mampu dijelaskan dengan gamblang. Karena apa yang Larissa alami dan rasakan adalah hal-hal diluar nalar manusia.
Hampir tiap malam Larissa mimpi aneh. Dalam mimpinya tersebut ia selalu didatangi oleh lelaki gagah nan tampan yang rata-rata adalah orang yang tidak ia kenal, bahkan ia tak pernah melihat lelaki tersebut dalam hidupnya. Kemudian lelaki tersebut mengajaknya melakukan hubungan badan layaknya sepasang suami-istri. Dan anehnya Larissa tak pernah bisa menolak ajakan tersebut.
Mungkin mimpi tersebut tidak ada artinya dan hanya bunga tidur biasa. Namun tiap kali Larissa memimpikan hal tersebut, saat ia bangun ia merasakan sekujur tubuhnya sakit yang teramat sangat. Bahkan ia merasa begitu lelah dan letih.
Mungkin bila mimpi itu terjadi sekali dua kali, Larissa tak akan berpikir macam-macam. Namun sayangnya mimpi itu terap terjadi. Hingga mau tak mau Larissa pun memikirkan hal tersebut.
Larissa bukanlah tipikal orang yang bisa menyembunyikan apa yang ia rasakan, apalagi terhadap suaminya. Dan lagi ia dan suami sudah sepakat untuk saling terbuka dalam hal apapun. Untuk itulah Larissa menceritakan mimpi tersebut kapada Hamzah. Selain itu ia juga ingin tahu apa maksud dibalik mimpi itu. Terlebih Hamzah memiliki sedikit kemampuan untuk menafsirkan sebuah mimpi.
"Tidak usah terlalu dipikirkan. Mimpi itu tidak ada artinya apa-apa. Itu hanya bunga tidur biasa" ucap Hamzah saat Larissa menceritakan mimpinya tersebut kala waktu senggang.
"Tapi, Entik, mimpi itu tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi berkali-kali. Dan setelah memimpikan hal itu, saat aku bangun, aku merasa sekujur tubuhku sakit" sangkal Larissa. Ia kekeh menganggap bahwa mimpinya itu bukan hanya sekedar mimpi biasa.
"Bisa jadi hal itu karena posisi tidur yang salah. Sehingga saat bangun tubuhmu terasa sakit. Dan kebetulan saat itu kamu bermimpi seperti itu."
"Tidak, Entik. Aku rasa, rasa sakit ditubuhku itu bukan karena salah posisi tidur, tapi ada kaitannya dengan mimpiku itu." Larissa tetap bersikukuh dengan pendapatnya.
Seperti halnya Larissa yang kukuh pada pendapatnya, Hamzah pun sama. "Sudahlah! Tidak usah kamu pikirkan lagi. Mimpi itu hanya mimpi biasa. Tidak ada yang aneh dari mimpi tersebut," ucapnya.
__ADS_1
"Tapi, Entik...."
Karena tak tahan mendengar Larissa yang terus mendebatnya, Hamzah pun terpancing emosi. "Encus, cukup! Aku bilang jangan pikirkan hal itu lagi. Mimpi itu tidak berarti apa-apa."
Mendengar nada suara Hamzah yang berubah meninggi, Larissa pun diam seketika.
"Aku harap perdebatan ini cukup sampai disini saja. Dan aku tidak mau mendengar kau membicarakan tentang mimpi itu lagi" Lanjut Hamzah. Ditekankannya pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.
Larissa diam membisu, tak berani mengucap sepatah kata lagi. Ia hanya bisa menundukkan kepala mendengar ucapan suaminya. Namun dalam hati ia berjanji akan mencari tahu sendiri perihal makna dibalik mimpinya tersebut.
...****************...
Melihat kesuksesan yang mampu Larissa capai, Iqbal yang sedari awal memang iri pada Larissa dan Hamzah pun semakin kebakaran jenggot. Ia pun mencari cara untuk menghancurkan kesuksesan adik tirinya itu.
Langkah awal yang Iqbal lakukan adalah meracuni pikiran Bu Ani dan membuatnya berada dipihaknya lagi. Karena ia tahu pikiran Larissa akan terganggu bila sang ibu kembali memusuhinya. Tanpa membuang-buang waktu, ia pun segera menghampiri sang ibu untuk melancarkan siasatnya.
Bu Ani yang tak pernah berpikiran aneh-aneh dengan kesuksesan yang Larissa peroleh pun menggelengkan kepala. "Tidak, ibu tidak tahu!."
"Dan ibu tahu tidak, kenapa Larissa bisa memiliki banyak uang seperti sekarang? tanya Iqbal lagi.
"Itu karena jualan Larissa semakin ramai sekarang. Jadi tidak heran jika sekarang dia memiliki banyak uang" jawab Bu Ani.
"Itu tidak benar, bu!," bantah Iqbal. "Larissa bisa memiliki banyak uang seperti sekarang itu bukan karena jualannya yang ramai, tapi karena ada hal lain."
Bu Ani mengerutkan dahi, tak mengerti dengan maksud perkataan Iqbal. "Maksud kamu?."
__ADS_1
"Jadi selama ini ibu tidak tahu apa yang Larissa perbuat?."
Bu Ani semakin bingung mendengar pertanyaan yang Iqbal tanyakan. "Maksud kamu itu apa sih? Memangnya apa yang Larissa lakukan?."
"Jadi ibu beneran tidak tahu?."
Bu Ani dibuat semakin kesal dengan ucapan Iqbal yang sengaja berbelit- belit. "Sebenarnya apa sih yang ingin kamu sampaikan ke ibu? ngomong aja langsung. Tidak usah berbelit-belit."
"Itu karena Larissa memakai pesugihan, Bu. Makanya usahanya bisa selaris sekarang."
"Masak sih Larissa menggunakan pesugihan? Rasa-rasanya itu tidak mungkin" sangkal Bu Ani.
"Itu dia yang ibu tidak tahu."
"Masak sih? Kok ibu tidak percaya, ya? Memangnya kamu tahu dari mana kalau adikmu memakai pesugihan?."
Melihat sang ibu mulai memakan umpan yang ia berikan, Iqbal pun semakin bersemangat dalam meracuni pikiran ibunya. "Jadi gini ceritanya,bu....." ucapnya sambil membenarkan duduknya.
Sengaja Iqbal mengarang cerita tentang pesugihan yang Larissa gunakan. Tentu saja semua itu tidaklah benar. Karena tujuannya hanya ingin membuat nama Larissa jelek dimata ibunya.
"Ibu tidak pernah menyangka kalau adikmu bisa serendah itu dengan melakukan pesugihan hanya karena ingin cepat kaya. Padahal selama ini dia itu rajin ibadah" ucap Bu Ani sambil menggeleng-gelengkan kepala usai Iqbal bercerita.
"Makanya ibu jangan mudah percaya sama dia. Itu hanya pencitraannya dia saja." Iqbal terus memprovokasi ibunya dengan kata-kata yang menjelek-jelekkan Larissa.
"Iya. Mulai sekarang ibu tidak akan tertipu lagi olehnya. Dan sekarang ibu juga tidak sudi menerima sepeserpun uang darinya."
__ADS_1
Bu Ani yang sedari awal memang lebih menyayangi dan mencintai anak lelakinya dengan membabi buta pun termakan hasutan Iqbal dengan begitu mudahnya. Sehingga ia pun kini kembali memusuhi Larissa. Tanpa ia sadari bahwa itu hanya siasat Iqbal untuk menghancurkan Larissa.